
Sendy mulai membuka email ya, raut wajahnya berubah, alleta ikut penasaran.
"Ada yang bisa aku bantu pak ?" ucapnya
Wajah alleta benar-benar dekat dengan sendy, sendy tiba-tiba menjadi sangat canggung, matanya jadi berfokus pada leher alleta yang putih dan indah, sendy baru pertama kali melihatnya, ia menjadi kurang fokus. ia langsung bangun lalu membetulkan kerah nya, "Hmmm alleta, biar aku saja yang memeriksa kontraknya, kamu nonton tv aja" ucap sendy sambil mengambil remote tv yang ada tepat di sebelahnya.
"Apa sih, ini kan berhubungan sama urusan kantor juga, bapak kenapa sih? duduk aja pak." ucap alleta.
"Hmmm baiklah, tapi rambut mu, bagaimana kalao kamu urai seperti biasa?"
Alleta mendelik, "Ini rambutku tidak ada hubungannya dengan pekerjaan". ucap nya lalu menyalakan tv , sendy pun kembali duduk lalu tersenyum. Alleta menonton tv tanpa suara,
"Kenapa menonton tv tanpa suara?" tanya sendy mencoba mengajak alleta mengobrol walaupun ia masih sangat fokus pada laptop nya..
"Aku tidak mau bapak terganggu." jawabnya yang juga fokus pada acaranya.
"Hmmm, alleta, apa kau mengerti masalah kontrak?" tanya sendy
"Sedikit, ada apa?" tanya alleta
"Coba kamu liat, menurutku selain yang mario tandai, seperti nya di bagian ini juga mereka tidak sesuai." ucapnya.
"Coba aku liat" ucap alleta.
Sendy dan alleta malah jadi berdiskusi, diskusi mereka sangat serius, di bumbui dengan tawa sesekali.Kerjasama yang apik dari keduanya. sampai akhirnya masalah kontrak selesai dan dikirim kembali kepada mario untuk kembali di cek.
"Send" email terkirim.
"Yeayy" ucap alleta sambil menggeliat dan tersenyum.Sendy pun ikut tersenyum sambil mengelus lembut kepala alleta.
"Terimakasih yah, kalau gak ada kamu aku pasti bisa sampai pagi." ucap sendy lembut.
"Hehe"
Tidak terasa ternyata sudah pukul 02.00 wib.
"Maaf aku jadi ganggu waktu kamu"ucap sendy lembut
"Tidak masalah" jawab alleta.
"Baiklah, aku pamit yah alleta." ucap sendy.
__ADS_1
alleta mengagguk.
"Bapak yakin bisa menyetir dengan baik? kenapa ga pakai taxi aja?"
"Aman" jawab sendy. "Kamu istirahat aja, ga usah nganter aku kebawah"
"Oke"
Sendy pun pulang. Diam-diam alleta tersenyum setelah kepergian sendy, begitupula sendy, ia semakin yakin ingin memiliki alleta yang menurutnya adalah gadis dengan paket lengkap versinya.
Keesokan paginya.
Alleta kembali ke kantor, ia mengintip ke ruangan sendy. "Kayanya pak sendy belum datang, apa dia pulang dengan selamat?" batinnya
"Cari siapa alleta?" tanya indie tiba-tiba
"Ah indie, kebiasaan deh, ngagetin aja."
"Ya abis serius banget sih, pak sendy langsung ke venue acara besok" ucap indie sambil bercermin merapikan rambutnya.
"Ke venue?" tanya alleta memastikan.
"Heem"
"Eh mau kemana?" tanya indie
"Venue" jawab alleta sambil berlalu.
Alleta pun sampai ke venue, ia melihat sendy yang sedang mengobrol dari kejauhan, ia sangat tampan, tapi wajahnya terlihat sangat lelah.
"Kenapa ia kemari dengan wajah lemas seperti itu? membuatku merasa tidak enak" batinnya.
Sendy melihat alleta dari kejauhan, ia melambaikan tangan dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Alleta pun tersenyum lalu menghampiri sendy dan ibu stephani marketing hotel.
"Hallo bu alleta yah?" sapa stephani ramah.
Alleta pun tersenyum.
"Oke mbak, nanti biar saya saja yang menyampaikan pada karyawan saya." ucap sendy.
"Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu yah bu alleta, pak sendy." pamit stephani
__ADS_1
"Terimakasih" ucap alleta.
Tinggal mereka berdua di dalam ballroom, Sendy melipat kedua tangannya sambil melihat kesekitar.
"Alleta, aku tidak sabar, ini event pertama ku sejak aku kembali keindonesia. pastikan acara besok berjalan lancar ya." ucap sendy tulus.
Alleta tersenyum, "Aku akan memastikan acara besok sesuai dengan ekspetasi anda". Sendy pun tersenyum gemas ke arah alleta. "Huaaa aku mengantuk sekali" ucapnya tiba-tiba sambil bersandar ke bahu alleta seperti anak kecil.
"Hahahah huaaa, kasiannn" ucap alleta sambil menepuk-nepuk kepala sendy.
Entah apa yang terjadi dengan mereka, mereka sudah mulai akrab dan kadang lupa kalau mereka adalah bos dan karyawan.
"karena bapak udah gantiin aku kesini, aku traktir bapak kopi, gimana? " ucap alleta
"Boleh ngga kalau gantinya jangan kopi?" tanya sendy.
Alleta mengerutkan dahinya, "Lalu kau mau di ganti dengan apa?" tanya alleta bingung.
"Gantinya, kamu jadi pacar aku aja, gimana?" ucap sendy dengan wajah tengilnya.
"Cih dasar bodoh" ucap alleta sambil tersenyum dan pergi.
"Kenapa pergi?" ucap sendy sambil mengejar alleta., alleta berjalan lebih cepat dan sendy tertawa melihat kepolosan alleta.
Mereka pun sarapan di Coffee Shop pilihan alleta.
"Nanti malam jangan bergadang" ucap sendy tiba-tiba.
"Dari mana dia tau aku akan bergadang malam ini?" batin alleta.
Sendy menatap alleta dengan senyum jahilnya, "Pasti kamu bingung yah dari mana aku tau?" tanya sendy
Alleta menganguk.
"Aku tau pasti kamu bakal begadang dan tinggal disini semalaman, kamu kan nggq pernah tau waktu kalau udah kerja. makanya aku udah minta bagian perencanaan dan bagian produksi saja yang mengawasi, tugas mu istirahat aja, dan tetap cantik untuk hari H" ucapnya sambil memotong rotinya.
"Sepertinya ini waktu yang pas untuk aku bicara padanya" batin alleta. Alleta meletakan sendok dan garpunya.
"Jangan menolaku sekarang, aku masih akan tunggu kok sampe kamu mau terima aku jadi pacar kamu" ucap sendy tiba-tiba sampai membuat alleta bingung, sendy kembali meletakan sendok dan garpu ke tangan alleta.
"Jangan terlalu banyak berfikir, makan saja" ucap sendy masih dengan nada ceria nya.
__ADS_1
Alleta pun menurut, sesekali ia menatap sendy, "Kenapa ia selalu tau apa yang aku fikirkan. " batinnya.