ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#61


__ADS_3

"Aduh, untung saja aku membawa laptopku, baiklah alleta, ayo bersiap dan menangkan proyek ini" ucapnya pada diri sendiri.


Diperjalanan sendy.


"kenapa kau muram?" tanya mario pada sendy


"Mario, mungkin kali ini kau benar, aku sedang jatuh cinta"


"Pada?"


"Karyawan mutasi itu" jawabnya lemah


"Ahh, Sudah aku bilang , jangan main-main, fokuslah pada pekerjaan anda, jangan sampai ayahmu marah lagi kali ini, ini kesempatan anda untuk mendapatkan kepercayaan tuan besar, fokus sen" ucap mario


"Panggil aku pak, ini masih jam kerja" ucap sendy yang masih bisa bercanda ditengah kepanikan mario.


"Oke, maaf pak"


"Hufft ... entah lah" jawaban pasrah dari sendy.


Diperjalanan aditya


"Tuan tumben sekali anda ingin meeting diluar? apa anda merasa sangat bosan?" tanya hazzel


"Ya begitulah,akhir-akhir ini aku merasa tekananku di kantor sangat tinggi, kepalaku sangat sakit dengan keadaan dikantor"


"Terima saja cinta nona namira tuan muda, ia orang yang cukup baik menurutku, mungkin kau akan merasa lebih tenang, dan bahagia"


"Jangan menyuruhku melakukan hal bodoh, fokus lah dengan setir mu, kau membawa orang yang sangat berharga di dalamnya"


"Baik tuan muda, setidaknya kau masih bisa kesal, itu membuat ku lega"


"Cihhhh" semakin lama, kau semakin menyebalkan hazzel.


Dicafe xxx


Sendy sudah sampai terlebih dahulu, "sorry, sorry agak sedikit telat, perjalanan lumayan padat" ucap aditya.


"Santai lah dit, kita kan bukan sedang meeting sungguhan, masih aja kaku" ucap sendy


"Kau sendirian? mana karyawanmu? dan mana katanya kau akan datang dengan gadis incaranmu?"


"Sudah lah, dia hanya karyawan ku, tapi dia sama sekali tidak pernah merespon ku, baru kali ini aku benar-benar merasa menyedihkan sebagai pria". jawab sendy frustasi


"Hahaha kenapa? kau sudah mulai kehilangan pesona mu? aku jadi ingin melihat gadis yang memperlakukan mu dengan kejam itu, ucap aditya sambil tertawa geli


"Sial, bukan seperti itu, kali ini wanita nya sangat berbeda, aku tidak tau, apa dia memang dingin atau aku sekarang kurang menarik, sangat sulit mendekatinya, membuat ku frustasi".


"Hahahaha, aku sangat penasaran, gadis seperti apa dia"


"Tunggu aja, dia akan datang, tadi aku telat memberi tahunya"


"Apa kau tau?dilihat dari segimana pun dia sagat biasa, dia bukan type ku, tapi entah kenapa aku sangat menyukainya, apa kau percaya? aku sangat menyukai nya."


Aditya hanya geleng-geleng kepal, "dasar bodoh" ucap aditya.


"Maaf pak saya terlambat"


"Alleta" batin aditya.


Aditya berbalik,"Ternyata benar, kau alleta ku" batin aditya.


"Mas adit ??" batin alleta dengan wajah yang langsung pucat pasi.


Aditya dan alleta sama-sama terkaget, mereka mematung, pandangan mereka saling mengunci.


Sudah cukup lama mereka saling berpandangan tanpa bicara sepatah katapun banyak sekali pertanyaan dalam benak aditya saat ini, namun tidak ada satu patah kata pun yang bisa terucap dari mulut aditya, begitu pula alleta.

__ADS_1


"Hei, ada apa dengan kalian berdua?? apa kalian saling mengenal? apa kalian sedang melakukan adegan cinta pandangan pertama ????? woyyy !!!" ucap sendy membuyarkan lamunan kedua nya.


Alleta langsung tersadar,"Maaf pak", ucapnya pada sendy.


Alleta mengulurkan tangan nya pada aditya, perkenalkan alleta, team creative Kusuma Group" ucapnya memperkenalkan diri pada aditya seolah mereka tidak saling mengenal


Dengan lambat aditya menggapai tangan alleta, "Aditya Pratama" ucapnya pelan. "Ada apa dengan nya, apa ia ingin berpura-pura tidak mengenalku?" batin aditya.


"Bagaimana kabar mu? kenapa kau sangat kurus? dimana mau selama ini? apa kau sudah melupakan ku? apa kamu ga kangen aku? aku sangat merindukanmu al" batin aditya bergejolak


"Kenapa dari ribuan klien aku harus ketemu mas adit? aku baik-baik saja, pasti kau sangat ingin tau kabarku kan mas? tidak, aku sedang bekerja,  profesional alleta, kau pasti bisa" batinnya pada diri sendiri


Suasana tiba-tiba menjadi sangat canggung, "Kau masih sangat angkuh alleta" batin aditya yang terus memandangi nya dengan raut wajah yang sulit di tebak.


"Ada apa dengan mereka berdua ? kenapa aku merasa ada yang aneh. batin sendy.


"Oia dit, ngomong-ngomong, apa yang aku baca di berita itu benar? kau berpacaran dengan artis itu? siapa namanya? namira yah? kenapa kau tidak ajak ia makan siang bareng kita?" tanya sendy


"Tidak penting" jawab aditya singkat sambil terus memandang alleta yang tengah sibuk membuka laptopnya.


"Hmmm sebaik nya kita mulai discus kita" ucap alleta


"sikap apa ini ? kau ingin ber pura-pura tidak mengenalku? apa mau mu sebenarnya?" batin aditya.


"Tidak, aku ingin makan siang dulu" ucap aditya


"Ah iya benar, aku juga sangat lapar" jawab sendy


"Apa kau sudah makan?" tanya aditya dan sendy berbarengan, Sendy dan aditya pun saling menatap.


"Kenapa ia bertanya alleta sudah makan apa belum? ada apa dengan mereka?" batin sendy


"Kenapa ia menawari alleta makan? apa gadis yang sendy suka itu alleta? tidak ! tidak boleh, aku sudah menemukan alleta, aku tidak akan melepaskannya begitu saja" batin aditya. 


"Ada apa dengan dua pria gila ini?! kenapa aku sperti terjebak dimasa lalu????! batin alleta.


"Mas"


"Silahkan menu nya" ucap pelayan


"Menu apa yang favorite disini mas?" tanya alleta antusias sambil tersenyum


"Cih, dia masih sama, godaan terbesar untuknya tetap makanan" ucap aditya sambil tersenyum tipis


"Menu favorite disini, sop iga dan sop buntut bu" jawab pelayan


"Pesan dua-duanya" jawab aditya sigap.


Alleta langsung menoleh ke arah aditya dengan sedikit senyum tipis,


"Saya pesan ayam kalasan saja dam lemon tea" ucap alleta lembut .


"Kau mengubah makanan kesukaanmu, karena aku yang memesannya?" batin aditya.


"Sudah lama sekali, tapi ternyata kau masih ingat makanan kesukaanku" batin alleta.


"Hei ada apa dengan kalian berdua? kenapa kalian banyak diam dan hanya berpandangan? aku ada disini." ucap sendy membuyarkan lamunan mereka.


"Tidak kenal" ucap alleta


Aditya tersenyum masam,"Baiklah, aku juga akan pura-pura tidak mengenalmu" batinnya


"Iya, kami tidak saling mengenal" ucap aditya.


Akhirnya mereka mencoba bersikap profesional, walaupun suasana sangat terasa canggung,


Bla bla bla bla .... 

__ADS_1


Alleta mempresentasikan proposal perencanaanya pada aditya.


"Bagaimana dit ? alleta sangat hebatkan?" tanya sendy dengan wajah penuh kemenangan .


"Iya, dia sangat hebat" jawab nya datar, namun pandangan nya tidak pernah lepas dari alleta yang sedari tadi hanya menunduk tidak mau melihat kearah aditya.


"Aku sangat suka ide nya, aku menyetujui semua idenya, aku mau karyawan terbaikmu ini menangani proyek iklan dan launching produk ku yang baru.


Alleta sontak melihat kearah aditya yang tersenyum sinis padanya, " kita akan sering bertemu nona alleta" ucapnya dengan senyum tipis yang sulit di artikan.


"Baik pak" ucapnya canggung.


"Yes, berarti kita akan mulai bekerjasama mulai besok" ucap sendy sambil mengulurkan tangannya pada aditya. dan aditya pun membalas uluran tangan sendy.


Makananpun datang, mereka menyantap hidangannya, aditya perlahan menggeserkan sop buntut kearah alleta tanpa mengatakan apa-apa, alleta hanya diam tapi ia terus menerus melirik makanannya.


"Makan saja, aku sudah tidak mau" ucap aditya tiba-tiba.


Alleta hanya tersenyum canggung.


"Makan saja alleta, agar kau tidak sekurus ini" ucap sendy dengan nada ceria. alleta hanya tersenyum tanpa menjawab. dan mereka pun makan dengan tenang.


"Baik lah kalau begitu, aku harus kembali ke kantor, besok kita atur shedulle selanjutnya, senang bertemu dengan mu nona alleta". ucap aditya


."Iya pak, senang juga bertemu dengan anda" jawab alleta


"Sampe ketemu lagi dit" ucap sendy, aditya hanya tersenyum kecil.


Aditya pergi ...


Hufttt aditya membuang nafas kasar sambil berjalan.


Hhufttt alleta pun membuang nafas lega setelah kepergian aditya lalu menjatuhkan diri nya ke sofa lalu kembali dengan lamunan nya.


"Ada apa? tanya sendy kau mengenal aditya?" tanya sendy yang masih sangat penasaran.


"Tidak pak, saya cuma kaget bisa bertemu langsung seorang CEO". jawabnya sambil tersenyum canggung.


Sendy hanya mengerutkan dahinya "Aku tidak yakin, tapi sudahlah, ayo kita kemabali ke kantor dan kita umumkan kemenangan kita hari ini". ucap sendy bersemangat.


"Hmmm bapak duluan saja saya harus pergi ke suatu tempat dulu, nanti saya segera menyusul". ucap alleta


"Kau terus menerus menolak ajakanku alleta, tapi ya sudah, aku bukan type pemaksa, hati-hati di jalan ya"


Alleta hanya menjawab dengan anggukan. sendy pun pergi, alleta berlari menuju toilet, alleta tiba-tiba menangis, "Ada apa dengan ku? kenapa aku menangis? aku sudah lama tidak melakukan ini, berhenti lah keluar air mata, aku harus kembali bekerja" gumamnya sambil mengipas-ngipas wajahnya.


Alleta keluar dari restoran tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya.


"Aw" rintihnya . "Mas adit?" ucap nya kaget


"Kita harus ngomong"


"Mau ngomong apa mas ? sakit" .... rintih alleta


"Hazzel cari taxi, batalkan semua meeting ku hari ini" perintahnya


"Nona alleta " gumam hazzel kaget


"Masuk" ucap aditya sambil memaksa masuk alleta dan mereka pun pergi, selama di perjalan kedua nya tidak saling menyapa.


Aditya menyetir dengan kecepatan tinggi membuat alleta sedikit ketakutan.


"Turunin aku mas" pintanya, bukan menepi tapi aditya malah menambah kecepatannya, alleta sudah sangat merasa takut sampai ia menangis "Berhenti please mas, aku takut' pintanya dengan penuh airmata,


Ya, ini lah kelemahan aditya, dia sangat lemah bila sudah melihat alleta menangis. aditya pun menghentikan mobilnya di sebuah bukit kecil.


Alleta masih terus menangis, aditya membuang nafas kasar, namun wajahnga sangat terlihat merasa bersalah,

__ADS_1


aditya keluar dari mobilnya beberapa saat untuk membiarkan alleta menangis, lalu membuka pintu penumpang, dan memeluk alleta dengan erat tanpa mengatakan satu patah katapun. sampai akhirnya alleta merasa tenang.


__ADS_2