ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#44


__ADS_3

Alleta sudah mulai siuman, dia membuka matanya perlahan, samar samar dia melihat sosok pria di depannya "Mas adit? ucapnya pelan.


"Ternyata aku sama sekali tidak terlihat olehmu" batinnya kecewa


Sosok nya semakin jelas, "kak farrel?" ucap alleta sedikit bingung, farrel hanya tersenyum


"Apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya nya lembut


Alleta belum menjawab, dia masih sangat bingung dan menyusuri keadaan sekitar, perlahan ia membetulakan posisi tidur nya menjadi setengah duduk, farrel kembali membantunya,


"Aku kenapa ka?" tanya nya masih bingung


"Tadi kamu pingsan"


"Pingsan ?" tanya nya bingung, lalu memegang kening nya sendiri.


"Oh ternyata aku benar-benar sakit" ucapnya sambil tersenyum


Farrel pun tersenyum mendengar ucapan alleta "Kelihatannya kamu lebih baik"


"Hehehe maaf aku jadi repotin, ko kak farrel bisa anterin aku sih?"


"Aku kan udah janji mau jemput kamu kemarin, ahh kamu, apa sedikit aja kamu ga pernah ingat aku?" ucapnya tiba- tiba.


"Sial, apa yang aku ucapkan, kenapa aku harus mengucapkan kalimat ini di situasi sekarang?!"batin farrel


"Aduh kenapa dia ngomong gitu, apa aku salah bicara?"batin alleta


*Canggung ... canggung*

__ADS_1


Kriukkk kriukkk


Tiba-tiba suara perut alleta membantu mencairkan suasana, mendengar suara perut alleta farrel dan alleta pun tertawa bersama


"Hahahahhahahaha" tawa mereka berdua memecah kecanggungan,


"Kita makan setelah infus kamu habis yah" ucap farrel lembut


"SEBAIKNYA KAU PULANG, AKU SUDAH DISINI ! tiba tiba suara aditya terdengar jelas .


Farrel pun bangun dari duduk nya "Kau sudah sampai?"


Aditya sama sekali tidak menghiraukan farrel, dia langsung meghampiri alleta,


"Kenapa kamu ga bilang kamu sakit" ucapnya sambil memeluk alleta


"Aww aww, mas infus ku sakit" rintih alleta


"Mas, ngga gitu, kak farrel yang bantu aku, kamu ga boleh bersikap seperti itu, kamu harus nya berterimakasih sama kak farrel" ucap alleta


"Permisi pacarnya mba alleta, ini obat yang harus di tebus" ucap suster sambil memberikan resep ke arah farrel.


"Mampus gue" batin alleta


Farrel tersenyum "Baik, terimakasih sus"


"Mbak alleta beruntung punya pacar yang baik" ucap suster


"SAYA PACAR NYA ! BUKAN DIA!" ucap aditya kesal kemudian merebut resep dari farrel.

__ADS_1


Suasana canggung, dan suster itu lebih memilih untuk pergi


"Aduh sepertinya aku salah bicara" batinnya


"Biar gue yang tebus obatnya, lo balik aja" ucap aditya pada farrel


"Mas!" ucap alleta


Farrel membuang nafas kasar, "Letta, aku pulang yah, kamu udah ada aditya, telepon aku kalau kamu butuh apa-apa, oke?" ucap farrel lembut


Alleta tersenyum ke arah farrel "Makasih ya kak, udah bantu aku hari ini, kamu hati-hati" ucap alleta


Aditya hanya diam dengan wajah kesal nya


"Oke" jawab farrel sambil tersenyum lalu melihat ke arah aditya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan dan pergi tanpa bicara apa-apa.


"Kamu tunggu disini, aku tebus obat kamu dulu" ucap aditya lembut, alleta hanya menganggukan kepala dan aditya pun pergi.


Tanpa alleta ketahui, aditya menyusul farrel ke luar.


"Rel, tunggu" ucap aditya


Farrel membuang nafas kasar, lalu membalikan badannya malas


"Kenapa lagi?"


"Gue mau bilang makasih, lo udah anter pacar gue ke rumah sakit, tapi kali ini juga gue serius, buat kedepan nya jangan terlalu ikut campur sama hubungan gue dan alleta" ucapnya dengan nada serius dan pergi.


"Gimana kalau gue nolak buat ikut campur?!" Ucap farrel dengan nada sedikit berteriak, hingga menghentikan langkah aditya, aditya pun berbalik menatap tajam farrel dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


"Hari ini gue udah putusin buat tetep ngejar alleta, gue ngga akan berhenti kecuali alleta yang minta, BUKAN LO!" Ucap farrel dengan nada yang tidak biasa membuat aditya terlihat sangat kesal.


__ADS_2