
kali ini tubuh alleta tidak mematung, tubuhnya sekarang bekerja sesuai dengan keinginannya,
"Ihhhhh sanaaaa" ucap alleta sambil mendorong tubuh aditya, ia langsung bangun dan pergi ke ruang tv, aditya mengikuti alleta ke ruang tv,
Aditya duduk tepat disamping alleta, "aw"rintihnya mencoba mencari perhatian alleta, namun alleta sama sekali tidak peduli.
"Marah yah?" tanya aditya polos.
"Menurut lo? " jawabnya kesal.
"Al, kan kamu yang buka pintu, bukan salah adit dong, iya ngga?" ucap aditya masih mencoba membela diri.
Alleta hanya mendelik. "KAPAN LO PULANG ????? tanya alleta kesal.
"Nanti " jawab aditya singkat. alleta tidak bisa berkata apa apa kecuali diam, karena melawan kata kata aditya sama dengan membuang energi. dia memilih untuk diam, sekitar 30 menit mereka diam dan menonton acara televisi yang entah itu acara apa, karena masing-masing fokus mereka memikirkan hal lain.
Tiba-tiba kepala aditya menyandar ke bahu alleta,
"Addd" .. belum sempat menyelesaikan ucapannya, alleta langsung diam, karena melihat ternyata aditya ketiduran.
"Kasian, pasti semalam lo ga tidur nyenyak" batinnya.
Perlahan alleta mencoba membaringkan aditya di sofa dengan hati-hati agar ia tidak terbangun. Alleta berjongkok tepat disebelah tubuh aditya, ia memperhatikan wajah aditya dalam-dalam.
"Wajahmu saat tertidur terlihat sangat manis adit, kau seperti anak kucing, sebaiknya kau terus tidur agar wajah menyebalkan mu tidak terlihat." batinnya sambil tersenyum dan mengelus pipi aditya dengan lembut.
Saat alleta akan bangun, ia melihat bahu aditya lebam, ia menarik sedikit baju aditya untuk memeriksanya kembali, "Kasian sekali, pasti ini bekas pukulan kayu" batinnya, lalu ia segera bergegas untuk mengambil salep dan mengoleskannya perlahan. Setelah itu alleta bangun dan masuk ke kamar bundanya untuk membantu mengemas barang-barang bunda untuk di bawa ke desa.
"Bunda pulang",Bunda masuk dan tersenyum melihat aditya tertidur di sofa.
"Bunda udah pulang?" ucap alleta pelan. bunda hanya mengangguk, lalu duduk sebelah alleta. tiba tiba bunda mengelus rambut alleta, "Kenapa bun?" tanya alletasedikit bingung.
"Nak aditya itu kelihatannya baik nak", ucap bunda tiba-tiba
"Baik apanya bunda?" tanya alleta sedikit bingung.
"Bunda suka sama nak adit" ucap bunda.
__ADS_1
"Terus? apa hubungannya sama alleta?, dia baik depan bunda aja, lagian alleta sama aditya itu berbeda bun, itu salah satu alleta gamau suka sama aditya. " ucap alleta.
"Berbeda kenapa nak?" tanya bunda penasaran
"Aditya itu anak orang kaya bunda, level nya sangat jauh sama kita, alleta yakin dia cuma lagi bosen aja, bunda jangan berharap apa-apa" . ucap alleta
Bunda tersenyum, "kamu menyukainya?" tanya bundanya tiba-tiba.
"Ngga bun, kalaupun alleta suka sama dia suatu saat nanti, alleta bakal nahan itu, alleta ngga mau nantinya alleta bakal kecewa, alleta sekarang cuma ingin fokus kuliah, biar letta cepat lulus dan kerja di tempat bagus, biar alleta ngga ngebebani bunda, itu yang jadi prioritas alleta sekarang bunda, letta". jelas alleta. bunda hanya tersenyum kemudia memeluk alleta.
Ting tong .. ting tongg ...
Suara bel memecah obrolan serius antara bunda dan alleta,
"Ada tamu, biar bunda saja yang buka" ucap bunda
"Alleta temani bunda" ucap alleta sambil mengikuti bunda.
Mereka berdua pun bergegas keluar, saat menuju pintu pagar alleta melirik kearah aditya yang masih tertidur pulas.
"Dasar, suara bel segitu kencengnya ga bangun" gumamnya
"Nak, siapa mereka? tanya bunda panik,
"Gatau bunda, biar alleta aja yang tanya". ucap alleta mencoba memberanikan diri dan membuka pintu.
"Maaf cari siapa yah?" tanya alleta
Salah satu pria itu membuka kacamatanya, "Maaf saya hazel, saya mewakili keluarga pratama, kami mencari tuan muda kami nona, mobil , dompet dan handphonenya kami temukan diambil oleh beberapa preman, menurut informasi yang kami dapatkan tuan muda kami terakhir di bawa kerumah ini". jelas si pria berjas itu
"Hufft .. alleta membuang nafas berat.
"Ternyata aditya".gumamnya.
"Maaf, bagaimana nona?" tanya hazel.
"Pantas saja alleta bilang jaraknya dan nak aditya sangat jauh, ternyata benar apa yang dikatakan anakku" batin bunda, sambil memperhatikan para bodyguard di luar.
__ADS_1
"Masuk aja mas, orangnya lagi tidur" Ucap alleta malas sambil membukakan pagar.
Hazel pun masuk, di ikuti oleh 3 pengawal lainnya.
"Iuh orangnya" ucap alleta sambil menujuk ke arah aditya yang sedang tertidur lelap.
Hazel terlihat bingung melihat aditya masih tertidur. alleta menyadari kebingungan hazel, alleta mengerutkan dahinya .
"Kenapa mas? bukannya nyari dia?" tanya nya sambil menujuk ke arah aditya.
"Benar nona, itu tuan muda kami, hmm apa saya boleh bertanya?" tanya nya sopan dan canggung
"Iya, kenapa? tanya aja mas". jawab alleta
"Apa tuan muda sudah lama tertidur ? kira-kira apa sudah tidur 8 jam?" tanya hazel salah satu pengawal.
Alleta kembali membuang nafas kasar, "Mana gue tau berapa jam dia tidur, apa gue sekurang kerjaan itu ngitung dia tidur " batinnya. Alleta pun memutuskan untuk menghampiri aditya yang masih tertidur.
"Adit bangunnnnnn!" ucapnya sambil mengoyang-goyangkan tubuh aditya .
Hazel dan para pengawal terlihat kagetsekaligus bingung saat alleta membangunkan tuan muda nya dengan kasar.
"Hmmmm".. gumam aditya masih mengantuk.
"Adit bangun ihhhh!!" ucap alleta memukul aditya dengan bantal membuat aditya langsung terbangun. wajah nya terlihat kesal, namun ia tiba-tiba tersenyum "Alleta" gumamnya dengan wajah yang masih mengantuk.
"Lihat itu" ucap alleta sambil menunjuk hazel dan 3 pengawal yang sudah berdiri tegak di depan pintu.
Aditya pun menoleh kearah hazel dan para pengawal keluarganya.
Serentak semua pengawalnya mengucapkan salam sambil membungkuk "Selamat siang tuan muda". ucap mereka bersamaan.
Bunda nya sangat heran "kenapa suasananya seperti sedang ada dalam sebuah drama" batin bunda
"Hahhahahaha, tuan muda pulanglah, anda sudah di jemput." ledek alleta.
Aditya tampak sangat malu,aditya langsung menatap hazel dengan tatapan membunuh dan menggelengkan sedikit kepalanya, sebagai tanda hazel dan para pengawal lainnya untuk keluar.
__ADS_1
Hanya dengan 1 tatapan aditya, semua pengawal langsung keluar.
"Sekaya apa aditya sampai dia diperlakukan seperti ini?" batin alleta penasaran dengan sedikit perasaan kecewa, karena menyadari betapa jauhnya jarak antara dirinya dengan aditya, pria yang sudah mulai menarik perhatiannya.