
Mereka semua sudah sampai bandara Adisutjipto, rombongan telah dijemput oleh tour guide yang disiapkan oleh pihak aditya.
"Bagaimana kalau kita makan dulu pak aditya?" tanya sang tour guide.
"Wah, makan?" batin alleta sambil tersenyum.
Aditya melirik kearah alleta yang sedang tersenyum, ia pun ikut tersenyum melihat ekspresi alleta, "Baiklah kita cari makan saja dulu" jawab aditya.
Rombongan mereka pun pergi makan ke restoran tradisional di Gudeg Yu Djum yang Melegenda di Jogja, wajah alleta terlihat berbinar bila dihubungkan dengan makanan. "kau senang?" bisik aditya.
Alleta mengangguk senang.
"Alleta, duduk disini", seru sendy. Alleta langsung datang menghampiri kursi yang disediakan sendy.
"Sialan sendy" batin aditya lalu mengikuti alleta, mereka bertiga duduk bersamping- sampingan. aura persaingan semakin ketat, dua-duanya terus memberikan makanan mereka ke piring alleta
"Ahhh!! apa sih kalian, ga bisa ya kalian makan dengan tenang!" ucap alleta napak kesal lalu pindah ke tengah-tengah mario dan hazzel.
Mario dan hazzel hanya bisa menggelengkan kepala mereka "Tuan muda sudah kembali menjadi bodoh" batin hazzel
"Bos ku benar-benar norak!" batin mario
"Hei, kenapa kalian malah melihatku? cepat makan, pekerjaan kita masih sangat banyak" ucap alleta kesal pada aditya dan sendy.
Mereka pun langsung melahap makannya sesuai perintah alleta.
Selesai makan mereka pergi ke hotel, letak kamar alleta berada di tengah-tengah kamar aditya dan sendy, sendy dan aditya tersenyum, lain dengan alleta yang sangat terlihat malas, "Kita bertemu satu jam lagi disini yah" ucap aditya.
Sudah hampir satu jam, alleta memutuskan untuk keluar terlebih dahulu, tanpa sengaja alleta melihat pintu kamar aditya yang sedikit terbuka
"Dasar bodoh, kenapa dia tidak menutup pintunya dengan rapat" batin alleta hendak menutp pintu kamar aditya
"Kenapa kamu ngga bilang kamu terbang kesini?" terdengar suara samar-samar seorang wanita.
"Apa hak mu ingin tau agenda ku?" jawab aditya.
"Aditya, aku udah nemenin kamu dari 3 tahun lalu, dari kamu bener-bener di titik terendah kamu saat wanita itu meninggalkan mu, apa aku benar-benar ngga berarti buat kamu?" ucap nya sambil menangis.
"siapa dia? apa wanita yang ia maksud adalah aku? ada hubungan apa mas adit dan dia?" batin alleta.
"Sudah lah mir, aku tidak bisa membalas cintamu, hubungan kita hanya sebatas rekan kerja, keluarlah, aku harus pergi" ucap aditya dingin
"Lalu apa arti ciuman itu dit?" ucap namira dengan suara bergetar
Alleta kaget mendengar itu ia menutup mulutnya dengan tangannya "mas adit" batinnya.
"Itu hanya kesalahan, saat ituuu ......"
"Hei al, lagi apa?" tanya sendy polos.
Aditya langsung berlari ke arah pintu, betapa kagetnya aditya melihat alleta ada di depan pintu kamar nya.
__ADS_1
"Alleta." ucapnya.
"Apa dia mendengar semua percakapan kami?" batinnya khawatir.
"Hahaha aku tidak sengaja lewat, tadi aku liat pintunya terbuka, jadi aku baru aja mau menutupnya, ha ha ha "ucap alleta canggung dan panik karena ketauan aditya.
Namira keluar dari kamar aditya, betapa kaget nya namira melihat alleta ada di situ "Alleta?" batinnya
"Waw, aditya, ternyata kau nakal juga" ucap sendy sambil tersenyum jahil
"Jaga mulutmu, " ucap aditya marah
"Ikut dengan ku" ucapnya sambil menarik kasar tangan alleta.
Alleta menahan tangan aditya, lalu menghempaskan tangan aditya "Lepas!!" ucap alleta dengan nada tinggi.
"Aku bilang ikut!!" ucap aditya kasar.
"Hei aditya pratama, lepaskan tangan alleta!" ucap sendy sambil mendorong aditya.
"Jangan ikut campur!" ucap aditya hendak memukul sendy.
Alleta mengahalangi aditya sambil tersenyum sinis "Dasar preman brengsek!" ucap alleta, sambil balik lalu menarik tangan sendy dan pergi.
Aditya hendak mengejar alleta dan sendy. tapi namira menghalangi tanpa bicara dengan wajah memelas yang hampir menangis.
"Arrghhh !! pergi lkau !" ucap nya kasar lalu kembali masuk sambil membanting pintu.
Alleta memutuskan untuk survey lokasi syuting sendirian di temani sendy, sepanjang perjalanan hingga berkeliling alleta sama sekali tidak bicara, ia hanya mencatat dan memotret. "Apa dia baik-baik saja?" batin sendy yang melihat raut kesedihan di wajah alleta.
"Alleta, bagaimana kalau kita makan lagi ? ajaknya dengan nada ceria.
Alleta sama sekali tidak menggubris sendy, sendy pun menarik-narik gemas lengan baju alleta seperti anak kecil "Ayolah, aku sangat lapar,"
Alleta menghentikan aktifitas mencatatnya ,lalu ia melihat sendy yang nampak seperti anak kecil yang sedang merengek meminta uang jajan.
Alleta tersenyum "Baiklah".
Sendy tersenyum girang,
Bukannya makan, sendy malah mengajak alleta untuk jalan -jalan berjalan kaki membeli makanan di sepanjang jalan yang mereka lewati,dan membuat alleta menjadi sedikit lebih baik.
"Alleta bagaimana kalau kita makan makanan pedas? kamu suka pedas kan?" tanya sendy.
Alleta mengangguk, "Aku sangat suka" jawabnya cepat
"Suka sama aku?" tanya sendy polos.
"Hahah anda selalu membuat ku kesal" ucapnya lalu berjalan malas
"Hahhaha pemarah sekali " ucap sendy sambil tertawa lalu menarik tangan alleta dengan semangat. Mereka pun berlari kecil menuju satu restoran pedas dipinggir jalan.
__ADS_1
Sampailah di kedai ramen, alleta dan sendy makan ramen dengan level paling pedas,
"Ayo kita balapan" ucap sendy sambil memegang sumpit ditangannya.
"Ayok ! jawab alleta lalu mereka menyantap ramen nya.
Saking pedasnya alleta sampai menangis" "Pedas sekali ramen nya pak, aku sampai tidak bisa berhenti menagis." ucapnya sambil mengusap air mata dan keringatnya.
"Baguslah kau mengajak ku memakan ini, setidak nya aku bisa puas menangis" batin alleta.
"Menangis lah, menangis sepuasmu." batin sendy. "Hahhaha ayok makan lagi alleta " ucap sendy.
Sampailah di lobby hotel, "Terimakasih hari ini pak sendy, terimakasih sudah mentraktirku" ucapnya sambil tersenyum.
"Anytime alleta," jawabnya.
Alleta dan sendy sudah naik menuju kamar mereka, terlihat aditya sedang menunggu alleta di depan pintu kamar nya "Dari mana kalian?" tanya nya.
"Bukan urusan mu" jawab alleta ketus lalu berbalik melihat kearah sendy.
"Pak sendy, terimakasih, selamat beristirahat," ucap alleta lembut lalu melewati aditya tanpa bicara sepatah katapun.
Aditya mengikuti alleta, "Alleta please dengerin adit dulu". ucap aditya yang sudah tidak memperdulikan sendy yang masih ada disitu
"Ngga" ucap alleta.
Sendy tiba-tiba memegang lengan aditya "Dit, dia ga mau, jangan maksa"
"Ini bukan urusan mu, kenapa kau sangat senang ikut campur? kau menyukainya?" tanya aditya sambil menunjuk alleta
"Aditya!" alleta membentak aditya.
"kenapa?! apa aku salah bertanya?"
"Iya aku menyukainya, kenapa? kau hanya mantan pacarnya nya, sekarang kalian sudah tidak punya hubungan apa-apa, jadi tolong jaga sikapmu" ucap sendy yang nampak serius.
"Pak sendy?" gumam alleta.
"Hahaha kau menyelidiki kami? aku tidak heran, seorang playboy seperti mu pasti langsung banyak mencari tau tentang target mu kan?" ucap aditya
"Mas adit ! STOP mas!" ucap alleta.
"Hahha bukannya seorang playboy lebih baik di bandingkan pria arogan yang sangat posesif seperti mu?" ucap sendy.
"STOP !!! kalian fikir aku ini apa? pak sendy, tolong jangan ngelantur, kita disini buat kerja!!! Dan kau, apalagi yang mau kamu bicarakan? aku hanya memberimu 5 menit, masuk lah!ucap alleta.
"Al" ucap sendy ragu
"Saya minta maaf untuk kejadian ini pak, nanti saya pasti akan menjelaskannya, sekali lagi saya minta maaf, selamat beristirahat pak sendy, saya harus bicara 4 mata dengan pak adit" ucapnya lalu masuk kedalam kamar nya.
Sendy hanya mematung tanpa menjawab,sedangkan aditya tersenyum penuh kemenangan lalu masuk.
__ADS_1