
Tangis alleta mulai melemah, farrel memegang kedua pipi alleta dengan lembut "Jangan nangis letta, please jangan tangisin aditya, please" ucap farrel lembut
Allleta yang masih terisak hanya bisa diam menatap farrel.
Aditya dan tari duduk di taman ... "Cukup tar, berhenti" ucap aditya
"Kenapa aku harus berhenti dit?" tanya tari
"Karena ngga ada lagi yang bisa di perjuangkan". ucap aditya
"Bukan ngga ada lagi dit, tapi kamu yang ga mau berjuang lagi, kita bisa sama-sama lagi kalau kamu mau, cuma tinggal kamu nya dit" ucap tari ber api-api.
Aditya menatap tari dengan senyuman sinis "Gue udah suka sama orang lain, gue udah sayang sama orang lain, dan gue kira ini udah cukup jelas, kita jalanin aja hidup kita masing-masing mulai sekarang, ga usah berjuang lagi, karna lo cuma bakal berjuang sendirian" ucap aditya kemudian pergi meninggalkan tari
Alleta dan farrel sudah ada di dalam mobil farrel, alleta mematikan ponselnya.
"Kita jalan-jalan aja yah?" ucap farrel
Alleta menatap farrel mengangguk, farrel hanya tersenyum lalu melajukan mobilnya
"Kamu lagi pengen kemana?" tanya farrel
"Hmmm, kak, boleh ga kalo kita pergi cari bahan?" tanya alleta
"Bahan apa?" tanya farrel sambil mengerutkan dahinya
Alleta tiba-tiba tersenyum "Bahan pakaian, aku mau ikut lomba fashion design " ucap alleta yang tadi terlihat sedih tiba-tiba tersenyum sumeringah.
Farrel tersenyum melihat perubahan mood alleta yang jauh lebih baik dari pada beberapa saat lalu, farrel tersenyum kemudian mengangguk "let's go" ucapnya . Mereka berdua tersenyum apalagi alleta, wajahnya terlihat sumeringah, matanya pun berbinar senang.
Seharian farrel menemani alleta berjalan-jalan mencari semua kebutuhan alleta untuk mengikuti lomba.
farrel dan alleta sangat dekat, sesekali mereka bercanda, seolah farrel bisa mengalihkan kesedihan alleta hari ini.
Di tempat lain, aditya merasa kesal dan khawatir, ponsel alleta mati dari sejak kejadian tadi siang, aditya mencari alleta ke coffee shop, tapi ternyata alleta hari ini jadwal liburnya, aditya nampak kesal lalu pergi.
Di tempat lain, selesai makan bersama, farrel mengajak alleta nonton, tanpa berfikir alleta langsung mengiya kan, mereka pun pergi ke bioskop, alleta dan farrel memesan tiket, mereka memutuskan menonton film horror, farrel membelikan alleta pop corn dan minuman. mereka pun masuk ke gedung bioskop, mereka duduk bersebelahan, di tengah film berlangusng alleta malah tertidur di bahu farrel, farrel menggenggam tangan alleta, hari ini farrel tampak bahagia. farrel mengelus lembut rambut alleta dengan lembut. Film pun selesai, farrel membangunkan alleta dengan lembut, alleta pun bangun sambil mengucek-ngucek kedua matanya bingung, "Maaf ka, aku ketiduran" ucap alleta panik.
Farrel tersenyum sambil mengelus rambut alleta lembut. Ngga apa-apa" bisik nya lembut.
Mereka pun keluar berjalan menuju basement mall, alleta masuk kedalam mobil, duduk dan membuang nafas lega
"Thank you ka, kamu nemenin aku seharian, aku seneng banget hari ini". ucap alleta
"Sama-sama alleta, aku jauh lebih seneng" jawab farrel
"Heheh" alleta nyengir
"Ayo kita pulang" ucap farrel
Alleta mengangguk , "Eh kak, aku sekarang tinggal di apartement xx " ucap alleta
__ADS_1
Farrel mengerutkan dahi,"Apartemen?" tanyanya bingung
Alleta mengangguk, lalu menceritakan semuanya ke farrel dari a sampe z
"Jadi sekarang kamu tinggal di apartement aditya ? tanya farrel
Alleta mengangguk, "Iya, dia kemarin bantu aku cari tempat tinggal, tapi aditya ga mau aku bayar, jadi jatohnya aku numpang." hehehe
"Kamu gamau pindah aja?" tanya farrel
"Aku harus kumpulin uang dulu ka, biar bisa pindah, soalnya uang sewa ku kemarin hangus, makanya aku harus menang lomba ini, biar aku bisa cepet pindah" jelas alleta
Wajah farrel langsung berubah kecewa, namun ia takut alleta malah tidak nyaman, jadi ia memaksakan diri untuk tersenyum.
Tiba di apartement, terlihat aditya sudah berdiri di depan mobilnya melihat alleta turun di mobil farrel sambil membawa barang-barang belanjaan nya tadi. "Hati-hati ka" ucap alleta sambil melambaikan tangannya dan tersenyum. farrel pun pergi, alleta hendak berjalan masuk di hadang oleh aditya,
"Bagus yah, seharian matiin handphone ternyata jalan sama cowo lain" ucap aditya kesal
Alleta hanya menatap aditya kesal, pergi tanpa menjawab , aditya menarik kasar tangan alleta sampai barang-barang alleta terjatuh.
"Adit ahh!, gue perjelas yah, lo bukan siapa-siapa gue,gue juga bukan pacar lo, jadi berhenti bersikap kaya gini" ucap alleta sambil mendorong tubuh aditya lalu membereskan barangnya yang jatuh,
"Makanya kita perjelas, jadi pacar gue al" ucap aditya
Alleta pergi meninggalkan aditya tanpa menjawab pernyataan aditya, aditya mengejar alleta, sampai lah ke depan unit milik alleta. Di depan pintu alleta berdiri membelakangi aditya "Pergi". ucap alleta dingin
"Ngga , jelasin dulu semuanya" ucap aditya
Aditya membuka pintu apartement alleta, lalu menarik alleta masuk dengan kasar hingga barang-barang alleta kembali terjatuh.
"Adit apa apaan sih kamu". ucap alleta dengan nada panik. Alleta kaget dengan tindakan aditya yang menarik paksa alleta, aditya tiba-tiba menarik pinggang alleta dengan kasar, satu tangan nya memegang kasar pipi alleta, lalu mencium paksa alleta, kali ini alleta tidak diam mematung, alleta mendorong paksa tubuh aditya, namun tenaga nya masih kurang kuat menandingi kekuatan aditya. Alleta menagis sambil memukul-mukul tubuh aditya yang masih mencium paksa dirinya. Akhirnya aditya menghentikan aksinya karena sadar alleta kini tengah menangis. Alleta mejatuhkan dirinya ke lantai, duduk sambil menudukan kepalanya dan menangis , aditya pun berjongkok . "Maaf " ucap aditya lirih
Alleta hanya terisak, aditya memeluk alleta sambil meminta maaf. "Maafin adit al" ucapnya.
Aditya akhirnya ikut duduk disebelah alleta, mereka berdua duduk di lantai sambil bersandar ke tembok
"Kenapa dit? kenapa selalu kaya gini? lo buat gue takut, gue gamau ketemu lo lagi !!! please, gue gamau ketemu lo lagi please ". ucap alleta yang kembali menangis.
/Degg/ "Al, maafin aku, aku ga maksud bikin kamu takut please, jangan ngomong kamu udah gamau ketemu aku lagi please" ucap aditya panik setelah mendengar kata-kata alleta.
"Pergi, hiks hiks please" ucap alleta dengan nada memohon.
Aditya memegang pipi alleta dengan kedua tangannya."Kamu ga serius kan?, maaf aku cemburu al, aku khilaf" ucap aditya.
Alleta membuang wajah, aku serius, aku sangat serius, jangan pernah ganggu aku lagi,"ucapnya yakin
"Aku tanya sekali lagi, kamu serius dengan apa yang kamu bilang?" tanya aditya
"Aku sangat yakin, kamu mending balikan aja sama mantan pacar kamu, jangan ganggu aku lagi!" ucap alleta
"Kenapa harus ada nama tari ? kita lagi ga bahas itu" "kamu cemburu gara gara kejadian tadi siang?Kamu yakin? kamu yakin dengan ucapan kamu? kamu rela aku balik lagi sama tari?" tanya aditya terdengar serius
__ADS_1
Alleta tidak menjawab, alleta hanya membuang muka. "Jawab al" ucap aditya.
Alleta masih tidak menjawab. Tanpa aba-aba aditya kembali mencium bibir alleta. /cupp/ satu kecupan dengan senyuman, mata alleta kembali terbelak kaget, belum sempat alleta bicara aditya langsung tersenyum.
"Kamu cemburu kan?"tanyaaditya
"Ngga! sana pergi" ucap alleta mendorong tubuh aditya lalu bangkit dari duduk nya, aditya pun ikut bangkit dari duduknya memeluk alleta dari belakang "Jangan cemburu sama hal yang ngga penting, aku udah ngga ada apa-apa sama dia, aku sayangnya sama kamu" ucap aditya manis
Alleta berusaha melepaskan pelukan aditya. "Lepasss" ucap alleta
Aditya masih memeluk alleta , "Jawab dulu pertanyaan aku, kamu cemburu kan?" ucapnya
"Ngga!" ucap alleta.
"Jangan bohong, nanti kalau aku diambil tari kamu sedih". ucap aditya menggoda alleta
"NGGA BOLEH" ucap alleta reflek
/Deg// Aditya membalikan tubuh alleta "Akhirnya kamu jujur" ucap aditya sambil memandang alleta.
Alleta menundukan kepala nya seakan malu dengan pengakuan tidak sengajanya.
"Ayo kita pacaran" ucap aditya
"Ngga mau". jawab alleta sambil melepaskan tangan aditya dan berjalan menuju kitchen untuk mengambil minum
"Kenapa? kalau ngga mau ya udah aku telfon tari aja sekarang" ucap aditya sambil mengeluarkan ponsel nya
"Ngga boleh adit!" ucap nya
"Hahhaha, sini" , ucap aditya sambil membuka lebar tangan nya. alleta menghampiri aditya yang sudah menyambut alleta,alleta memeluk aditya,
"Jangan ketemu tari lagi, aku cemburu, aku gatau ini dimulai kapan, tapi aku ga suka" ucap alleta
Aditya tersenyum, "Ngga bisa, kan kita satu kampus sekarang" ucap aditya menggoda alleta
"Ihhhhhh" ucap alleta manja,
"Kamu jangan khawatirin aku ama tari, yang ada aku yang harusnya khawatir, kamu pergi-pergian terus sama si sial farrel itu " ucap aditya sambil menyentil jidat alleta. "Awww" rintih alleta
"Kak Farrel tuh baik ga kaya kamu, tukang maksa" ucapnya
"Pokoknya ga boleh, mulai sekarang kamu ga boleh pergi-pergian sama farrel lagi" ucap aditya
"Aku kan gada apa apa ama farrel, ga kaya kamu sama tari" ucap alleta
"Aku juga udah ngga ada apa-apa sama tari, pokoknya ga boleh, karena kamu pacar aku sekarang" ucap aditya
Alleta melongo, "Aku belum terima kamu jadi pacar aku" ucap alleta menggoda aditya
"Ya udah aku mau telfon ......... // cup// alleta mencium aditya membuat aditya mematung, lalu tersenyum memeluk alleta. " akhirnya kita jadian" ucap aditya senang sambil menggendong alleta.
__ADS_1