ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#13


__ADS_3

Sampai lah dirumah alleta, alleta di bantu oleh supir taxi membopong aditya kedalam rumahnya,


Bund keluar dengan panik, "Ya ampun nak, ini ada apa?"  tanya bunda panik,


"Ntar alleta cerita bunda, bantu alleta dulu", ucap alleta yang tampak kerepotan membopong aditya ke kamarnya. Alleta, bunda nita dan supir taxi akhirnya berhasil membaringkan tubuh aditya ke atas ranjang alleta, alleta pun keluar untuk membayar uang taxi, dan tidak lupa berterimakasih. alleta langsung masuk kedalam rumah,


"Nak, dia siapa ? dia kenapa?" tanya bunda panik dengan penuh rasa penasaran.


"Bunda, ceritanya panjang," ucap alleta sambil menyiapkan air hangat dan mengambil handuk kecil untuk menbersihkan luka aditya,


"Bunda, tolong ambilkan alleta kotak p3k sama gunting yah bunda". ucap alleta,


"Iya nak" jawab bunda langsung bergegas,


Dengan telaten alleta merawat aditya, dari mulai, membersihkan luka, mengelap tubuh aditya dan membersihkan baju aditya,


"Dia temen alleta bun, tadi alleta hampir di rampok, aditya datang, eh malah gini "jelas alleta sambil menangis menceritakan kejadian yag menimpanya tadi.


"Astaga, tapi kamu tidak apa apa nak?" tanya bunda panik sambil memeriksa semua tubuh alleta,

__ADS_1


"Heheh alleta gpp bunda, aku masih sangat sehat, tapi dia yang babak belur kirain bisa berantem,huh" ucap alleta sambil menujuk kearah aditya yang masih berbaring,


"Sial, udah di bantui masih aja ngehina gue" batin aditya yang saat itu sebenarnya sudah sadar.


"Bun, kenapa yah dia belum sadar? alleta takut" ucap alleta sambil menggengam tangan bunda nya.


"Kamu tenang saja nak, mungkin dia masih syok". ucap bunda nya menenangkan, "Rawat dia dengan baik, panggil bunda bila ada apa-apa, bunda istirahat di kamar dulu yah. " ucap bunda, alleta hanya mengangguk.


KLIKK .. bunda sudah keluar dari kamar alleta.


Alleta, duduk disamping aditya sambil mengelap wajah aditya, entah apa yang di rasakan alleta selain rasa bersalah, alleta menangis, adit, bangun, semua nya gara-gara gue lo jadi kaya gini, padahal kalau ga bisa berantem lo jangan berantem. huhuhu cepet sadar dong aditya". sambil menggenggam tangan aditya, "kalo lo sadar, gue janji gue bakal bersikap lebih baik sama lo, ternyata lo ga seburuk yang gue kira" hiks hiks" ...


"Apa nih ? kenapa perasaan gue ga karuan, wajah ini ? kenapa bikin gue ga bisa bergerak " batin alleta.


"Hei-hei alleta, lo bener kan sama apa yang omongin tadi ? woi woi "tanya aditya sambil menggerak-gerakan tangan nya di depan wajah alleta ...


Entah kenapa alleta malah menangis sambil mendorong tubuh aditya ...


"Hikss hikss lo udah bangun? lo bohongin gue ? aditya lo jahat !!!! hiks hiks" ucapnya sambil menangis dengan nada khawatir.kini aditya lah yang tidak bisa bicara aditya hanya terdiam melihat kekhawatiran alleta terhadapnya, "Apa dia khawatirin gue?" batinnya sambil tetap melihat alleta yang masih menangis.

__ADS_1


Aditya mendekati tubuh alleta lalu memeluk alleta yang sedang menagis, pelukan aditya bukannya menenangkan alleta malah membuat nya semakin menangis.


"Maaf" ucap aditya lirih ..


"Hiks-hiks lo jahat, lo boongin gue, gue udah takut banget dari tadi adit " ucap alleta sambil memukul-mukul tubuh aditya dengan tenaga yang cukup lemah tidak seperti biasanya, aditya kemudian melepaskan pelukannya,


Kini kedua tangannya memegang kedua bahu alleta, "maafin adit al, yang penting kamu ga apa-apa, ini ga sakit ko, yang penting bukan kamu yang di sakitin." ucap nya lembut sambil mengusap air mata alleta.


Alleta menatap wajah aditya dengan mata sembab,


"Tapi, dompet, mobil sama ponsel lo ilang, semua gara-gara gue" ucap alleta merasa bersalah.


Aditya menatap wajah alleta, ia merapikan rambut alleta dengan menyalipkan rambut alleta ke belakang telinganya, "Barang-barang itu ga penting, semua bisa di beli, yang penting itu kamu" ucapnya lembut,


Namun tiba-tiba ia membuang nafas kasar, "Lain kali, kalau ada preman minta duit kamu, kasih aja, jangan pertahinin uang yang ga seberapa, membuat ku kesal saja" ucap aditya kesal.


"Cihh dasar anak orangkaya manja" ucap alleta


"Eh, kok kamu malah ngeledek sih? lihat ini, semua sakit, aduhh" ucap aditya sambil berpura-pura kesakitan.

__ADS_1


"/Cihh//  alleta berdecih, sambil kembali mebersihkan wajah aditya, wajah mereka sangat dekat, pandangan mereka saling mengunci, tatapan alleta dan aditya semakin lekat, mereka berdua saling bertatapan tanpa bicara sepatah kata pun, hingga akhirnya aditya mencium bibir mungil alleta. Alleta nampak kaget, tetapi tidak ada sepatah kata pun atau perlawanan dari alleta, aditya menghentikan ciuman nya sejenak, memandang wajah alleta yang masih diam tidak ada perlawanan apa pun ,aditya tersenyum menatap alleta beberapa detik kemudian aditya menutup mata alleta dengan telapak tangannya dan kembali mencium alleta.


__ADS_2