
Sendy perlahan melepaskan pelukan alleta, "maaf" ucapnya.
Alleta hanya tersenyum tanpa menjawab, "Apa bapak udah lebih baik?" tanya nya hati-hati.
"Hahahha aku baik-baik saja, tadi aku hanya sedikit sedih, sedikit sekali" ucap sendy masih berusaha bercanda. Alleta tersenyum, "Bagus lah, lihat baju ku menjadi basah, bapak harus bertanggung jawab" ucap alleta mencoba menghibur sendy.
"Hahaha baik lah, mulai sekarang aku akan bertanggung jawab atas hidupmu." jawab sendy dengan nada cerianya.
"Cihh . tidak usah, terimakasih" ucap alleta.
"Bagus lah kalau anda sudah baik-baik saja, aku pergi kalau begitu" ucap alleta.
"Alleta tunggu"
"Kenapa pak?" tanya nya
"Aku antar ya?"
"Ngga usah, sebaiknya bapak pulang"
"Aku sedang tidak ingin pulang."
"Mungkin gara-gara kejadian barusan ia jadi tidak mau pulang" batin alleta.
"Baiklah, tapi traktir aku makan yah" ucap alleta sambil tersenyum.
"Hahahha, dengan senang hati" ucap sendy.
Mereka pun masuk kedalam mobil, alleta hari ini banyak bicara seolah mengalihkana kesedihan sendy. Sendy menyadari nya, namun sendy tetap mengikuti permainan alleta.
"Kita mau makan dimana?" tanya sendy.
__ADS_1
"Hmmm, aku ini makan disini". ucap alleta sambil menunjukan sebuah cafe yang bisa melihat pemandnagan kota. dengan cepat sendy meng iyakan. mereka pun pergi.
"Wahh indah sekali."ucap alleta.
sendy tersenyum, "kau baru pertama kali juga kemari yah?" tanya sendy
"Hehehe, iya, bagaimana pak? anda menyukainya?". tanya alleta dengan nada cerianya.
"Sangat, aku sangat menyukainya" jawab sendy sambil memandang alleta yang masih takjub dengan pemandangannya,
"Duduk disini pak." ajak alleta sambil menarik lengan sendy. sendy pun tersenyum lalu menuruti alleta. Mereka pun memesan makanan, sendy masih terus tersenyum, "Kenapa anda tersenyum terus?" tanya alleta.
"Terimakasih al" ucap sendy lembut
"Untuk apa?"
"Untuk ngga bahas apa yang kamu denger tadi.".ucap sendy lembut
Sendy pun menurut. "Aku jadi semakin menyukai mu al" batinnya.
Kring.. kring notifikasi vidio call di handphone alleta berdering. "BUNDA"
"Ini bunda ku, sebentar ya pak" ucapnya sambil menunjuk ke arah handphonenya, sendy pun mengangguk sambil tersenyum.
"Assalamualaikum bunda"
"Waalaikumsalam sayang, wah kamu lagi dimana itu? indah sekali."
"Aku sedang makan bunda. lihat, indah kan?" ucap alleta sambil memperlihatkan suasana restonya.
"Makan dengan siapa? pacarmu?" tanya bunda penasaran
__ADS_1
"Hahah apa sih bunda, aku makan bersama teman kantorku"
"Aku calon menantu mu tante" batin sendy.
"Bunda, nanti alleta telepon bunda yah, aku ga enak angkat telfon sekarang, gak apa-apa kan bun?"
"Iya nak, hati-hati yah, bunda syang kamu, assalamualiaikum"
"Waalaikumsalam bun, alleta juga sayang bunda"
"Hehehe maaf pak, tadi bunda ku" ucap alleta sambil kembali duduk.
"Kamu ngga tinggal sama bunda mu?"
"Ngga, bunda ku tinggal di desa saat aku masih kuliah"
"Oh, terus kamu tinggal sama siapa dulu?"
"Aku tinggal sendiri, mas adit yang selalu ...." tiba-tiba alleta diam.
"Aditya?"
"Hahha sudah jangan membahas kehidupan ku, kehidupanku tidak menarik" ucap alleta mengalihkan perhatian sendy.
"Tapi aku sangat tertarik"
"Kenapa anda tertarik?"
"Karena aku menyukai mu"
"Krik .. krik ... aku tidak menyukai suasana ini" batin alleta.
__ADS_1
"Hahahha sebaiknya kita makan pak, tidak enak kalau sudah dingin" ucap alleta. Sendy pun tersenyum lalau menuruti kemauan alleta. Mereka pun makan bersama.