ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#78


__ADS_3

Alleta, sendy dan mario sudah sampai di kantor  aditya, di lobby ia bertemu dengan aditya dan namira yang baru selesai makan siang. "Alleta? " gumam aditya.


Namira yang melihat alleta langsung memasang mode pacar, ia langsung menggandeng lengan aditya dengan mesra. "Hei kalian udah dateng? " tanya namira dengan wajah cerahnya.


"Iya, kita baru aja dateng" jawab sendy santai. Sedangkan alleta hanya mengangguk.


Aditya malah seperti orang bodoh yang hanya diam, padahal tad ia sangat terlihat senang.


Mereka masuk kedalam lift.  Alleta bersikap sangat profesional, begitu pula sendy. mereka masuk ke ruangan meeting, begitu masuk alleta langsung mempersiapkan presentasi terakhir nya yang di bantu sendy. Sesekali mereka saling tersenyum membuat aditya kesal.


Presentasi pun dimulai, semuanya terdengar sempurna. Namira terus menempel pada aditya. Namun aditya seperti nya menantikan moment alleta cemburu, maka ia membiarkannya. Tapi ternyata tidak sesuai prediksi nya, alleta sangat fokus dengan pekerjaan nya.


"Dia benar-benar tidak terganggu" batin aditya.


"Kenapa aditya diam saja? harus nya dia memarahi namira, apa dia sengaja membuat alleta cemburu? " batin sendy.


"Baik pak aditya, bu namira sampai bertemu di hari H ya" ucap alleta sembari mengajak salaman, dan mereka pun menyambutnya. Alleta dan sendy pun pamit.


Di dalam kantor alleta.Sendy, alleta dan team nya membuat meeting darurat untuk membahas Event Launching produk aditya, mereka semua nampak sangat sibuk satu sama lain, apalagi alleta, handphonenya benar-benar tidak berhenti berdering dari beberapa vendor terkait.


"Kamu mau kemana?" tanya send itu melihat alleta yang nampak tergesa bergegas.


"Hmmm, aku akan ke ballrom hotel xx" aku ingin memastikan lagi tempat yang kita pilih sudah terbaik, kenapa pak?" tanya nya.


"Ini sudah malam, besok saja aku temani, lagipula pasti bagian marketing disana sudah pulang, jangan mengganggu waktu mereka dengan keluarganya al" ucap sendy.


"Benar juga, ya sudah aku pulang saja." ucapnya.


"Eh jangan juga."


"Kenapa lagi sih?" tanya alleta mulai kesal.


"Bapak jangan ganggu waktu saya juga dong dengan keluarga saya." ucap alleta


"Hahahah keluarga mu kan didesa, " ucapnya sambil menahan tawa,


Alleta langsung melipat mulutnya dan menahan tawa juga, sampai akhirnya mereka tertawa bersama.


"Hahahhaah anda sangat menyebalkan pak." ucap alleta


"Kamu sangat cantik alleta." balas sendy.


"Dasar gila" ucap alleta lalu pergi


"Hahaha, jangan marah" ucap sendy sambil merangkul alleta.


"Ah lepaskan aku, dasar bodoh" ucap alleta reflexs, kemudian ia menutup mulutnya karena kaget dengan ucapannya.


"Maaf" ucapnya pelan.


"Hahahahah tidak apa-apa. ini kan udah bukan jam kerja lagi, aku senang akhirnya kamu bisa memperlakukan aku tidak seperti atasanmu" ucap


"Cih, dassar" ucap alleta dengan wajah tengilnya.


"Eh iya, hari ini aku mau ketemu damar, katanya metta mau nyusul, kamu ikut aja?" ucap sendy


"Metta?" "Mau" ucapnya.


"ya udah ayo" ajak sendy dan mereka pun pergi.


Di cafe.


Damar sudah datang terlebih dahulu,ia melambaikan tangannya menyapa kedatangan alleta dan sendy.


"Waw ada apa nih? kok dateng nya barengan?" tanya damar sedikit menggoda


"Apa yang salah, kita kan sekantor" jawab allet yang langsung meminum minuman milik damar.


"Hih dasar, kebiasaan " ucap damar, dan alleta hanya tertawa melihat damar kesal.


"AAA ANAK ILANG GUE DATENG!!!" teriak metta dengan suara kencang lalu mencium pipi alleta.


"Akk kebiasaan !!" ucap alleta sambil mengelap pipi nya


Damar dan sendy hanya tertawa, "Kenapa liat-liat?" tanya metta pada sendy.


"Aku?" hahha mana ada aku liat-liat?" hahah jawab nya canggung.


Yang lain langsung tertawa alleta hanya tersnyum sambil geleng-geleng.

__ADS_1


"Kebetulan letta lo dateng" ucap metta dengan wajah murung.


"kenapa?" tanya alleta sambil menikmati pizza nya


"Baca ini." ucap metta sambil memberikan handphonenya.


"Metta, ayo balik lagi sama iqbal, iqbal janji ngga akan nakal lagi dari metta, maafin iqbal yah?"


"IQBALKU"


Begitulah  kira-kira isi pesan iqbal.


"Iqbal? kak iqbal?" tanya alleta tidak percaya sambil menutup mulutnya,secara tidak sengaja alleta pindah bergeser keposisi sebelah metta yangsaat itu mereka terhalang oleh sendy.


"Iya, gimana dong?" tanya nya


Bla bla bla bla ... akhirnya mereka berdua malah asik sendiri tanpa memperdulikan damar dan sendy.


"Balikan aja kalau masih sayang, ribet banget lu." ucap damar


"Eits, mas damar, ga semudah itu balikan sama mantan" ucap alleta tegas


"Emang lo gamau balikan sama adit?" tanya metta tiba-tiba membuat alleta langsung diam beberapa sat lalu menyentil kepala metta.


"Pletakkk .. jangan bahas yang tidak-tidak" ucapnya


"Aw" ucap metta sambil mengelus-ngelus dahinya.


"Oia emang si adit ga ngajakin lo balikan dek?" tanya damar polos, ia tidak tau kalau sendy menyukai alleta, dan parahnya alleta pun malah menjawab polos, ia lupa kalau kemarin sendy menyatakan perasaannya.


"Naha itu dia mas, dia terus-terusan aja ngajakin gue balikan, bikin gue kadang-kadang bingung" ucapnya kemudian melamun.


"Oh jadi dia masih merasa bingung?" batin sendy.


"Kenapa mesti bingung kalau masih sayang?" tanya damar


"Pake nanya lagi, ka aditya sama alleta kan ga cocok dar dulu, gue aja heran mereka ahirnya bisa pacaran." jawab metta polos


"Iya ya, gue kan ga pernah akur juga ya sama dia dulu?" hahha ucap alleta polos.


"Makanya kan?"  jawab metta


"Gatau juga, mas adit ga seburuk yang kalian kira" jawabnya dengan nada melayang.


"Ga seburuk yang kita kira gimana? ntar lo ngilang lagi, dah gitu dulu  kak dimas ampir mati dipukul dia, jangan balikan lett, gue ga setuju, lo gak akan berkembang kalau pacaran sama orang kaya kak aditya, bisa-bisa lo cuma terkurung di rumah, atau malah, abang-abang sayur yang lewat bisa aja dia pukul karena cemburu lo beli sayuran di dia." jawab metta asal.


Membuat mereka semua tertawa termasuk alleta.


"Sialan lo" ucap alleta


"Jadi gara-gara masalah itu mereka putus?' batin sendy.


"Eh btw, kok kalian bisa bereng?' tranya metta pada sendy.dan alleta


"Oh, iya, ternyata dia bos gue di kantor." jawab alleta


"Oh gitu? suka ya lo mas sama alleta?" tanya metta lagi-lagi polos.


"Metta" ucap alleta sambil mencubit paha metta.


"Hahahha ada apanih?" tanya damar


"Iya nih, tapi cuma aku nih yang suka ama dia, dia nya ngga." jawab sendy


"Hahahha"Metta dan damar tertawa berbarengan.


Begitu pula sendy.


"Ih apaan sih kalian?" jawab alleta


Akhirnya obrolan pun sudah mulai tidak terarah, mereka berempat sangat menikmati pertemuan langka itu.


Mereka pun berpisah.


Sendy kembali menawarkan untuk mengantar alleta.


"Tidak usah pak, saya pakai taxi aja" ucap alleta


"Hmm ongkos taxi mahal loh, jangan berharap gue mau nganter juga, gue ama mas damar mau ke suatu tempat dulu." ucap metta.

__ADS_1


"Cihh dasar, ya udah" alleta pun meng iya kan


Di perjalanan alleta dan sendy banyak diam, karena alleta fokus memeriksa email-email yang masuk. dan begitu pula sendy,


"Kring-kring"  panggilan masuk dari handphone sendy.


"aduh siapa lagi." gumamnya


"Biar aku bantu ambil pak" ucap alleta, sendy pun tersenyum mengiyakan.


Alleta memencet tombol hijau nya, lalu me load speaker panggilan dari mario.


"Sen lo dmn?" tanya mario.


"Baru mau balik, kenapa?"


"Ini pak mario kan? kenapa dia snagat santai? apa mereka berteman?" batin alleta.


"Lo udah cek email yang masuk dari kantor cabang surabaya belum, kayanya ada yang aneh, lo cek dari awal kontrak deh, gue banyak nemuin keganjilan nih."


"Hmmm biar ntar gue cek di rumah, gue masih di jalan, kebetulan loptop gue ketinggalan.


"Kamu bawa laptop?' tanya sendy setengah berbisik.


Alleta menggelengkan kepalanya.


"Ya udah ntar aja maleman gue cek" ucap nya


"Dewasa sen, ini bukan main-main."


"Hmmm oke, gue balik kantor bentar lagi."


Tuttt.. tuttt ...


"Alleta, ini agak mendesak, kamu ga apa-apa kalau aku bawa kebut?' tanya aditya


"Ga masalah" ucap alleta sambil tersenyum.


"Ada masalah apa yah? sikapnya sangat tenang, tapi wajahnya terlihat sangat khawatir" batin alleta.


Mereka pun sampai.


"Pak sendy, laptop ku ada di atas, bapak cek diatas aja." ucap alleta


"Di apartement mu?" tanya sendy ragu.


Alleta malah mengangguk mantap.


"Tidak apa-apa, ayo naik." ajaknya sambil menuntun tangan sendy.


Sendy nampak bingung namun ia tersenyum. Mereka pun sampai.


"Alleta, kamu serius ngga apa-apa aku kesini ?" tanya sendy ragu saat didepan pintu


"Huftt emang nya kenapa? inikan mendesak." ucap alleta


Mereka pun masuk, sendy tersenyum begitu masuk ke apartement alleta. yang bernuasa monokrom namun sangat cantik.


"Duduk pak, tunggu sebentar aku ambil dulu laptop ku"ucap alleta sambil  mempersilahkan sendy duduk di sofa nya. Sendy pun tersenyum dan menuruti perintah alleta.


"Ada apa dengan ku, ini pertama kalinya aku canggung datang ke tempat seorang wanita, Ini benar-benar bukan gaya ku, alleta memang sangat berbeda" batin sendy..


Alleta pun keluar, Ia keluar memakai kaos over size berwarna pink pastel kesukaannya dan celana pendek berwarna putih, dengan rambut yang ia ikat cepol acak. Sendy dibuat terpesona, melihat alleta yang berpakaian santai, bibirnya berwarna pink, dengan alis sedikit tebal, wajahnya sangat polos tanpa make up namun benar-benar cantik bagi sendy.


"Heheheh , lama yah? maaf, tadi aku lupa dimana menaruh charger ku" ucap alleta sambil tersenyum polos.


Sendy hanya tersenyum canggung, "Jangan sampai aku terlihat bodoh barusan." batinnya


"Ini pak laptop nya" ucap alleta.


"Oh iya" jawab sendy.


Sendy pun membuka laptop alleta dan alleta pergi ke kitchen untuk membuatkan sendy teh. Alleta selesai, ia memberikan teh nya lalu duduk disamping sendy.


"Minum teh nya pak, aku sengaja tidak membuat kopi, anda kan tadi baru minum kopi"


"Hehehe iya, terimakasih alleta"


"Sama-sama"

__ADS_1


__ADS_2