ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
part 70


__ADS_3

Pagi hari,


Alleta dan sendy sudah berada di lobby hotel, alleta nampak pendiam, terlihat dari jauh mario sedang berlari kecil ke arah mereka dengan handphone yang ada di tangannya.


"Kau lama sekali mario ! membuat ku kesal saja" ucapnya


"Maaf pak, saya baru saja online bersama pak hazel, pak aditya memaksa pulang tadi malam dengan jet pribadinya, jadi hari ini kita cek lokasi tanpa mereka."


Alleta hanya tersenyum asam, sendy yang terlihat kecewa dengan expresi alleta yang terlihat sedih mendengar aditya pergi.


"Bagaimana alleta, apa kau tidak keberatan?" tanya sendy hati-hati.


"Tentu tidak apa ? apa yang harus membuat ku keberatan, bukannnya itu bagus? kita bisa menjadi lebih leluasa untuk bekerja?" jawabnya


"Baiklah"


"Pasti kamu sangat sedih mas" batin alleta


Hari terakhir survey alleta nampak tidak banyak bicara, alleta hanya sibuk memotret dan mencatat, begitu juga sendy yang hanya diam mengikuti alleta.

__ADS_1


"Pak, seperti nya semuanya sudah cukup, kita bisa kembali ke jakarta besok"


"Kalau kau bilang sudah cukup, aku akan percaya"


"Jangan begitu, sebaiknya bapak periksa dulu, siapa tau ada kekurangan atau ada ide lain"


"Baiklah"


"Bagaimana kalau kita pulang ke hotel?" tanya alleta


"Apa sebaiknya kita makan dulu ?


"Bapak saja, saya belum lapar"


Di kamar hotel


Alleta menjatuhkan tubuhnya ke ranjang "Ini yang terbaik, jangan kau sesali keputusan mu alleta, ini demi hidupmu dan kehidupan aditya, aditya tidak akan berkembang bila ia bersamamu, kau hanya akan menjadi beban nya" batin alleta


Dijakarta

__ADS_1


Aditya menjadi orang yang sangat pendiam dan dingin.


"Tuan, apa telah terjadi sesuatu ? anda tampak pendiam setelah pulang" tanya hazzel hati-hati


"Tidak usah memikirkan ku, urus saja pekerjaan mu" jawabnya dingin


"Baik tuan muda, hubungi aku bila ada yang anda butuhkan"


"Hmmm"


Selang beberapa hari alleta dan aditya benar benar tidak berkomunikasi sama sekali, tiba dimana shooting akan dimulai sampai akhirnya mereka bertemu.


Alleta dan aditya seperti layaknya orang asing yang tidak saling mengenal, mereka berdua hanya bekerja dengan job desk nya masing-masing, Namira ditunjuk langsung oleh aditya untuk menjadi model iklan tersebut, namira selalu menempel pada aditya, walaupun aditya selalu memberikan sikap dingin padanya, lain hal nya dengan alleta yang dari tadi tidak berhenti bekerja, dari kejauhan aditya memperhatikan sendy yang terus menerus mendekati alleta. Aditya menatap tajam dari kejauhan, alleta yang menyadari aditya sedang memperhatikanya langsung memunggungi aditya. Shooting sudah berlangsung dan semuanya lancar, semua team sangat senang, karena shooting bisa selesai dengan cepat.


Alleta menghampiri namira yang sedang duduk sambil mengotak ngatik ponselnya, alleta datang menghampiri nya, "Hai Mbak namira, anda pasti sangat lelah, terimakasih untuk kerjasamanya." ucap alleta dengan sopan sambil memberikan sebotol minuman segar untuk namira. Namira pun tersenyum ramah lalu bangkit dari duduk nya, "Sama-sama mbak alleta, aku pun senang bekerjasama dengan team mbak" ucap namira.


Alleta tersenyun "Baiklah mba, saya tinggal yah, selamat menikmati minumannya" ucap alleta lalu pamit


"Ternyata alleta memang wanita yang baik, pantas saja aditya sulit melupakannya."batin namira cukup sedih.

__ADS_1


"Apa yang aku fikirkan? aditya kan sudah bilang akan menerima ku perlahan, aku sudah tidak usah terlalu khawatir lagi" batinnya yang mencoba menghibur dirinya sendiri.


Namira pun memutuskan pergi ke ruang ganti untuk berganti pakaian.


__ADS_2