ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#58


__ADS_3

Alleta ditunjuk oleh bu gemi untuk menjadi kepala team creative dalam perencanaan proposal untuk iklan dan launching produk jaket gunung keluarga PRATAMA GROUP.


Semua orang di kantor nampak sibuk pagi ini, bahkan sendy pun ikut andil dalam proyek ini.


Alleta sangat serius dalam mengerjakan proposal perencanaan ini, Malam hari ketika semua orang sudah pulang, alleta masih saja sibuk dengan laptopnya.


Sendy perlahan menghampiri meja alleta membawakan secangkir kopi panas untuk alleta, alleta melihat ke arahnya lalu tersenyum dan mengambil cangkir kopi yang sendy berikan.


"Hehehe thank you pak" ucapnya lalu menyeruput kopi hangat nya.


"Kenapa belum pulang al?" tanya sendy.


"Aku masih merasa kurang dengan proposal ini pak", ucapnya sambil menunjuk kearah laptop nya.


"Bagian mana?" tanya sendy lalu mendongkakan wajah nya ke arah laptop.


Obrolan mengalir begitu saja, dan akhir nya mereka discus.


Sendy sesekali tersenyum, hati nya merasa senang, karena untuk pertama kali nya ia bisa berbincang lama bersama alleta, walaupun ini bersangkutan dengan pekerjaan.


"Selain cantik, kau juga sangat pintar alleta" batin sendy


.Discus mereka berjalan dengan lancar."Wah pak, ternyata anda orang yang sangat cerdas, senang sekali saya berdiskusi dengan anda" ucap alleta.


"Kenapa kau sangat formal saat bicara denganku?" tanya  sendy lembut, wajah nya sangat deket.


"Astaga tuhan" ucap alleta tiba-tiba menutup mulutnya dengan satu tangannya.

__ADS_1


"Ada apa?!" tanya sendy ikutan panik


"Kita pernah ketemu, kau temannya mas damar yah?" ucap alleta


Sendy membuang nafas kasar, "Kau baru mengingatku? kau benar-benar kejam alleta" ucap sendy


"Hahaha, maaf kan aku, aku jarang memperhatikan sekitarku, sekali lagi saya mohon maagf ya pak" ucap alleta sopan


Sendy tersenyum, "Aku bakal maafin kamu, kalau kamu bisa bersikap santai padaku" ucapnya tiba-tiba


"Hah? bagaimana pak?" tanya alleta bingung.


Sendy sadar dengan ucapannya yang terlalu terburu-buru, ia mengalihkan pembicaraan dengan mengajak alleta memeriksa pekerjaannya lagi.


"Hoammm ...." alleta sudah mulai menguap.,wajar saja , ternyata ini sudah pukul 04.00 pagi.


"Wah sudah jam 4 pagi, maaf pak saya terlalu banyak mengambil waktu anda" ucapnya sambil mengangguk tidak enak


"Sebaiknya kita pulang, sudah pukul 04.00 pagi" ucapnya sambil bangkit dari tempat duduk nya.


"Silahkan pak,hati-hati di jalan" ucap alleta


"Lah, kenapa? aku tidak ada maksud apa-apa, aku cuma ingin mengantarmu, ini sudah jam 04.00 pagi loh" ucap sendy.


"Hahaha bukan itu maksud saya, lagian maksud apa yang bapak maksud? saya tau maksud bapak baik". Jawab alleta.


"Lantas?" tanya nya sambil mengerutkan dahinya

__ADS_1


"Ya bapak pulang aja, saya menginap disini saja pak, ini sudah pukul 04.00 pagi, perjalanan menghabis kan waktu satu jam, dan pukul 08.00 pagi saya harus ada disini lagi, terlalu merepotkan, hehe". ucapnya


"Apa ini sungguh wanita zaman sekarang? ia benar-benar berbeda dengan semua gadis yang pernah aku kenal" batin sendy sambil menatap dalam wajah alleta yang sudah mulai kusut.


"Pak sendy?" ucap alleta sambil menadahkan tangannya di hadapan sendy.


Seruan alleta membuyarkan lamunannya "Hahaha, jadi maksud mu, kau akan tidur di kantor? disini?" tanya sendy yang masih belum percaya.


Alleta mengangguk yakin.


"Hahahahha.. tidak-tidak sudahlah, aku antar kau pulang dan kau boleh kembali ke kantor pukul 12.00 siang, aku yang mengizinkan mu". ucapnya


Alleta mendelik ke arah sendy, "Aku sudah cukup lelah pak" ucap nya datar.


"HMMMMMM baiklah kalo itu mau mu, aku mengalah, tidur lah di ruangan ku.


"Sungguh?ah.. terimakasih pak sendy, sebaiknya anda cepat pulang. kalau begitu anda cepat pulang"


"Hmm kamu ngusir aku?"


"Hahaha bukan begitu, aduhh" jawab alleta yang mulai bingung.


"Hahah, oke-oke" ucap sendy sambil pergi perlahan, ingat, tidur di ruangan ku yah" ucap nya sambil mengelus kepala alleta tanpa sadar.


"iya" ucap alleta singkat "kenapa ia mengelus kepalaku? dasar gila" batinnya, sambil melihat sendy pergi.


Sendy pun pergi, alleta menggeliat kelelahan, bukannya segera tidur ia malah berlari di tempat lalu pergi ke pantry dan tertidur di kursi pantry.

__ADS_1


Ternyata sendy belum pulang,ia hanya mengambil jaket yang ada di mobilnya, lalu kembali ke kantor,, ia mencari alleta di ruangannya, namun ternyata alleta tidak ada disana, ia pun pergi ke pantry, ternyata benar dugaannya, ia melihat alleta yang sudah tertidur di pantry,  diam-diam ia menyelimuti alleta yang tengah tertidur pulas dengan posisi yang sangat tidak enak menurut sendy. sendy hanya menggelengkan kepalanya melihat alleta.


"Oh tuhan, kenapa aku menghawatirkan gadis ini, dia sangat jauh dari type ideal wanita-wanita ku, tapi kenapa aku selalu ingin melihatnya". batinnya sambil memandangi alleta yang tengah tertidur pulas, dia pun mulai merasa lelah dan ia pun tertidur di samping kursi alleta, dan akhirnya mereka berdua tertidur diruangan yang sama.


__ADS_2