
Alleta sudah terbangun, yang ia ingat sendy ada di sampingnya malam itu, tapi pagi ini sendy menghilang, alleta terdiam.
Tring ... suara notifikasi dari handphone nya.
Sendy : "Selamat pagi sayang, gimana perasaan kamu pagi ini ? maaf aku pulang,kamu istirahat aja dirumah. Gak usah masuk kerja hari ini, nanti sore aku datang. I Love You"
Alleta menghela nafas panjang lalu melamun tanpa membalas, "Rasanya sulit sekali untuk menjawab mas sendy, Aku sudah tidak punya muka di hadapannya." gumamnya sambil bercermin.
Alleta diam, dan tiba-tiba ia berfikir untuk pulang ke desa ibu. tanpa berfikir panjang, alleta langsung mengemas pakaian nya dan pergi.
Aditya hari ini bolos bekerja,ia menghabiskan waktunya duduk di depan kolam renang sambil melamun. Mami memperhatikannya dari kejauhan.
__ADS_1
Mami pun memuuskan untuk menghampiri anak semata wayangnya. Lamunan aditya memudar, "Mami?" ucap nya pelan.
Mami tersenyum dan diam beberapa saat.
"Mami"... ucap aditya pelan.
"Hmmm" ...
"Mami, apa adit harus lepasin alleta? adit ngerasa sesek mam, susah banget buat adit buat lepasin alleta, adit sayang banget mam sama alleta, tapi alleta ga bahagia sama adit, sulit buat adit mam" ucapnya pelan sambil memeluk maminya.
"Mami tau ini berat, tapi mami percaya, suatu hari nanti alleta bakal bisa rasain ketulusan kamu, kalau pun nanti kalian ga bisa bersama, ikhlas nak, mungkin ini bisa bikin anak mami semakin dewasa.."
__ADS_1
Sore hari, sendy sudah berada tepat di depan pintu alleta, ia memencet bel berkali kali, namun alleta tidak membukakan pintu . Sendy meronggoh handphone di saku celannya, ternyata sudah ada pesan dari alleta.
"Mas Sendy, pas kamu baca pesen ku, aku pasti udah di jalan, maafin aku pergi mendadak, tapi kayanya aku masih butuh waktu buat mencerna semua ini, buat sekarang aku bener-bener ga punya muka buat ketemu sama kamu karena kesalahan aku, aku minta maaf. tolong kasih aku waktu. Kamu hati-hati disana, aku bakal datengin kamu kalau aku gerasa udah siap, perihal pekerjaan ku, aku juga minta maaf, mungkin aku bakal urus surat pengunduran diriku dari sini. maaf aku selalu egois. Terimakasih untuk semua pengalaman dan cerita manis kita, maaf aku harus pergi kaya gini, tapi aku janji, cepat atau lambat aku bakal datengin kamu. Alleta ."
Sendy diam tanpa expresi membaca pesan alleta, fikirannya melayang. ia malah membeku. Ia tersenyum, namun senyumannya sangat sulit diartikan. Ia pun menggantungkan satu kantong makanan yang ia bawa di gagang pintu, ia kembali memasukan handphonenya tanpa membalas pesan alleta.
Selang beberapa saat aditya pun datang ke apartemen alleta. Ia melihat ada makanan yang tergantung di gagang pintunya, ia mencoba memecet bel alleta, namun alleta tidak membukanya, sama hal nya seperti sendy, ternyata alleta juga meninggalkan pesan untuknya.
"Mas adit, aku tau kamu bakal balik lagi, tapi kamu ngga akan ketemu sama aku, aku butuh waktu, maaf udah bikin kamu bingung, aku gatau harus ngomong apa sama kamu, buat sekarang aku memilih buat pergi sementara, cepat atau lambat aku bakal datengin kamu untuk meluruskan semuanya. Dan aku harap kamu ngert tanpa harus mengamuk, Demi aku." Alleta
Dengan waktu yang sama , Alleta, Aditya dan Sendy sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
Aditya yang berusaha ikhas, Sendy yang patah hati dan Alleta yang merasa menjadi wanita paling jahat untuk keduanya.
Tiba di desa, ia langsung masuk dan memeluk bunda. bunda terlihat bingung dengan sikap alleta yang tiba-tiba memeluk nya sambil menangis. Namun ibu enggan untuk bertanya dan membiarkan anaknya tetap menangis di pelukannya.