
Malam ini, tari datang, tapi tari sengaja tidak menampakan diri, tari hanya memperhatikan aditya dan alleta dari jauh,
Dari lubuk hati tari yang paling dalam, tari bisa liat kalau aditya bener-bener sayang sama alleta,
rasa cemburu nya, rasa kesalnya bercampur jadi satu, tari sangat sedih, dia menyesali apa yang terjadi di masa lalu,
"kenapa dulu aku bisa menjadi seorang wanita yang rakus padahal sudah jelas pria yang dulu disampingku sangat mencintaiku, sangat menyanyangiku lebih dari dirinya sendiri, sorot matanya dulu cuma buatku, kenapa sekarang sorot mata lembut adit jadi milik orang lain? " menyesal, itu kata yang paling tepat menggambarkan perasaan tari kali ini.
Tari mencoba menelfon aditya, jangan kan diangkat, dilirik pun tidak, aditya malah asik mengobrol bersama pacar tersayangnya, pacar tercantik menurut versinya, tari yang semakin frustasi menelan pil tidur sangat banyak, dan membuat dia pingsan,
Pagi hari, tukang bersih bersih langgan tari datang, betapa kaget nya dia melihat tari sudah pingsan di lantai , ART nya menelfon ambulance setelah di larikan ke rumah sakit mbka ayu menelfon aditya pagi-pagi,
Pagi itu aditya hendak menjemput alleta, setelah menerima telfon dari mbak ayu, dia berputar arah menuju rumah sakit,namun, dalams keadaan terjepit seperti ini pun aditya tidak lupa mengabari alleta.
"Hallo mas, kamu dimana ? kamu jadi jemput aku?" tanya alleta
"Al, aku ke rumah sakit xxxx dulu yah, kamu gak apa-apa ke kampus sendirian?" tanya aditya
"Rumah sakit ? siapa yang sakit mas ?" tanya nya panik
"Tari, tari mau bunuh diri" ucap aditya, "Sayang, aku matiin dulu ya telfonnya, kabari aku kalau udah sampe kampus" ucap aditya lalu mematikan sambungan telfonnya
"Astaga tari, kenapa kamu berbuat sejauh itu? batin alleta tanpa berfikir panjang alleta pun pergi ke rumah sakit
Aditya datang, melihat tari yang terbaring lemas sendirian di ruangan yang cukup besar, sudah tidak ada perasaan apapun, aditya hanya datang sebagai seorang teman yang sangat tau keadaan mantan pacarnya itu, dia pasti sendirian., tidak ada orangtua atau saudara yang menemaninya, ya tari memang tinggal sendirian kedua orangtua nya sangat sibuk dengan bisnis nya di luar negeri, dan yang sangat disayangkan, tari adalah anak tunggal, itulah kenapa tari mempunyai sifat sangat egois dan selalu manja.
Dengan pandangan nanar tari menyapa aditya "Kamu datang" ucap tari lemas
"Iya, aku datang, apa yang sakit?" tanya aditya lembut dan duduk di samping ranjang tari
"Dadaku sakit" jawab tari lemah sambil menepuk dadanya
"Kenapa kamu minum obat tidur itu lagi ? tanya aditya
Tari hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab.
Alleta datang, dengan canggung dia masuk
__ADS_1
Alleta melihat aditya duduk sebelah tari sambil mengobrol dengan jarak yang sangat dekat membuat nya sedikit merasa cemburu "sadarlah alleta, bukan saat nya kau cemburu, mengertilah dia sedang sakit sekarang" batinnya mencoba menenangkan diri sendiri.
"Sayang, kamu kesini? duduk di sini" ucap aditya sambil menunjuk ke arah kursi sebelumnya
Alleta pun menghampiri aditya, dan duduk disampingnya. Senyuman hangat dari aditya untuk pacarnya sambil memegang tangan alleta.
"Kenapa kamu kesini ?naik apa tadi?" tanya nya
"Aku pake taxi tadi" jawabnya
"Uhuukk uhuk " tari mulai caper, tidak tahan melihat kemesraan aditya dan alleta
Aditya reflek langsung mengambil kan tari minum
"Ini minum" ucap nya sambil mengubah posisi berbaring tari.
"Hai tari, gimana keadaannya sekarang?" tanya alleta canggung
"Aku sudah baik-baik aja" jawabnya singkat
"Baik-baik saja kepalamu, aku terbaring disini karna mu, kenapa kamu harus datang kesini, padahal aku sangat senang melihat adit datang sendiri" batinnya
"Adit tanya dulu yah, kamu udah boleh makan apa belum" ucap aditya kemudian keluar meninggalkan mereka berdua
"Wah cepat tanggap sekali dia. eh alleta sadar-sadar mas aditya mu hanya melakukannya sebagai teman, adit cuma nganggep dia teman, titik " batin alleta
"Aku jadi ngerepotin kamu, kamu jadi jauh jauh datang ke sini" ucap tari basa basi
"Ngga ko, tadi aditya ngabarin jadi aku langsung kesini" jawab alleta
"Oia, aku bawain kamu jeruk, ini " ucap alleta sambil meletakan jeruknya
"Tari ga suka jeruk al" ucap aditya polos yang tiba-tiba sudah kembali masuk.
"Oh ya, maaf yah aku gatau" ucap alleta.
"Maaf ya alleta" ucap tari.
__ADS_1
"Oh ngga apa-apa, aku yang salah, harusnya aku nanya dulu sama adit" ucapnya
"Ga apa-apa sayang, kan kamu ngga tau" ucap aditya sambil mengelus kepala alleta
Alleta tersenyum canggung
"Kamu belum bisa makan sekarang, kamu boleh makan nya nanti siang kata dokter, " ucap aditya
"Padahal aku sudah sangat lapar, adit boleh ngga aku minta bubur buatan mami, kaya dulu yang waktu aku demam di rumah kamu?" tanya tari mencoba memancing.
"Hahaha jadi kau sekarang sedang pamer masa lalu mu? ahhh, tau begini aku tidak usah datang, malah menghancurkan mood ku " batin alleta
"Hahha emang enak, pasti lo sekarang lagi kesel kan? sukurin siapa suruh datang" batin tari
"Oh iya, nanti aku minta tolong mami buatin bubur sekalian cariin orang suruh buat jagain kamu disini" ucap aditya
"Makasih adit" ucap tari berpura pura lemah
"Arghh gue udah ga tahan ! batin alleta
Alleta menarik sedkit baju aditya " mas, aku mau pulang"
"Hmmmm, kamu mau pulang?" tanya aditya sambil mengusap kepala alleta
Alleta mengangguk, aditya tersenyum "oke"
"Ya udah, aku anter kamu yah" ucap aditya
"Tar, adit pulang dulu yah, istirahat,nanti aku suruh orang jaga kamu disini," ucap aditya sambil membetulkan posisi tempat tidur tari supaya tari nyaman beristirahat.
"Iya, makasih adit, tapi kamu nanti malem nginep disini kan?" tanya tari
Aditya langsung memandang alleta, "Hmmmm liat nanti, udah istirahat aja dulu" ucap aditya canggung sambil membetulkan selimut tari.
Alleta cukup kesal melihat semua perhatian aditya, iya pun pamit untuk keluar terlebih dahulu,
"Aku tunggu di luar yah, tari cepet sembuh yah" ucapnya lalu pergi
__ADS_1
"Eh alleta tunggu, bareng aja" ucap aditya,
Alleta pun meng iya kan,Dan mereka berdua pun pergi .