ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#83


__ADS_3

"Hehehe" sendy terus tersenyum memandang alleta sambil menggenggam tangan alleta,.


Mereka berdua duduk di balkon sambil menikmati segelas cokelat panas yang sendy buat,


"Kenapa? kenapa senyum terus?" tanya alleta.


"Aku masih bingung, tapi campur seneng, tau ga sih?" jawab sendy yang masih sangat canggung.


"Sama, aku juga, aku kaya ngerasa masih canggung sama bapak." jawab alleta.


Sendy mendekati alleta,"Al.."


"Hmmm ... Kayanya aku tau kenapa kita canggung." ucap nya dengan nada serius.


"Karena kita baru pacaran hari ini?" tanya alleta.


Sendy melipat bibirnya seolah menahan senyum bahagianya, "Oia, sekarang kita pacaran yah?kamu tau ga sih,seseneng apa aku?"


"Seneng banget sih kayanya, tapi bapak ngerasa aneh ga sih?" tanya alleta yang ikut canggung dengan hubungan baru mereka. "Apa kita batalin aja?" tanya alleta sambil menahan tawa nya.


Wajah sendy langsung berubah, ia langsung memeluk alleta, "Ngga bisa, keputusan udah ga bisa di ubah lagi, uu sayangnya aku, susah banget dapetinnya, ngga akan aku lepas." ucap sendy dengan penuh kasih sayang sambil mengelus lembut kepala alleta.


"Hahahaha, ga capek yah pak gombal  mulu pak?"


"Nah itu al, ampe kapan kamu mau manggil aku bapak? aku kan ngga setua itu." ucap sendy kesal.


"Hahaha terus aku harus panggil kamu apa?" tanya alleta sambil menatap sendy.

__ADS_1


"Al, jangan di liatin gitu dong, aku jadi saling tau" ucap sendy salting betulan.


"Apa sih, kok kamu lucu banget" ucap alleta.


"Mulai sekarang panggil aku sayang? gimana?"


"Ih ngga mau." tolak alleta


"Baby? 


"NO!! BIG NO !! tolak alleta untuk kedua kalinya.


"Ah apa dong?" tanya sendy yang sudah mulai kesal.


"Kamu lucu banget sih pak, kaya anak kecil" ucap alleta gemas.


"Mana ada, kamu kan emang kaya gini, cuma hari ini kelebihan." ucap alleta.


"Hahaha gitu yah?" hahahah"


"Alleta, karena kita udah pacaran, kamu bisa ga ngobrol sama aku nya ga kaku?"


"Hmmm emang aku kaku yah? masa sih?" tanya alleta


"Iya, anda, bapak, sudah, kaku banget tau ga? aku kadang suka bingung tau."


"Masa sih? aku ga sadar loh, lucu banget yah aku?" tanya alleta bodoh

__ADS_1


"Lucu kepalamu, aku suka bingung tau kadang-kadang, kamu terlalu kaku sama aku, mulai sekarang jangan panggil aku bapak, nama aja ngga apa-apa."


"Sendy?" ucap alleta ragu.


"Lebih enak sih di dengernya" heheh.


"Tapi kamu kayanya ga seneng, aku panggil kamu didi? gimana?" tanya alleta sambil tersenyum gemas


"Didi? lucu juga, iya panggil aku didi, tapi aku tetep panggil kamu sayang yah." ucap sendy.


Alleta menghembuskan nafas pasrah, "Terserah kamu aja, tapi dikantor jangan panggil aku itu, panggil namaku aja yah." ucap alleta.


Sendy menganggukan kepalanya, "Aku boleh cium kening kamu?" izin sendy.


"Kok izin sih? aku kan malu kalo aku harus jawab iya atau ngga. hahhaha"


"Hahahah iya juga yah, nanti aja deh, masuk yuk, udaranya makin dingin, kamu masih belum sehat." ucap sendy. Alleta pun menurut.


Sendy kembali memapah alleta ke kamarnya. lalu membaringkan tubuh alleta dan memakaikan alleta selimut. "Tunggu, aku ambilin kamu air dulu yah." ucap sendy lembut, alleta pun menganggukan kepalanya.


Sendy kembali masuk dengan gelas ditanganya, "Duduk dulu, minum obatnya lagi." ucap sendy sambil memberikan obat dan air pada alleta.


"Kayanya metta gajadi dateng, kamu tidur dulu aja, nanti aku pulang kalo kamu udah tidur, besok pagi aku kesini lagi. ucap sendy.


Alleta pun mengangguk setuju.


Sendy kembali membetulkan selimut alleta. ia menatap alleta, lalu mencium kening alleta dengan lembut lalu tersenyum, kemudian ia duduk disamping alleta sambil menggenggam tangan alleta dan menepuk-nepuknya dengan lembut sampai alleta tertidur dan pulang.

__ADS_1


__ADS_2