ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#19


__ADS_3

Di dalam mobil


Didalam mobil, baik alleta atau 2 pengawal aditya yang mengantarnya sama sekali tidak ada yang bicara.


"Kenapa mereka diam terus, apa mereka semua sariawan?, aduh bagaimana ini, aku harus mampir ke kampus, apa aku langsung bilang saja, ah bodo amat, aku harus kuliah?" batinnya.


"Hmmm Mas, boleh ga antar saya ke kampus aja?" tanya alleta hati hati


"Hmmm, tapi nona, tuan aditya memerintahkan saya antar anda ke apartement" jawab supir yang dikirim aditya


"Tidak apa-apa, biar nanti aku yang bilang sama aditya, aku ada kuliah satu jam lagi, lagi pula kenapa aku harus menuruti perintah tuan muda kalian?" ucap alleta sedikit kesal.


Supir dan pengawal aditya sempat bingung dan saling memandang satu sama lain, namun akhirnya mereka meng iya kan permintaan alleta.


"Baik nona" supir itu pun akhirnya menuruti alleta


Dikampus,


Alleta turun dan membawa koper nya,


"Terimakasih mas" ucap alleta sopan. supir aditya hanya tersenyum mengangguk namun wajah nya masih terlihat tegang.


"Tenang, begitu bertemu adit, aku akan langsung menjelaskan" ucap alleta, dan terlihat wajah lega dari supir dan pengawalnya.


"Hati-hati nona" ucap pengawal, alleta hanya tersenyum tanpa menjawab lalu pamit.


"Jack" seru alleta pada penjaga parkir di kampus nya


"Oi neng,jawabnya sambil melambaikan tangan


"Mau kemane neng bawa bawa koper? abis di usir?" tanya nya asal.


 Alleta tertawa mendengarnya, "Enak aja lo" ucapnya sambil memukul kecil bahu jack.


"Jack, gue titip ini bentar yah?" ucapnya sambil menyodorkan koper nya.


"Boleh, tapi goceng yah?" ucap jack sambil tertawa


"Hahhaha siap" ucap alleta kemudian pergi menuju kelas.


Setelah 2 jam mata kuliah, alleta pergi ke kantin untuk mencari aditya, sesampainya dikantin, akhirnya terlihat sosok yang ia cari sedang mengobrol dengan kedua temannya, alleta pun menghampirinya.


"Adit, gue mau ngomong" ucap alleta. Aditya pun menoleh sambil tersenyum


"Duduk disini al, ucapnya lembut sambil menepuk kursi sebelahnya yang kosong.


"Eh eh ada apa nih ? kalian pacaran?" tanya iqbal kepo begitu pula galih yang melihat keduanya merasa heran.


Aditya tidak menjawab, dia hanya tersenyum .


"Pacaran kepala lo?" ucap alleta ketus.


"Galak banget sihh si kecil ini" ucap iqbal sambil memegang gemas pipi alleta.


PPlaakkkk !!!" jangan pegang-pegang" ucap aditya sambil memukul tangan iqbal


"Awww" rintihnya kemudian tertawaaaa yang dikiti oleh galih


"Sukurin" ucap alleta pada iqbal


"Eh iya, tadi kamu mau ngomong apa?" tanya aditya


"Kamu kamu apaan sih?" batin alleta.


"Jadi gini, tadi ...." belum menyelesaikan kalimat nya tiba-tiba ada seruan yang memanggil nama aditya


"Aditya sayang" sapanya yang membuat semua orang menoleh kearah mereka.


Ternyata itu tari, tari menghampiri aditya lalu memeluk aditya dari belakang, membuat alleta mematung

__ADS_1


"Siapa gadis cantik ini, wah, dia benar-benar cantik?" batinnya


"Eh eh... itu kan tari, mantan ka adit " mahasiswa 1


"Sukurin tuh anak baru, mimpinya ketinggian pengen deket ama ka adit "mahasiswa 2


"Cantik banget, udah ga kaya manusia" mahasiswa 3


Terdengar riuh bisik-bisik di kantin yang heboh dengan kedatangan tari.


"Apaan sih! Lepas !" ucap aditya ketus, sambil melepas kasar pelukan tari.


Alleta masih bengong, bingung apa yang harus dia lakukan , akhirnya iqbal dan galih menarik alleta untuk berdiri medekat dengan mereka.


"Disiini aja" ucap iqbal berbisik .


Alleta hanya bisa meng iya kan tanpa berkomentar apa-apa dan hanya bisa menonton pertengkaran aditya dan tari.


"Adit kamu masih marah sama aku, mau sampe kapan sih?!" tanya tari dengan dramanya.


"Lo ga cape yah?, mau apa cari gue?" tanya aditya ketus


"Emang butuh alasan yah kalo aku pengen ketemu kamu? aku kangen, cuma itu alasan aku" jawab tari sambil berusaha memeluk aditya kembali.


Alleta merasa kesal dengan pemandangan dihadapannya, entah apa alasan yang embuatnya kesal, ia membuang muka, tidak ingin melihat adegan itu, aditya menyadari ada rasa ketidaknyamanan di wajah alleta,


"Al" ucap aditya, alleta tidak menjawab.


"Adit, aku ada di sini, kenapa malah ngomong sama orang lain?" ucap tari kesal


"Apaan sih" ucap nya sambil mendorong tubuh tari


"Letta... " seruan dari belakang , memanggil nama alleta, alleta berbalik dan tersenyum "Ka farrel" jawab nya sambil tersenyum


"Penyelamat" batin alleta penuh rasa syukur(lebay).


Farrrel menghampiri alleta dan aditya cees, wajahnya nampak sedikit bingung.


"Hmm" jawab tari


"Ka farrel kenal dia juga" batinnya.


Farrel melirik ke arah alleta, "Letta, makan yuk?" ajak farrel. Tanpa berfikir panjang alleta mengangguk meng-iya kan.


Alleta menarik tangan farrel dan mengajaknya bergegas,  namun ketika hendak pergi, aditya menarik tangan alleta  "Ga boleh!" ucapnya tegas


"Aw" rintih alleta.


"Kenapa ga boleh ? tanya farrel dengan wajah yang tidak ramah. Alleta berusaha melepaskan genggaman tangan aditya, namun aditya makah semakin erat menggenggam tangan alleta, "awww sakit !! untuk kedua kalinya alleta merasa kesakitan.,


"Apa-apaan lo, lepasin dit, alleta kesakitan!!" ucap farrel


"siapa wanita ini, kenapa aditya bersikap seperti ini?" batin tari sambil mengamati alleta.


"Ayo lett" ucap farrel, sambil menarik lembut tangan alleta, alleta kembali mengangguk dan mengikuti langah farrel.


"BRENGSEK !!! ucap aditya kemudian memukul wajah farrel.


suasana menjadi kacau, farrel yang sempat terjatuh, kemudian bangun dan membalas pukulan aditya. Galih dan iqbal mencoba melerai tapi tidak tertahankan, alleta akhirnya masuk kedalam keributan mereka berdua, Namun aditya tidak sengaja melayangkan pukulan yang seharusnya untuk farrel ke alleta, hingga membuat alleta pingsan.


Semua orang tampak kaget, baku hantam aditya dan farrel pun terhenti saat mereka melihat alleta sudah pingsan.


"BRENGSEK LO ADIT!"teriak farrel kesal sambil mendorong aditya, kemudian menggendong tubuh mungil alleta keluar kantin.


"Adit !! jangan pergi" ucap tari menahan aditya. Tanpa sepatah kata pun terucap, aditya menghempaskan tangan tari dengan kasarlalu mengejar farrel yang pergi membawa alleta.


"Bal, siapa wanita itu ? tanya tari, iqbal pun tidak menjawab,dia hanya tersenyum kemudian berlari mengikuti teman-temannya.


Tari masih mematung setelah menerima penolakan aditya untuk yang kesekian kalinya, ditambah lagi, kali ini ia pergi untuk mengejar gadis lain.

__ADS_1


"Hahahaha, gila seorang athari kalah sama cewe biasa, dia alleta tar, cewe yang di sukain aditya!" ucap sheila yang berjalan perlahan sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dengan nada mengejek.


"Bukannya dia juga cewe yang disukain farrel yah?" ucap berta mematahkan kesombongan sheila.


Sheila mendengarnya menjadi kesal lalu pergi meninggalkan kantin.


"Alleta, oke, gue bakal inget nama itu "ucap tari kemudian pergi.


Farrel membawa alleta ke UGD, farrel yang terlihat panik, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. "Alleta bangun al". ucapnya sambil memegang tangan alleta dengan tangan satunya.


Tanpa farrel sadari, aditya mengikutinya dari belakang ditemani iqbal dan galih. sampailah di rumah sakit,


Farrel kembali menggendong alleta ke ruang UGD.


Di ruang tunggu farrel dan aditya sama sekali tidak bicara satu sama lain, keduanya panik.


Alleta selesai diperiksa oleh dokter, Dokter pun keluar.


"Keluarga nona alleta raya chevionita,," ucap dokter


Aditya dan farrel keduanya berdiri "SAYA DOK " ucapkeduanya bersama. amereka pun langsung saling memandang dengan tatapan saling membunuh.


"Bagaimana keadaannya dok?"  tanya mereka berdua berbarengann. Kali ini dokternya kebingungan namun setelah melihat mimik keduanya si dokter pu tersenyum , "Dasar kalian" ucapnya


"Nona alleta bai- baik saja, ia hanya sedikit syok, makanya ia pingsan, tapi tidak ada masalah serius, hanya saja luka memarnya tidak akan bisa hilang sekaligus, perlu 2 atau 3 hari, saya sudah menuliskan resep untuk nona alleta, kalian bisa ambil resepnya di suster jaga" terang sang dokter.


"Kalau begitu, saya pamit" dokter itu pun pergi.


Farrel dan aditya langsung masuk, mereka berdua terlihat panik, "Alleta"ucap farrel sambil memegang tangan alleta,


"Jangan pegang-pegang" ucap aditya.


"Dit,dit ini rumah sakit" bisik iqbal dan galih menenangkan. aditya pun pindah ke sisi satunya, dia memegang tangan alleta satunya. farrel dan aditya memegang masing masing satu tangan alleta. iqbal dan galih hanya geleng geleng kepala melihat pemandangan itu, galih mengajak iqbal keluar, iqbal pun mengikuti.


Tidak lama alleta siuman, mereka berdua tersentak, langsung berdiri .


"Kamu udah sadar?" ucap mereka berdua berbarengan, kemudian mereka berdua saling berpandangan kesal. Alleta yang masih terlihat bingung "ahh ... kalian . keluar lah" ucapnya.


"Gamau" jawab mereka berbarengan


"Cihh kalian, dasar anak kecil" , "ucap alleta


 "Aw.."rintihnya sambil memegang pipinya sendiri


"Sakit ya al?" tanya farrel lembut, alleta hanya mengangguk, farrel terlihat sangat khawatir, ia menunduk sambil mengelus kepala alleta. alleta hanya tersenyum


"Jangan pegang-pegang "ucap aditya seperti anak kecil sambil menghempaskan tangan farrel.


Alleta mendelik ke arah aditya "Lo ngapain disini? pulang sana." ucap alleta ketus.


"Ngga!", jawab adityadan malah duduk disamping alleta.


"Cihh dasar kau" ucapnya.


Alleta melihat ke arah aditya dan alleta secara bergantian, "Kalian kenapa sih?" tanya alleta lirih. Namun keduanya tidak ada yang menjawab.


"Hufttt" alleta membuang nafas kasar.


"Gue mau pulang aja" ucapnya sambil mencoba turun dari tempat tidur nya.


"Hati-hati alleta" ucap farrel sambil memegang bahu alleta, alleta pun tersenyum tanpa menolak.


"Gue yang anter alleta". ucap aditya


"Biar gue aja" ucap farrel


"Arghhh ini rumah sakit, ga usah ada yang anter, gue balik sendiri!" ucapnya sambil menghempaskan kedua tangan mereka berdua. kemudian pergi ..


Farrel masih berusaha mengejar alleta, "Biar aku aja yang anter" ucap farrel lembut, alleta menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Ngga apa-apa kak, aku bisa sendiri, kamu pulang aja" tolak alleta.

__ADS_1


Farrel yang merasa tidak enak mau tidak mau hanya bisa mengiya kan,ia pun berinisiatif memanggilkan alleta taxi, ia menemani alleta sampai alleta naik dalam taxi. Lain hal nya dengan aditya yang hanya melihatnya dari kejauhan.


__ADS_2