
Tidak seperti biasanya, kali ini farrel pergi diam-diam mengikuti alleta, namun ia kalah cepat dengan aditya yang sudah lebih dulu mengikutinya.
Tanpa aditya sadari, tempat yang alleta tuju adalah kampus, "Untuk apa ia datang kemari lagi?" batinnya.
Beberapa saat setelah alleta turun, aditya pun memarkirkan mobilnya dan mengikuti alleta diam-diam yang tampak sedang mencari seseorang, sampailah di Pos tempat jack selalu beristirahat, "Jack !!" serunya sambil tersenyum dan berlari kecil ,
"Eh si neng, gua kira lu kagak bakal balik, hampir aja gua jual nih koper lu" ucapjack sambil menepuk koper alleta
"Hahaha, mana mungkin gua ga balik, by the way, thank you ya jack" ucap alleta sambil memberikan uang pada jack.
"sama sama neng" ucap jack sambil menempelkan uang 50.000 nya di jidat. alleta pun tertawa dan pamit
betapa kaget nya saat dia berbalik sudah terlihat aditya di belakang nya "adit???!" ucapnya kaget sambil membulatkan matanya.
"ayo pulang" ucap aditya datar sambil menarik tangan alleta
"gamau ! lepasin !! jawab alleta.
"Hufft " aditya membuang nafas kasar, kebetulan saat itu alleta memakai swetter hoodie kebesaran , aditya memakaikan hoodie ke kepala alleta namun kemudian ia menariknya sampai alleta tidak bisa melihat apapun
"Eh siapa nih? jangan gila, lo mau mati?!" seru alleta dengan penuh keberanian.!!! Tanpa banyak bicara langsung menarik masuk alleta kedalam mobil dan mobilnya pun melaju.
mobil farrel dan aditya saling berpasan berlawanan arah
"jack, liat alleta ga?" tanya farrel .
"noh, di bawa si adit barusan" ucapnya sambil menunjuk mobil aditya.
"sial, lagi-lagi gue kalah cepet dari aditya!!"batinnya kesal.
"Alleta brusaha melepaskan tali hoodie nya, betapa kagetnya dia saat melihat orang yang menarik paksa dirinya kedalam mobil adalah aditya "Emang lo paling brengsek adit ! ucapnya kesal.
__ADS_1
Aditya langsung mengerem mobilnya, "cupp" bibir aditya kembali mendarat ke bibir mungil alleta yang berhasil membuat alleta mematung. "Kalau kamu ngomong terus, itu tanda nya kamu minta aku cium" ucapnya sambil tersenyum menyebalkan. Jangan kan menjawab, bahkan berkedip saja alleta nampak tidak mampu.Dan alleta masih tetap mematung, "gitu dong anak baik", ucapnya sambil tersenyum senang, kemudian ia kembali melajukan mobilnya kembali.
Alleta yang terlihat gugup memutuskan untuk duduk tegak sambil memandang kedepan tanpa bicara. Aditya diam-diam tersenyum melihat alleta yang benar-benar diam tanpa bicara sepatah katapun, perlahan Tangan aditya memegang tangan alleta dan sesekali mengelus lembut tangan mungil alleta. dalam suasana romantis aditya masih saja mengganggu alleta , "ko hoodienya ga jadi di buka?" tanya nya jahil.
Alleta masih tidak menjawab . aditya hanya tersenyum jahil
"Emang brengsek si aditya, kenapa gue harus ketemu orang macam dia sih, sial sial sial, dan kenapa gue sama sekali ga bisa ngomong apa-apa? ya tuhan ada apa denganku" batinnya.
Kring .. kringgg nada dering ponsel alleta memecah kesunyian dalam kabin,
"ADUH SIAPA SIH INI TELFON MULU" batin alleta sambil berusaha mereonggoh ponsel nya didalam tas.
" KA FARREL"
Aditya kesal melihat notifikasi nama di ponsel alleta, lalu merebut paksa ponsel dari tangan alleta.
"Al " ucap farrel dari sebrang
"Adit!" ucap alleta kesal.
"Jangan angkat telepon dari dia" ucap aditya dingin, matanya sama sekali tidak melihat alleta, suara nya terdengar dingin, namun sangat serius dan lagi-lagi membuat alleta tidak bisa melawannya.
"SIAL EMANG SI ADIT !!"ucap farrel kesal
Beberapa saat berlalu, Alleta melihat ke arah aditya tanpa melepaskan hoodie nya dan tanpa bicara sepatah katapun.
"Liat kedepan atau gue cium lagi" ucap aditya datar
//DEG// alleta langsung membenarkan posisi duduk nya, "Kenapa ia selalu mengancamku dengan ciuman itu, jangan sampai aku jadi terbiasa dengan ancamannya!! mau kemana sih sebenernya si gila ini?! batin alleta nampak cemas.
Mereka sudah sampai ke tujuan, aditya sudah memarkirkan mobilnya kesebuah basement ,
__ADS_1
"ko dia berhenti" batin alleta.
"Ayo turun al" ucap aditya sambil membuka pintu mobil alleta, kali ini aditya menarik tangan alleta dengan lembut, dan lagi-lagi alleta pun menurut.
Alleta masih tampak bingung, tanpa melepaskan hoodienya, karena malu tadi aditya menciumnya, mereka saling berdiri berhadapan, aditya melepas hoodie alleta dengan lembut.
Alleta meihat ke sekitar dengan mata yang mash mengedip ngedip dengan mulut yang agak monyong, terlihat imut,
"Ayok masuk " ucap aditya sambil memegang tangan alleta
"Eehh eehh ehh mau kemana ? apart siapa ? gamau!!" ucap alleta menahan tangan aditya
"Huftt// aditya kembali membuang nafas kasar. "Alleta nurut dong, kalo ga!" ucap aditya.
"Kalo ngga apa?!" tantang alleta
"KALO GA GUE CIUM LO DISINI !
/DEGG/
"GAMAU DASAR TUKANG MAKSA " tolak alleta sambil membuang mukanya lalu melipat kedua tangan nya.
"Nurut dong al, ayo kita naik keatas, maafin adit ya, yuk kita naik, kita ngobrol diatas" ajak aditya lembut,
"Gamau adit" gue ga bisa terima hal kaya gini, ngerti dong" ucap alleta "Lagian gue mesti balik ke tempat kerja, hari ini gue ga dateng, gue gamau dipecat" ucap alleta tegas.
"Masalah kerja, gampang, aku udah suruh orang gantiin kamu, kalo masalah tempat tinggal, lupain, ini apart udah aku beli buat kamu, titik! aku ga terima penolakan!" ucap aditya ga kalah ketus lalu menarik kasar tangan alleta dan naik.
"Apaan sih, siapa lo atur atur gue ah! lo ga behak adit" ucap alleta,
"Bawel ! udah ayo naik dulu" . ucapnya sambil menggenggam tangan alleta dan menariknya, dan akhirnya alleta menurut.
__ADS_1