ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#64


__ADS_3

Alleta pulang ke apartement nya, dia duduk di kursi balkonnya sambil menikmati kopinya, fikirannya melayang jauh mengingat kejadian tadi siang, pertemuan yang sangat tidak terduga dengan aditya mantan kekasihnya "Kenapa aku harus bertemu dengannya sebagai rekan kerja? dia masih memelukku dengan lembut, mas aditya masih belum berubah, sifat nya pun masih sangat sama seperti dulu, apa ini akan baik-baik saja?dan dia masih sangat tampan seperti dulu" batinnya,


"Aku tidak boleh goyah, prioritas mu saat ini hanya bekrja dan membahagiakan bunda al" batinnya


Aditya pulang kerumah, muka nya sangat muram, mami datang menghampirinya tapi aditya sama sekali tidak menggubris mami dan langsung naik keatas menuju kamarnya,


Mami melihat kearah hazzel mengangkat kedua bahunya bingung, hazzel hanya mengangguk dan pamit lalu  mengikuti aditya ke kamarnya.


"Tuan muda, apa ada yang masih anda butuhkan?" tanya nya


"Tidak, kau pulang saja, bilang sama mami aku sudah makan malam, jangan panggil aku untuk makan" jawabnya datar.


"Baik tuan muda, saya pamit"


Mami sudah menunggu hazzel turun dari tangga, dengan wajah bingungnya.


"Hazzel", tanya mami sambil setengah berbisik, "Ada apa dengan adit hari ini ? kenapa wajahnya marah ?apa dikantor ada masalah besar?"


"Tidak nyonya, dikantor baik-baik saja, hanya saja...."


"Hanya saja apa zel? cepet bilang sama mami" ucap mami kesal


"Hari ini tuan muda tidak sengaja bertemu dengan nona alleta, makanya tuan muda sangat marah, keliatannya bukan hal yang baik nyonya" jawabnya pelan.


"Maksud mu?" tanya mami.


Hazzel hanya menggelengkan kepalanya, lalu berpamitan


"Adit bertemu dengan alleta? dan sekarang aditya marah, nampak nya memang bukan hal yang baik, apa aku tanyakan langsung saja ? hmm tapi nampaknya aditya sedang tidak mau di ganggu, ah, aku jadi takut, papa, ya aku harus telfon papa" gumam mami lalu menekan tombol panggilan diponselnya.


Aditya duduk termenung sendirian, mengingat kata-kata alleta tadi siang, bahwa hubungan mereka sekarang hanya sekedar rekan kerja, aditya merasa marah, rasa rindunya terbayar dengan sebuah kalimat menyakitkan dari mulut alleta langsung.


Keeseokan harinya.


Di kantor, wajah aditya sudah masam, namun ketampanannya masih saja tidak hilang, aditya berjalan lurus kedepan diikuti oleh hazzel, banyak karyawan yang menyapanya pagi ini, namun tidak ada satupun yang ia gubris.


"Mati aku, tuan muda ku telah kembali ketabiat aslinya" batin hazzel

__ADS_1


Aditya masuk keruang kerjanya "Jam berapa orang-orang dari Kusuma Group akan datang?" tanyanya pada hazzel


"Mereka datang setelah jam makan siang tuan muda"


"Baiklah"


Sendy keluar dari ruangan nya, ia memangku dagunya dengan kedua tangannya diatas meja alleta, wajahnya tampak sangat imut saat itu, tapi alleta malah memandangnya dengan heran "Apa yang sedang anda lakukan pak?" tanya nya dingin.


"Apalagi, aku sedang menunggu mu berdiri dan ikut dengan ku" jawabnya


"Kenapa aku harus ikut dengan mu?"


"Ah, kau banyak sekali bertanya, ayo cepat berdiri, kita makan siang diluar" jawabnya seperti anak kecil membuat semua perhatian karyawan lainnya tertuju pada meja alleta.


Alleta langsung melihat ke semua sudut ruangan,"aduh, kenapa sikap nya seperti ini" batinnya.


Alleta bangun dari kursinya, "Pak sendy, ada yang mau saya bicarakan" ucap alleta


"Baiklah, kita bicara sambil jalan" jawab sendy


"Baiklah" ucap alleta sambil bergegas membawa tas dan laptopnya.


Sendy menatap alleta, "Bukannya ada yang mau kau bicarakan?"


Alleta membuang nafas kasar, "Bapak apa-apaan sih ? kenapa bapak mengajak saya makan siang? jangan seperti itu pak, dan sikap apa itu tadi? itu buat saya ga nyaman pak, saya tidak mau ada gosip yang tidak-tidak lagi " ucapnya kesal


"Memang ada gosip apa ?" tanya sendy sambil tersenyum jahil membuat alleta kesal,


"Saya ngga mau di kantor ini tersebar gosip saya mendekati bapak, saya tidak suka dengan gosip" ucap nya kesal


"Ahh, itu persoalan mudah, kamu bilang aja aku yang deketin kamu, lagian kan kita emang mau pergi, sekalian saja kita makan siang dulu, iya kan ?" jawab sendy enteng membuat allleta semakin kesal dan berbalik meninggalkannya.


"Hei kamu mau kemana? "tanya sendy


"Kebulan !!! jawab nya asal


Sendy tertawa geli melihat alleta yang hampir mati karena kesal.

__ADS_1


"Alleta kamu marah?" tanya sendy


"Apa aku berhak marah? bapak atasan saya, mana mungkin saya marah, tapi tolong pak, jaga sikap anda, saya mau fokus bekerja, banyak yang harus saya capai, jangan rusak semangat saya dengan rasa tidak nyaman di kantor"ucap alleta lemah


"Maafkan aku, aku tidak tau kalau ini akan menjadi masalah besar untukmu, maaf" ucap nya lembut


"Sudahlah, lupakan, mungkin saya udah gila marah-marah sama anda pak" ucapnya


Sendy pun diam tidak berani bilang apa-apa lagi.


"Astaga, handphone ku tertinggal, tunggu aku disini, aku akan mengambilnya sebentar" ucap alleta


"Oke" jawab sendy.


Alleta pun naik kembali ke lantai atas, "Lama sekali, aku susul ah" batin sendy


"Alleta, kamu ada hubungan apa dengan pak sendy?" tanya indie polos


"Hubungan darah" jawabnya asal


"Serius ? darah apa?"  tanya indi kaget


"DARAH RENDAH ! " jawab alleta kesal lalu pergi


Sendy memasukan kedua tangannnya kesaku celananya sambil bersenandung bahagia, lalu tersenyum melihat kedatangan alleta.


Alleta melihat bingung kearahnya


"Ada apa lagi?" tanyanya.


"Bapak yang kenapa ?


"Haha tidak apa-apa" jawabnya sambil tersenyum lalu mereka masuk kedalam lift


"Kamu mau makan apa?" tanya sendy.


"Nasi " jawabnya singkat sambil terus memeriksa beberapa file ditangannya

__ADS_1


"Oke"


Sendy dan alleta masuk kedalam mobil,mereka duduk di ursi belakang, hari ini mario akan mengantar mereka ke kantor aditya.


__ADS_2