ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#18


__ADS_3

Setelah hazel dan para pengawalnya keluar, aditya pun bangun dari sofa dan memohon izin untuk menghampiri hazel dan para pengawalnya diluar.


"Tante, mohon maaf sebelumnya, aditya pamit keluar dulu" ucapnya canggung


"Oia, iya silahkan nak". jawab bunda


Aditya pun keluar menghampiri hazel dan para pengawalnya, ia berdiri santai sambil memasukan kedua tangan nya kedalam celana training nya, hazel dan para pengawalnya terlihat fokus dan sesekali mengangguk.


Alleta dan bundanya hanya bisa mengintip di balik jendela. bunda nya menepuk pundak alleta,


"Sekarang bunda mengerti kenapa kamu bingung nak" ucap nya lembut.


Selang beberapa lama, aditya masuk kembali kedalam rumah,


"Tante,alleta,  aditya pamit, terimakasih sudah merawat aditya, aditya pamit, ucap nya sambil membungkuk kan tubuhnya dengan sopan".


"Sama-sama nak, terimakasih sudah membantu anak tante". jawab bunda


"Sama-sama tante, adit pamit" ucap nya sambil mencium punggung tangan bunda alleta, dan bunda pun hanya membalas dengan tersenyum.


"Antar nak aditya nak" perintah bunda


Dengan langkah malas alleta pun mengantar aditya sampai ke pagar.


"Alleta, adit pulang dulu yah, nanti adit kesini lagi". ucap aditya dengan senyum yang sangat lebar.


"Cihh, Ga usah, terimakasih sudah membuat tetangga ku gaduh. huh" ucap alleta dengan nada acuh tak acuh khas nya, lalu berbalik dan masuk kembali kedalam rumah.


Aditya hanya tersenyum melihat sikap alleta, lalu masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh hazel.


Di dalam mobil,


"Hazel, siapkan apartement untuk alleta cari yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan kampus, dan jangan lupa siapkan mobil untuk antar ibunya ke desanya besok". ucap aditya


"Baik tuan " jawab hazel singkat


Aditya duduk di kursi belakang, ia terlihat fokus memandang kearah jalanan "Wah, cuacanya indah sekali" ucapnya dengan senyum lebar.


Hazel terlihat sangat bingung, karena cuaca hari ini sangat terik, sesekali hazel mencoba mengintip tuan muda nya dari balik spion, ia dibuat semakin bingung karena melihat aditya yang terus menerus tersenyum sepanjang jalan.

__ADS_1


"Tuan muda, kami sudah menangkap 3 preman yang menyerang anda, apa yang igin anda lakukan pada ke tiganya? tanya hazel .


"Hmmmm Lepaskan saja, berkat mereka aku jadi semakin dekat dengan alleta" ucapnya sambil tersenyum.


"Hah? apa aku tidak salah dengar?"batin hazel


"Maaf tuan muda, apa aku tidak salah dengar?" tanya hazel ragu


"Tidak, lepaskan saja mereka, kalau perlu beri mereka uang sebagai ucapan terimakasih ku" jawabnya enteng.


"Baiklah" jawab hazel pasrah.


"Nampaknya tuan muda sudah benar-benar melupakan nona tari" batinya


sampai dirumah, aditya hanya disambut oleh para pelayan dan pak tan saja,


"Selamat siang tuan muda " sapa pak tan


"Hmmm siang, sepi sekali ? mami kemana?" tanya aditya


"Nyonya besar tadi pagi pergi ke paris, bagaimana keadaan anda tuan muda?" jawab pak tan


Pak tan hanya tersenyum canggung.


"Saya akan telepon Dr. banu untuk memeriksa anda" ucap pak tan


"Tidak usah, aku baik-baik saja, aku hanya akan tidur, tolong belikan ponsel baru untuk ku dan siapkan juga mobil lain untukku" titah aditya sambil berjalan menuju kamarnya.


"Baik tuan muda".


Malam hari.


Aditya tidur dengan pulas, tidak dengan alleta, alleta tampak gelisah dengan perasaan nya "Ada apa dengan ku? kenapa aku memikirkan si bodoh itu? apa yang aku fikirkan? ingat alleta, ia hanya bermain dengan mu, jangan anggap semua ucapannya serius" batin alleta, dan setelah beberapa lama ia pun terlelap.


Pagi hari ....


Alleta memeluk bundanya sambil menangis


"hiks hiks .. bunda, bunda yakin mau tinggalin letta sendiri di jakarta? lleta bener-bener ga boleh ikut?" tanya alleta dengan nada parau.

__ADS_1


"Ehh,, cup cup ... anak bunda ko jadi cengeng gini sih? kita hanya berpisah kota saja, bunda berusaha didesa untuk kehidupan kita, dan tugas mu disini hanya belajar.jaga dirimu disini, dan lulus dengan nilai terbaik, agar ayahmu senang disurga. okey? ucap bunda sambil mengecup kening alleta.


Alleta hanya memanyunkan bibirnya sambil melihat nanar ke arah bundanya. "Sudah, jangan memangis lagi, lap air mata mu, nanti mata mu bengkak, kamu kan harus pergi ke kampus". ucap buna menenangkan.


Alleta hanya menganggukan kepalanya. dan bangun, alleta mengangkat koper bundanya, saat hendak keluar alleta dan bunda sangat kaget, karena diluar sudah ada beberapa pria yang berpakaian hitam menunggu mereka.


"kalian mau apa?, aditya nya sudah pulang"  ucap alleta.


"Selamat pagi nona alleta, kami di perintah kan tuan muda, untuk mengantar ibu anda ketempat tujuannya, kami ditugaskan oleh tuan muda untuk memastikan ibu anda sampai dengan selamat". ucap hazel sopan


Bunda tersenyum canggung, "Aduh tidak usah nak, bunda bisa pergi sendiri"  ucap bunda


"Apaan si si adit kenapa ia membuat ku semakin bingung" batinya, dia tampak kesal, tapi tersirat kebahagian, aditya memberikan perhatian pada ibunya.


"Udah bunda, biarin aja, lumayan" ucap nya sambil berbisik


tapi masih terdngar oleh hazel, hazel pun tersenyum.


"Baiklah kalau seperti itu, bunda pamit yah nak, jaga dirimu, salam untuk temanmu, sampaikan ucapan terimakasih bunda" ucap bunda berpamitan kembali memeluk anak semata wayangnya.


"Mari nyonya", ucap hazel memepersilahkan bunda nita naik ke dalam mobil dan membawakan koper bundanya, Hazel berpamitan pada alleta.


"Mas hazel, titip bunda ku yah" ucap alleta sambil tersenyum, hazel tidak menjawab, dia hanya tersenyum sopan pada alleta.


Alleta pun pamit, saat ia akan mengambil kopernya, salah satu pengawal aditya menghampiri alleta. alleta tampak bingung dibuatnya,


"Eh kenapa mas?" tanya nyabingung sekaligus kaget.


"Nona, saya diperintahkan tuan muda untuk mengantar anda  ke apartement"jawabnya.


"Apartement? apartement siapa? hahahha saya kost, mana mampu saya sewa apartement? ucapnya sambil tertawa geli


Pengawal tersebut hanya tersenyum tipis "Silahkan ikut saya nona" ucapnya sambil membukakan pintu mobil.


"Aduh, kayanya salah faham deh ini" ucap alleta.


"Tidak nona, silahkan masuk" ucap pengawal aditya sambil mempersilahkan alleta masuk, sedangkan pengawal lainnya memasukan koper alleta kedalam mobil.


"Ehh ehh mas, mau kemana?" tanya alleta panik sekaligus bingung, dan dengan terpaksa alleta pun mengiya kan dan masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Aditya, apalagi sih ini, kau selalu tidak bisa ditebak, gue telfon dia ajakali yah, eh, tapi kan gue ga punya no nya. haha" batinnya.


__ADS_2