ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#34


__ADS_3

Aditya menjemput alleta untuk datang kerumah nya bersama. sambutan dari para pelayan rumah aditya membuat alleta sedikit agak canggung.


"Gila sih ini, kehidupan nya sangat jauh berbeda denganku? apa keluaga nya benar-benar akan setuju engan hubungan kami?" batin alleta yang mulai cemas, wajahnya pun tertunduk sedih.


Aditya yangmenyadarinya malah menggenggam tangan alleta semakin erat sehingga mampu membuyarkan lamunan alleta, ia pun menoeh kearah aditya, aditya malah tersenyum lebar seolah tau apa yang sedang ia fikirkan, sikap aditya membalikan rasa kepercayaan diri alleta. Alleta pun kembali tersenyum.


"Hai cantik, udah lama kita ga ketemu" sapa mami aditya


"Tante, apa kabarnya" sapa alleta sambil mencium punggung tangan mami aditya.


"Baik sayang, kamu apa kabar?" jawab mami sambil memeluk alleta


"Baik tante,ini alleta bawakan sesuatu buat tante" ucap alleta ambil memberikan bingkisan kue yang ia beli dalam perjalanan ke rumah aditya.


"Buat tante doang?buat om gimana? tiba-tiba papa aditya terdengar sambil berjalan kearah alleta,


"Itu papa nya adit" ucap mami sambil menunjuk ke arah suaminya


"Om, kenalin alleta om" ucap alleta sambil mencium punggung tangan papinya.


"Ternyata benar yang di katakan istri om, kamu anak yang baik, " ucap papi


Alleta hanya tersenyum sambil mengangguk mengucapkan terimakasih.


"Ehemmm" aditya berdehem


"Sakit nak?" tanya papa bercanda membuat mami dan alleta tertawa, kemudian aditya mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"Makanannya sudah siap nyonya, tuan" ucap pak tan, kepala pelayan dirumah aditya, kemudian mereka berjalan kearah ruang makan,


"Ayo nak makan jangan malu-malu" ajak mami


"Ternyata keluarga aditya sangat baik, sangat berbeda dengan yang selalu ku tonton di drama" batinnya sambil tersenyum. Mereka asik makan dan mengobrol sampai suara seseorang mengalihkan perhatian mereka


"Selamat malam" sapanya Yam, suara itu adalah suara tari, mantan pacar aditya.


Suasana ceria mendadak jadi canggung.


"Tari" gumam aditya


"Eh tari", gumam mami kikuk,


"Athari" batin alleta


Semua orang bereaksi, kecuali papi nya yang malah asik melanjutkan makannya,


"Tari ganggu yah?" tanya tari ragu (padahal dia sengaja)


"Oh ngga, sini tari ikut makan" ajak mami canggung dan merasa tidak enak pada alleta.


"Ngga apa-apa kan al?" tanya tari pada alleta

__ADS_1


"Ngga apa-apa kepala lo robek!" batin alleta


"Hehehe ngga apa apa tar, duduk aja" jawab nya sambil tersenyum maksa


Aditya membuang nafas kasar, lalu meletakan sendok dan garpu yang ia pegang.


"Pulang aja deh, ngapain ikut makan" ucap nya ketus


"Eh adit ngga boleh gitu" ucap mami


"Iya mas, gak apa-apa kok" timpal alleta


"Kamu yakin ngga apa-apa?" tanya aditya sambil memegang tangan alleta


Alleta mengangguk yakin, "Apaan sih pake pegang-pegang tangan cewek jelek itu" batin tari sambil mendelik tidak suka pada alleta.


Aditya langsung berwajah malas, Tari pun duduk dan ikut makan.


"Kapan datang tar?" tanya mami mncoba mencairkan suasana.


"Bulan lalu mam, tadinya tari mau dateng kesini kemarin-kemarin, tapi adit nya masih ngambek". jawab tari


"Oh sekarang sudah baikan?" tanya papa datar.


Uhuk uhuk ..Alleta tiba tiba batuk mendengar pertanyaan papa aditya,


"Mampus" batin tari, Tari hanya tersenyum "Belum om, aditya nya masih marah sama tari,"


"Lalu?" tanya papa aditya


"Sudah?" tanya papa


"Belum di maafkan om" jawab tari canggung.


"Oh" jawab papa lalu kembali menyantap makanannya.


Alleta cukup dibuat tidak nyaman"Kaya nya dulu tari deket banget sama keluarga mas adit" batinnya


"Eh ada ikan, adit suka banget kan makan ikan" ucap tari sambil mengambilkan potongan ikan pada adit, dengan wajah kesal aditya menyimpan lagi ikan yang di berikan tari,


"Udah ga suka" jawab nya ketus


"Haha rasain" batin mami


Suasana di meja makan sudah tidak enak, selesai makan mereka mengobrol ... papa pamit duluan untuk mengecek beberapa berkas, lalu pergi.


Di taman belakang,


"Mami, ini tari bawain hadiah kecil buat mami" ucap tari


"Wah bagus sekali tari, terimakasih yah, " ucap mami basa basi

__ADS_1


Aditya sedari tadi tidak memperdulikan tari, dia terus menggenggam tangan alleta,


cemburu? iya bohong kalau alleta merasa baik-baik saja, tapi dengan sikap aditya yang terus menempel padanya, nampak nya alleta tidak perlu khawatir.


Alleta dan aditya fokus pada obrolan mereka sendiri.


"Udah 2 tahun ga ketemu mami ga berubah, masih aja awet muda" ucap tari memuji mami


"Ah tari bisa aja, mami ga berubah, hubungan kita aja yang berubah" ucap mami menyindir tari dengan halus membuat alleta tertawa kecil.


"Sial" batin tari.


"Al, aku ajak kamu jalan-jalan yuk liat rumah" ajak aditya sambil menggenggam tangan alleta, alleta pun mengangguk mengikuti aditya. .


"Mau kemana? tanya tari


"Bukan urusan lo" jawab aditya ketus meninggalkan tari dan maminya.


Aditya mengajak alleta berjalan-jalan di rumah nya, menunjukan setiap sudut ruang kenangan nya,


"Rumah kamu gede banget mas, wah ini sih beneran aku ketiban durian runtuh hahahah" ucap alleta menggoda aditya


"Hahaha baru tau yah? makanya kamu nikah nya sama aku, nanti aku buatin kamu rumah sebesar ini juga" tanya aditya dengan nada arogan nya.


"Cihhhh, siapa juga yang mau nikah sama kamu?"jawab alleta asal


"Jadi kamu gamau nikah sama aku?" tanya aditya kesal.


"Ngga mau! jawab alleta sambil tersenyum.


Aditya merasa gemas lalu mencubit pipi alleta, dengan tatapan yang sangat dalam.  Aditya mengajak alleta melihat kamar nya ...


"Ini kamarku, nanti jadi kamar kamu juga kalau kita lagi berkunjung ke rumah ini" ucap nya sambil berbisik menggoda.


"Apaan sih ..." ucap alleta yang tiba tiba canggung


"Hahahaha kenapa? ko muka kamu merah?" tanya aditya sambil tertawa menggoda alleta


"Ih siapa juga yang muka nya merah, apaan sih?!", ucap nya sambil mendorong tubuh aditya lalu memegang kedua pipi nya yang terasa panas. Aditya hanya tersenyum tanpa membalas.


Aditya mengajak alleta kebalkon kamarnya, tiba-tiba aditya memeluk alleta dari belakang


"Jangan fikirkan hal yang tidak penting, apalagi yang berhubungan dengan tari, aku udah selesai sama tari, kamu ga usah khawAtir" ucap aditya lembut


alleta tersemyum kecil mendengar kata kata kekasihnya lalu memutar tubuhnya berbalik menghadap aditya, menggantungkan kedua tangan di leher aditya "Apa sikap kamu kaya gini juga dulu ke tari?" tanya alleta


"Iya" jawab aditya polos


Alleta dengan sigap melepaskan tangannya yang tadi melingkar di leher aditya,


"Hahaha kamu cemburu yah?"

__ADS_1


"Apa aku ga  boleh aku cemburu?" tanya nya


"Jangan buang waktu buat cemburu sama tari, sayang aku ke kamu 1000% lebih besar, sayang energi tau ga? mending kamu simpan energi kamu buat cium aku" ucap aditya yang langsung mengecup bibir mungil alleta, 3 detik mereka saling bertatapan lalu alleta menarik wajah aditya, dan untuk pertama kali nya alleta mencium aditya dengan duluan. Ciuman panas tidak bisa dihindari, sampai akhir nya mereka berhenti karna merasa kehabisan nafas, mereka saling berpandangan lalu tertawa bersama dan di akhiri dengan pelukan.


__ADS_2