ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#69


__ADS_3

Sendy masuk kedalam kamarnya, fikirannya seperti kosong dan hatinya terasa tidak tenang.


"Apa yang akan mereka bicarakan? apa alleta akan kembali pada aditya? ahh tidak mungkin , wajah nya terlihat kesal, mana mungkin mereka kembali, tapi .. aku sangat tidak tenang, ahhh aditya brengsek, gara-gara dia memancingku, allleta jadi tau aku menyukainya, kenapa dia harus tau dengan cara seperti ini ... " batin sendy frustasi


Di kamar alleta .. alleta membelakangi aditya "Waktu mu hanya 5 menit, apa yang mau kamu omongin?"


Bukannya menjawab, aditya malah memeluk alleta dari belakang.


"Jangan kaya gini mas" ucap alleta berusaha melepaskan pelukan aditya.


Aditya masih menahannya "Hanya 2 menit" ucapnya, pelukan aditya semakin erat. Alleta pun menyerah dan memutuskan untuk membiarkan aditya memeluknya. 2 menit berlalu,  "Kalau kamu ga mau ngomong, kamu keluar aja mas" ucap alleta.


Perlahan aditya membalikan tubuh alleta, "Aku gatau, aku harus ngomong apa, tapi apa yang kamu denger tadi siang tuh cuma salah faham, apa yang terjadi ga kaya yang kamu denger al" ucap aditya lembut.


Alleta tersenyum sinis, "Ini yang mau kamu omongin? kamu sampe bikin aku malu di depan atasan aku, bener-bener cuma karena kamu mau ngomongin ini? lagian ya aditya, aku ga perduli kamu ada hubungan atau ngga sama dia, itu udah bukan urusan aku lagi, kamu mau ada hubungan , kamu mau ciuman sama dia, itu bukan urusan aku lagi, jadi aku mohon, jangan bersikap seperti ini mas, aku disini untuk bekerja jangan mempersulit aku. Aku gamau di pecat gara-gara masalah seperti ini mas." jawab alleta.


"Apa selama ini aku mempersulit kamu?" tanya aditya lemas.


"Kamu sangat mempersulit aku, sikap mu yang seperti ini sangat mempersulit aku mas". Jawab alleta.


"Jawab aku dengan jujur, apa kamu bener-bener mau buang aku? aku ga bisa lupain kamu alleta, adit sayang alleta"

__ADS_1


"Aku ngga pernah buang kamu, aku harus gimana sih mas biar kamu ngerti? kita udah dewasa, kita udah bukan mahasiswa lagi, ayolah, kalau udah ngga ada yang mau kamu omongin lagi, sebaiknya kamu keluar, aku capek mau istirahat"ucap alleta.


Aditya menarik tangan alleta, lalu melingkarkan satu tangan nya kepinggang alleta, wajahnya mereka sudah sangat dekat.


//Deg// jantung alleta berdegup dengan kencang


"Apa kamu udah ngga ngerasain apa-apa buat aku?" tanya aditya lembut.


Alleta hanya memandang wajah aditya, wajah aditya semakin mendekat, alleta mencoba melepaskan tangan aditya, namun aditya tetap menahannya.


"Apa kamu bener-bener udah punya perasaan sama aku?" tanya nya, lalu mencium bibir alleta


bukannya mendorong, alleta malah membalas ciuman aditya, mereka berdua berciuman dikamar alleta, aditya tersenyum dengan sikap alleta yang malah membalas ciumannya, mereka pun malah terus berciuman sampai mereka terjatuh di sofa, ciuman mereka semakin panas, namun alleta menghentikan ciuman nya,


Alleta pun mmendorong tubuh aditya perlahan


"Kenapa?" tanya aditya sambil mengelus lembut pipi alleta, lalu menyelipkan rambut alleta ketelinganya.


"Ini ga boleh, kamu udah punya orang lain, kita udah putus, ini ga bener mas, sebaiknya kamu keluar" ucap alleta lalu bangun dari sofa.


"Al, apa maksud kamu??"  aditya mulai bingung

__ADS_1


"Kita udahin semua disini, anggap yang barusan ngga pernah terjadi."


"Al !!!" aditya mulai kesal.


"Aku udah ga mau punya hubungan apa-apa sama kamu, aku harap kita bisa bersikap dewasa, aku capek, aku mau istirahat. " ucap alleta tanpa melihat aditya


"Alleta," ucap aditya lemah. Aditya kembali membalik tubuh alleta dan mencoba mencium alleta kembali, namun kali ini alleta menolak, dan menghindari ciuman aditya.


"Mulai sekarang jangan ganggu aku lagi, hubungan kita selesai, kamu keluar, atau aku yang pergi" ucap alleta.


Aditya tidak menjawab


Alleta menghela nafas "Baiklah,biar aku aja yang pergi" ucapnya, namun lagi-lagi aditya menghentikan alleta.


"Kamu benar-benar ingin mengakhiri hubungan kita? kamu benaran ikhlas kalau aku menerima cinta namira? apa kamu benar-benar akan tenang dengan hanya berteman dengaku?" tanya aditya.


Alleta mengangguk yakin sambil menahan air matanya.


"Baiklah, anggap ciuman tadi adalah ciuman terakhir kita. aku ga akan ganggu kamu lagi al."


"Bagus, jangan ganggu aku lagi, mulai besok anggap kita ga pernah saling kenal."

__ADS_1


Aditya tersenyum sinis, "Akan aku turuti apa mau kamu, apapun yang kamu mau aku akan berusaha mengabulkannya." ucap aditya.


Aditya pun keluar dari kamar alleta, alleta menyendarkan tubuhnya ke pintu dan menangis, ia un tidak mengerti kenapa ia harus menangisi keputusan aditya, "Kenapa aku harus menangis? aku yang memintanya melakukan semua itu, tapi kenapa aku malah merasa sangat sedih" batin alleta.


__ADS_2