ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#85


__ADS_3

Keesokan pagi nya sendy menjemput alleta di apartement nya, ia sengaja tidak memberitahu alleta ia sengaja menunggu depan pintu.


Alleta keluar setelah beberapa lama, "Eh mas sendy, ko di luar? kenapa ga bunyiin bel?"


"Sengaja biar ga kamu ga buru-buru, sini laptop nya aku bawain." jawabnya dengan nada lembut.


"Ngga usah mas, kamu udah sarapan?" tanya nya sambil berjalan.


"Belum, sekalian aja kita sarapan, lagian kita kan meeting di jam 10.00 agak repot kayanya kalau mesti ke kantor dulu."


"Baiklah bapak sendy.." jawab alleta sambil nyengir. Sendy kembali tersenyum sambil mengelus kepala alleta.


Mereka sampai untuk sarapan lebih dulu,


"Semalem tidur kamu nyenyak?" tanya sendy


"Hmmm sangat nyenyak, kamu?"


"Lumayan"


"Mas, bentar lagi kamu ulang tahun, kamu mau kado apa dari aku?" tanya alleta


"Hmmm kalo kamu jadi kadonya gimana?hahah"


"Cih .. kau ini, aku serius, kamu mau aku kasih hadiah apa?"


"Aku mau nya kamu aja deh." jawab nya asal


"Ih kamu mah"


Sendy kembali tersenyum.


Di cafe,


Alleta dan sendy duduk bersama sambil mengobrol.


Terdengar samar-samar dari kursi sebelah.


Gadis A: "Liat cowok nya cakep banget yah? tapi cewek nya ko biasa banget?"


Gadis B : "Iya, kayanya temennya sih, kalau pacar kayanya ga mungkin."


Gadis A : "Kalau aja pacar gue nanti kaya cowok itu, gue janji bakal jadi cewek paling setia seumur idup."

__ADS_1


Gadis B : "Sama" hahhaha mereka pun tertawa.


Sendy hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya seolah tidak peduli, tapi alleta malah seperti ingn menahan tawa, "Kenapa sayang?" tanya sendy.


"Ngga, lucu aja,kamu ngga malu?"


"Ngga, kenapa harus malu? emang kamu pacar aku kan? pacar kesayangan malah." ucap sendy lalu tersenyum


"Cih, dasar kamu."


"Dia memang sangat berbeda dengan mas adit, kalau dia disini, pasti dia akan bertengkar dengan gadis-gadis itu" batin alleta.


Flashback !


Saat aditya dan alleta sedang pergi makan, ada gerombolan wanita yang membicarakan alleta, aditya marah besar sampai bertegkar mulut kerena membela alleta. 


"Lihat, pacarnya jelek sekali."


"Iya benar, sayang banget padahal cowok nya kelewat cakep"


"Iy, pasti cewek nya pake guna-guna tuh"


bisik para wanita itu, dan aditya dengan pede nya mendatangi mereka sambil menggebrak meja, "Gue kira cuma muka kalian aja yang jelek, tapi mulut kalian juga ga kalah jelek, pulang deh sana, ngaca, Elo, elo, elo bertiga bener-bener harus pulang, cafe ini jadi kumuh karena ada kalian !" ucap nya lalu pergi menggandeng alleta. 


"Kenapa ? ko senyum-senyum lagi?"


"Haha ngga, cuma lucu aja, cepet abisin makanannya, aku takut macet nanti di jalan."


"Iya, oke bu bos"


"/Cih/ dasar"


Sampai di perusahaan pak andys,


Di ruang meeting,


"Kalian sudah datang?"


Alleta dan sendy pun berdiri untuk memberi salam.


"Duduk saja, tunggu sebentar yah, kita akan meeting bersama anakku, nanti ia yang akan berkerjasama dengan kalian." Ucap apak andys.


"Baik pak." jawab alleta.

__ADS_1


Selang beberapa lama anak dari pak andys datang.


"Maaf saya terlambat" ucapnya


"Eh, kak dimas ?" ucap alleta kaget.


"Letta?" ucap dimas tidak kalah kaget.


Sendy dan pak andys terlihat bingung.


"Kalian saling kenal?" tanya pak andys.


"Iya pap, ini alleta adik kelas dimas dulu."


'Hmmm oh, gadis itu" batin pak andys.


Bla bla bla ...Alleta mempresentasikan semua idenya.


"Bagaimana pak? dengan ide kami?" tanya alleta.


"Aku menyukainya" ucap dimas dengan yakin.


Alleta tersenyum.


"Mereka terlihat akrab, apa hubungan mereka dulu yah?" batin sendy.


"Baiklah kalau dimas sudah menyetujui nya, artinya aku juga setuju, selamat berkerja sama pak sendy, bu alleta." ucap pak andys sambil menjabat tangan alleta dan sendy.


Pak andys pun keluar.


"Alleta, apa kabar?" tanya dimas dengan wajah berseri.


"Kabar ku baik, kak dimas gimana?" tanya alleta.


"Aku juga baik, lama banget kita ga ketemu, oia, ini kartu nama ku aku masih ada meeting, simpan yah alleta. aku seneng banget bisa ketemu sama kamu lagi. jangan lupa save no ku yah." ucap dimas lalu pergi dengan terburu-buru.


"Mantan yah?" tanya sendy polos.


"Mantan kepalamu?"


"Jiahh ngambek.. haha ciee mantan.. "


"Apaan sih bukan, udah ah ayok pulang. aku masih banyak pekerjaan." jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2