ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#84


__ADS_3

Satu minggu berlalu, sejak mereka mulai berpacaran, Sendy semakin memperlakukan alleta dengan sangat baik.hubungan mereka berjalan dengan lancar, baik itu pekerjaan atau hubungan mereka.


Tring... Satu notifikasi dari "Sayang"


Sendy : "Ayo makan siang."


Alleta tersenyum membaca pesan singkat dari sendy.


Alleta : "ok" jawaban singkat dari alleta, tapi dapat membuat sendy tersenyum. Ia pun keluar dari ruangannya. Ia hanya mengangguk mengajak alleta keluar dan alleta pun mengikutinya.


Mereka pun masuk kedalam mobil, "Sayang mau makan apa?" tanya sendy lembut.


"Apa aja,aja yang pentinggggg..." jawab alleta


"Nasi" ucap mereka berbarengan, dan mereka tertawa bersama.


Sendy tertawa gemas sambil mengacak gemas rambut alleta.


"Jangan di acak, indi tadi susah payah mencatok rambutku"


"Hhahaha tumben, ga usah cantik-cantik nanti aku kerepotan."


"Ah berhenti menggombal, aku sudah khatam semua gombalan kamu mas."


Sekedar flashback, dari semua panggilan yang membingungkan akhirnya alleta memutuskan untuk memanggilnya mas. Bukan karena aditya tapi karena alleta memang keturunan jawa.


"Ah ga seru." ucap sendy lalu mencium tangan alleta.


"Hehehe" alleta hanya tersenyum.


Mereka pun makan siang bersama,"Mas, kamu udah cek email yang aku kirim tadi pagi?" tanya alleta.


"Oh, untuk perusahaan pak andys yah? udah. kenapa?" tanya nya sambil mengelap sisa air soto di ujung bibir alleta.


"Menurut kamu gimana? apa ada yang harus aku ubah?"


"Ngga sih, menurut aku udah bagus, kalau misalnya ada yang kurang, biar besok aja kita bahas bersama disana."

__ADS_1


"Oke, habisin makanan nya, vitamin kamu hampir abis yah? aku lupa tadi pagi aku udah beli, ada di tas ku di kantor, nanti kamu ingetin aku yah?" ucap sendy.


"Iya, makasih yah." ucap alleta.


Sendy hanya tersenyum.


Mereka kembali ke kantor, Alleta hendak keluar dari mobil sendy, namun sendy menarik tangan alleta.


"Hmmm,kenapa?" tanya alleta.


"I love u" ucap sendy.


Alleta tersenyum, lalu mengusap gemas pipi sendy, "Cepat turun, pekerjaan kita masih banyak" ucap alleta.


Sendy tersenyum lemas, karena alleta sangat jarang sekali membalas kata-kata cintanya. Tapi sendy tidak pernah mempermasalahkannya, ia tau kalau alleta masih belum sepenuhnya miliknya.


Sepulang kerja,


Mereka pulang bersama seperti biasanya, alleta masuk kedalam mobil sendy.


"Sayang, ini vitaminnya, minum dulu satu, ucap sendy sambil menyuapi vitaminnya.


"Mau makan dulu?" tanya sendy.


"Ngga ah, kita makan di rumah aja. apa aku masak aja?"


"Kamu nggak capek emang?" tanya sendy lembut sambil mengelus kepala alleta.


"Nggak, kamu mau makan apa? kita ke supermarket dulu."


"Ga usah, besok aja kalau mau masak, besok pagi kan kita ada meeting. Kita pesen makanan aja yah, kita makan sambil nonton ?"


"Oh, ya udah." jawab alleta.


Mereka pun pulang,


Alleta dan sendy duduk di balkon sambil menikmati kopi panas nya.

__ADS_1


"Sayang?" ucap sendy.


"Hmmm...kenapa mas?"


"Tidak" ucap nya sambil tersenyum lalu kembali melihat lampu kota yang ada di hadapannya.


"Kenapa, ia agak aneh, apa aku terlalu cuek sama mas sendy selama ini ?" batinnya.


Perlahan alleta mendekati sendy. Ia menyimpan mug nya. "Huaa dingin sekali" ucap alleta sambil berusaha memeluk sendy.


Sendy tersenyum lalu menyimpan mug yang ia pegang, "Uuu sayangnya aku kedinginan, sini sendy peluk" ucap nya sambil memeluk alleta dengan erat. Mereka pun berpelukan.


Alleta menanggahkan wajahnya, "Kenapa?" tanya sendy sambil membetulkan rambut alleta yang tengah berantakan ke belakang telinganya.


"Maafin aku yah." ucap alleta tiba-tiba.


"Kenapa?" tanya nya lembut


"Aku belum bisa jadi pacar kamu yang baik."


"Siapa yang bilang? kamu pacar aku yang baik kok, jangan mikir aneh-aneh yah." ucap sendy sambil memegang kedua pipi alleta. dan alleta masih melingkarkan kedua tangannya ke pinggang sendy.


"Hehehe"


Mereka saling memandang, sendy perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah alleta, ia memejamkan matanya, namun ia terlihat belum siap, ia terlihat sangat berusaha memejam kan matanya, dengan perasaan sedih, sendy bisa merasakan kalau alleta blum siap untuk menerima ciuman dari nya, ia pun tersenyum kecil lalu mencium kening alleta. "Ayo masuk, nanti kamu masuk angin." ajaknya.


Alleta memandang punggung sendy yang sedang menggandengnya dengan rasa bersalah.


"Mas sendy" seru nya


"Hmmm" sendy berbalik, alleta kembali memeluknya tanpa berkata apapun.


"Cihhh" Sendy berdecih tersenyum sambil mengelus kepala alleta.


Ting tong ... suara bel pintu alleta.


"Itu makanannya dateng, sana duduk, aku ambil dulu pesenannya yah. "

__ADS_1


Mereka pun menikmati makan malam nya bersama.


__ADS_2