
"Alleta" sapa seseorang dengan nada lembut membuat aleta dan adit geng ikut menoleh kearah sumber suara.
"Ka farrel" ucap alleta sambil tersenyum.
"Dia tidak ada bedanya dengan wanita lainnya, tersenyum pada siapa saja seperti wanita murahan". batin aditya marah.
"Apa aku boleh bergabung disini? tamya farrel.
"Boleh, duduk kak", jawab aleta , metta dan inggit berbarengan, farrel tersenyum kemudian duduk disamping alleta.
Aditya yang merasa kesal, tanpa basa basi ia pergi meninggalkan meja. Galih dan iqbal merasa bingung, namun mereka menyusul aditya.
"Kenapa dia? tanya metta polos, inggit hanya menaikan kedua bahunya tanpa menjawab .
"Tau" ucap alleta cuek
Alleta, aku boleh minta no kamu? tanya farrel sambil menyodorkan ponselnya kearah alleta.
"Buat apa?" tanya alleta polos
"Hmm kira-kira buat apa? ya buat disimpen aja". jawab farrel bingung atas pertayaan polos alleta.
"Owh, kaka mau koleksi yah? ucap alleta polos sambil mengambil ponsel farrel dan mengetik no nya.
Metta dan inggit seolah sudah mengerti, mereka tersenyum tipis, "No kita kita ngga ka ?" tanya metta iseng.
farrel hanya tersenyum tanpa menjawab.
"Iya deh iya ngerti" ucap inggit sambil tersenyum
__ADS_1
"ngerti apaan deh".tanya alleta polos
"Hmmm Oke kalo gitu,aku ke kelas dulu yah". pamit farrel, farrel berjalan dengan senyuman sumeringah sambil memegang ponsel nya.
"Gue juga duluan ah, gue mau kerja . pamit alleta kemudian pergi.
"Tiati al, ucap kedua sahabatnya.
Di bascame kampus khusus geng aditya.
Iqbal dari tadi tertawa geli setiap melihat aditya, begitu pula dengan galih. aditya merasa kesal dengan keduanya, dia mengusir ke dua sahabatnya itu. "kalo lo berdua cuma ngeledek gue, mendingan lo semua pergi deh. usir kesal.
"Hahhahahah, jelek banget lo, dulu pas suka ama tari ga gini gini amat iya ga gal" ucap iqbal
galih mengangguk setuju.
"Adit-adit" .. gumam galih sambil geleng-geleng kepala.
Aditya berjalan menuju parkiran mobil dan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
Di perjalanan masih disekitaran kampus, aditya melihat alleta yang sedang berlari seperti orang yang terburu buru.
"Cebol??". gumamnya, saat hendak turun, aditya tiba tiba berhenti ketika melihat motor ducati panigale v4 merah berhenti disamping alleta,entah apa yang mereka bicarakan, tidak lama setelah itu, alleta pun memakai helm dan naik ke atas motor sport tersebut. dan mereka pun pergi. Aditya hanya bisa melihat dengan perasaan kesal,kepala nya dipenuhi rasa penasaran siapa laki-laki yang pergi bersama alleta.
"Sial ! dia tadi naik motor siapa?!" gumamnya emosi sambil memukul strie mobilnya yang tidak bersalah.
Di perjalanan alleta, di lampu merah.
"Ka farrel thank you loh, aku jadi ga enak ngerepotin kakak, ucap alleta merasa tidak enak, farrel menaikan helm nya setengah, "Gak masalah letta, mau tiap hari juga gpp". ucapnya dengan nada lembut, lalu kembali memakai helm. Mereka melaju ke coffee shop tempat alleta bekerja. Alleta pun turun dari motor sambil melepas helm nya.
__ADS_1
"Sekali lagi makasih yah kak,untung ada kakak, jadi aku ngga telat". ucap alleta tersenyum sambil memberikan helm nya pada farrel.
"Sama-sama letta, kamu pulang jam berapa? mau aku jemput?" tawar farrel.
"Hahha, ngga usah kak, ntar aku ke enakan lagi di antar jemput, aku sendiri aja, sekali lagi makasih yah, aku udah telat. ucap alleta sambil berjalan mundur melambaikan tanganya pada farrel.
Farrel tersenyum, memandang kagum pada sosok alleta, "gue jadi makin suka sama lo letta". batinnya kemudian dia pergi
Dirumah aditya
Aditya memarkirkan mobilnya dengan kasar, keluar dari mobil dengan wajah yang sangat kesal, dia sama sekali tidak merespon para pelayan yang menunduk hormat menyambut kepulangannya, dia langsung mengambil air minum dingin di kulkas dan menutup kembali kulkasnya dengan kasar.
"SIAL !!!! ucapnya kesal.
Perlahan pak tan mendekatinya, "ada apa tuan? apa yang membuat mu sangat kesal ?" tanya pak tan dengan nada khawatir.
"Ga usah banyak tanya, kenapa rumah ini sangat panas? membuat ku semakin kesal saja!", ucap aditya ketus sambil berjalan menuju kamar nya.
//Bruk!!// menutup pintu kamar dengan kasar.
Maminya yang sedang menonton tv sangat kaget, lalu berjalan ke arah pak tan,"ada apa pak? kenapa aditya marah-marah lagi? bukannya kemarin suasan hatinya sangat baik? tanya mami khawatir.
"Saya kurang tau nyonya, " jawab pak tan
"Oia, wanita yang bernama alleta itu, kamu sudah dapat datanya?" tanya mami penasaran.
"Sudah nyonya, saya baru saja mendapatkan informasinya' jawab pak tan.
"Ya sudah, temui aku di ruang kerja" ucap mami kemudian pergi berjalan ke ruang kerja.
__ADS_1