
Kring kring ... suara notifikasi handphone nenek
"Ya hallo "
"Nyonya saya sedang naik ke atas untuk menjemput anda" ucap sopir nenek. "Ya naiklah" jawab nenek lalu mematikan sambungannya. .
"Nenek pulang dulu, ajak gadis itu makan di rumah kalau kau ada waktu" ucap nenek sambil bangun dari tempat duduk nya.
"Baiklah nek" jawab sendy sambil tersenyum.
Nenek pun pulang, Sendy dengan wajah ceria nya datang menghampiri meja alleta yang kosong.
"Indie, kau liat alleta? " tanya nya penasaran.
"Seperti nya dia di pantry pak" jawab indie. "baiklah, thanks indie"
ucap nya sambil berlalu.
"Iya, akhirnya mas adit minta aku jadi pacarnya, ahh aku senang sekali". Tiba-tiba kata-kata namira terbesit di lamunan alleta.
Ia mengusap air mata yabg menetes di pipinya, " Astaga, ada apa denganku? sudah jelas aku yang minta itu semua, kenapa aku jadi menyesalinya" batin alleta. "Aw panassss" teriak nya, ia kaget sampai menyenggol mug yang ia pegang.
"Alleta, kenapa kamu ga hati-hati, mana yang sakit? " ucap sendy panik sambil meniup lengan alleta yang terkena air panas.
Alleta kaget tiba-tiba sendy sudah muncul dihadapannya. Alleta langsung menarik tangannya yang sedang di genggam sendy, "Aku ngga apa-apa".
" Ngga apa-apa gimana ? kau ini bodoh yah? kemari kan tanganmu, basuh dengan air kran" ucap sendy sambil menarik tangan alleta dan membasuh dengan air.
Sendy langsung mengambil kotak P3k yang tersedia di pantry, dengan lembut ia mengoleskan salep di tangan alleta. "Apa yang lagi kamu fikirin? " tanya nya lembut.
"Tidak pak, aku hanya ceroboh saja". jawab alleta berbohong.
__ADS_1
Sendy tersenyum, " Baiklah anggap aku percaya saja". Ucap sendy sambil tersenyum.
Alleta memandang wajah sendy yang terlihat ceria, "Pak, aku boleh bertanya ? " tanyanya.
"Boleh, tanya aja, wah? apa kau sudah mulai penasaran denganku? tanya nya dengan wajah bodoh.
" Cih, kau ini" ucap alleta sambil tersenyum kecil.
"Wah akhirnya kau tersenyum lagi"... ucap sendy lembut dengan wajah berbinar.
"Baiklah, apa yang mau kamu tanyakan? " tanya sendy kembali.
"Tidak, aku hanya penasaran aja kenapa anda selalu terlihat ceria, aku ingin seperti itu" tanya alleta.
"Bukannya kamu ahlinya? " jawab sendy.
"Ahlinya? " tanya alleta sambil mengerutkan dahi.
"Apa yang sedang bapak bicarakan? anda sedang mengejek ku yah? jawabanmu tidak menjawab pertanyaan ku, baiklah, aku pergi saja, terimakasih anda sudah mengobati ku". ucap alleta kemudian berjalan meninggalkan sendy.
" Lupakan aditya, mulai lah hidup baru mu" jawab sendy sambil berlalu melewati alleta yang hendak pergi. Bukannya alleta, tapi malah sendy yang pergi meninggalkan alleta. Alleta malah membatu mendengar kata-kata sendy. dan ia disadarkan oleh telepon dari bagian editing yang menghubunginya, ia pun pergi
Dikantor aditya...
"Wah selamat yah" "Cih, bisa-bisa nya dia menyelamati ku" gumam aditya kesal lalu pergi meninggalkan ruangan nya.
"Pak adit, anda sudah mau pulang? " tanya amanda yang kebetulan berpapasan dengan aditya.
"Hmmmm" jawabnya datar sambil berlalu.
"Lelah sekali mengejarnya" gumam amanda lalu pergi.
__ADS_1
"Bu alleta masih disini? ini sudah pukul 21.00 WIB loh bu" ucap tegar salah satu crew editing di kantor alleta.
"Astaga, aku sampai lupa waktu, pantas aja perutku sudah mulai berdemo, hehe" ucap alleta.
"Wendy, kau juga pulang saja, kita lanjutkan editing nya besok" ucap alleta.
"baiklah buk, aku akan melanjutkannya besok" jawab wendy, alleta pun tersenyum dan pamit untuk kembali ke mejanya mengambil tas yang masih tertinggal diatas.
"Wah gelap sekali" gumamnya sambil mengendap ke meja nya, semakin dekat semakin jelas terdengar sesorang yang sedang bertengkar, suara itu terdengar jelas di ruangan sendy.
"Cih dasar tidak berguna, kau selalu membantah apa yang aku katakan, sekang kau ingin membantahku untuk perusahaan kecil mu ini, jangan bercanda sendy, hidup mu tidak akan nyaman bila hanya memiliki perusahaan kecil ini" ucap seseorang, suara nya mirip dengan suara pria yang sudah paruh baya.
"Pak sendy?" gumam nya
"Jangan meminta ku melakukan apa yang papa minta, aku tidak mau nasib ku seperti ka sega, yang mati sia sia hanya karena tertekan oleh mu!" jawab sendy ketus tidak seperti sendy yang biasanya.
"Dasar kau anak brengsek ! PLakk " terdengar suara tamparan.
Alleta menutup mulutnya karena kaget, selain kaget, allta pun bingung harus berbuat apa, ia tidak bisa pulang tanpa tas nya, namun ia pun tidak bisa datang ke meja nya, karena akan sangat terlihat jelas terlihat ke ruangan sendy. "Apa yang harus aku lakukan? aku tidak bisa pulang tanpa tas ku, tapi aku juga tidak bisa terlihat oleh mereka, kasian pak sendy pasti akan merasa tidak enak kalau tau aku mendengar pembicaraannya?" gumam alleta.
"HAhahhahaa pukul aku pah, pukul yang keras, bunuh saja aku sekalian seperti papa membunuh ka sega dengan tekanan papa, tidak heran kakak ku sampai bunuh diri!!"
"Diam kau !!!" PLakkkk !!!!
Alleta semakin bingung, ia ingin masuk untuk menghentikan pertengkaran antara ayah dan anak itu, namun ia tidak punya kapasitas untuk sampai kesana, "Kasian pak sendy, ternyata dia ngga sebahagia yang aku liat" batinnya.
"Lihat saja, cepat atau lambat kau pasti akan menyesali keputusanmu ini" ucap papa sendy lalu keluar dan membanting pintu,saat keluar ia benar-benar berpapasan dengan alleta, tatapan papanya sangat menakutkan, alleta hanya mengangguk lalu tertunduk, dan papa sendy pun langsung pergi tanpa berkata apa-apa.
Alleta pun segera ke mejanya, ia melihat sendy sedang duduk menunduk, ia terlihat sangat frustasi, baru hari ini alleta melihat sisi lain dari sendy yang periang dan lembut, entah dorongan apa, rasa iba mengguyur perasaan alleta, ia pun perlahan menghampiri sendy ke ruangan nya, ia membuka pintu perlahan.
"Alleta?" ucap sendy dengan suara bergetar, wajahnya nampak sedih, tidak ada sendy yang ceria, ia terlihat benar-benar hancur. Alleta duduk disamping sendy, sendy menatap nya dengan mimik wajah yang sulit diartikan, entah dorongan apa, alleta tiba-tiba memeluk sendy sambil menepuk-nepuk bahu sendy dengan lembut. Sendy membatu, namun ia merasakan kenyaman yang luar bisa saat alleta memeluknya, ia balas memeluk alleta, wajahnya tepat berada di bahu alleta, tangisnya pecah, sendy menangis tanpa berkata apa-apa dan memeluk alleta dengan sangat erat.
__ADS_1
"Menangis lah, pasti hari ini sangat berat untuk mu" batin alleta.