ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#86


__ADS_3

Alleta dan sendy menghabiskan waktu bersama sampai malam pun kembali datang."


"Mas sendy, aku pulang yah."


"Oh, oke, bentar aku ambil kunci mobil dulu." ucap sendy yang hendak mengambil kunci mobilnya.


"Hmmm aku pulang sendiri aja."


"Kenapa? aku anter aja yah. lagian aku juga kan ga kemana-mana. yah?"


"Ga usah, kamu disini aja yah, istirahat. aku pulang yah." pamit alleta, dan sendy pun meng iyakan.


Sendy memangilkan taksi untuk alleta, alleta pun pulang. Sendy memandang kepergian alleta dengan senyum lebar.


Diperjalanan alleta mendapatkan telepon dari no yang tidak dikenal, "Siapa yang menelfon ku disabtu malam?" batinnya.


"Hallo" sapanya


"Hai letta, ini aku dimas."


"Eh kamu, aku kira siapa? kenapa kak?"


"Kamu dimana letta?"


"Aku di jalan, mau pulang sih, gimana-gimana?"


"Kamu ngga kemana-mana?"


"Ngga sih, aku udah beres kemana-mananya.hehe "


"Hahaha, alleta kalau ada waktu kamu bisa keluar bentar ga?"


"Hmmm kemana kak?"


"Gimana kalau kita minum kopi di Coffee Shop pas dulu kamu kerja?"


Alleta tiba-tiba tersenyum, "Ah iya, aku mau, udah lama banget aku ga kesana, ya udah paling sekitar 30 mnit lagi aku nyampe, ketemu disana yah."


"Oke, aku juga pergi sekarang juga."


"Oke hati-hati kak."

__ADS_1


"Kamu juga."


Telepon pun terputus. Dimas tersenyum setelah mengakhiri panggilannya.


Di Coffee Shop. 


"Udah lama banget aku ga kesini, ngga ada satu orangpun yang aku kenal" batinnya.


Alleta pun memesan pesanannya, ia menunggu sambil menyapu seluruh ruangan di dalam Cafe.


"Banyak sekali kenangan ditempat ini, ia tersenyum saat matanya berhenti di bagian pintu masuk, ia sangat ingat saat itu ia sering sekali menendang aditya di tempat itu." ia pun tidak sadar tersenyum mengingatnya.


"Hei, lagi ngelamun apa lett?" tanya seseorang membuyarkan lamunannya.


"Eh ka dimas, bikin kaget aja."


"Lagi ngelamunin apa sih?" tanya nya kedua kali lalu duduk tepat di hadapan alleta.


"Ngga, aku cuma kaya kangen aja tempat ini."


"Kamu udah lama ga kesini yah? beberapa minggu lalu aku kesini sih, aku inget sama kamu, tapi aku ga punya kontak kamu setelah 3 tahun lalu." ucap nya dengan nada melemah.


Alleta tersenyum tipis, "Iya, hehe. Di tempat ini kan kamu berantem terus sama mas adit.hahaha"


"Hahahaha,tau nih gak ada kerjaan banget sih kak."


"Kamu putus sama aditya?"


"Hmmm kenapa nanya itu?"


"Karena jelas, udah hampir satu jam disini adit masih belum muncul."


Alleta tersenyum tipis, "Jadi kamu ajak aku ketemu cuma mau mastiin itu?"


Giliran dimas yang sekarang tersenyum.


Suasana berubah menjadi canggung. Dimas mencoba membuka obrolan lain untuk mencairkan suasana dan mereka pun berhasil mengobrol dengan naural, sampai dimas sampai mengehntekin mobilnya di lobby apartement alleta.


"Letta, apa aku masih bisa coba berjuang?" tanya nya dengan nada lembut.


Alleta tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Sebaiknya jangan, aku udah punya hubungan lain, udah waktunya kak dimas cari pacar yang serius, aku ngerasa nyaman sama hubungan kita sekarang, aku gak mau kehilangan teman baik kaya kak dimas buat kedua kalinya." tolak alleta.


Dimas tersenyum dengan raut wajah kecewa "Masuk lah, kamu keliatan capek"


"Kamu hati-hati di jalan yah?" ucap alleta. Dan dimas pun mengangguk. Dimas memandangi punggung alleta yang makin menjauh dari pandangannya.


"Apa kali ini aku harus kalah juga" batinnya.


Panggilan vidio dari sendy.  Alleta tersenyum lalu mengangkatnya.


"Sayang, aku kangen masa, padahal baru 3 jam ga ketemu" ucap sendy dengan nada manis.


"Hahahha apa aku se ngangenin itu mas?" tanya alleta.


"Eh. ko baru dateng? kamu gak langsung pulang tadi?" tanya sendy dengan nada bingung.


"Iya, tadi aku ketemu temen ku dulu."


"Temen yang mana?"


"Dimas,"


"Oh... " ucapnya dengan nada lemas.


"Kenapa?"


"Ngga apa-apa, kamu pasti capek yah? istirahat yah" ucap sendy.


"Oke, kamu juga yah?"


"Iya, bye sayang."


"Bye mas"


Tutttt tuttt ... panggilan vidio terputus. Alleta duduk di sofa nya sambil melamun. "Kenapa aku malah memikirkan mas adit ya? kalau dia tau tau aku ketemu dimas, pasti dia akan langsung datang dan marah seperti anak kecil. " fikirnya sambil tersenyum. lalu ia melihat layar di handphonenya "Mas Sendy"


"Seharusnya aku senang, ia sangat percaya padaku, tapi kenapa aku malah seperti ini? ada apa denganku?"


Keesokan harinya, pagi-pagi bel apartemen alleta berbunyi, alleta dengan wajah yang masih mengantuk , piyama dan rambut yang masih berantakan terpaksa membuka pintunya.


Kantuknya hilang seketika. ia mematung saat menatap tamunya.

__ADS_1


"Aku coba pergi tapi ternyata aku ga bisa, aku ga bisa jauh dari kamu." ucap Aditya sambil memeluk alleta dengan erat.


__ADS_2