ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#77


__ADS_3

Setelah makan alleta dan sendy keluar untuk melihat citylight ..


"Wah indah sekali" ucap alleta masih dengan rasa takjubnya.


Sendy hanya tersenyum, mereka duduk di sebuah bangku di taman resto, alleta terus menerus memuji pemandangan yang ia lihat. Handphone alleta terus bergetar, tapi alleta sengaja tidak mengangkatnya.


"Kenapa ga diangkat alleta?"tanya sendy.


"Ga apa-apa, hehe" jawabnya.


"Pasti aditya." batin sendy.


"Alleta" ucap sendy lembut


"Hmmm"


"Ucapan aku yang barusan itu serius, fikirin yah? " ucap sendy lembut.


Alleta masih mematung dan hanya mengedip- ngedip kan matanya karena bingug. "Kamu lucu banget sih" ucap sendy sambil mengacak lembut kepala alleta.


"Yuk pulang" ajak sendy. Alleta hanya mengangguk dan mengikuti. Sepanjang perjalanan alleta banyak diam dan berbicara yang tidak penting.


"Hahahah alleta, kenapa kamu jadi canggung? " tanya sendy dengan santai


"Bisa-bisa nya dia bersikap biasa" batin alleta.


"Hahaha tidak, kenapa aku harus canggung? " hahahah


"Hahahahah dasar kamu" ucap sendy.


Mereka pun sampai. "Terimakasih allleta, selamat beristirahat" ucap sendy.


"Hehehe iya, pak sendy hati-hati ya" ucap alleta.


Sendy pun pergi, handphone alleta kembali bergetar. "MAS ADITYA"


"Ada apa ? " ucap alleta.


"Kamu kemana aja ? kenapa ga angkat telfonku? "


"Aku lagi sibuk tadi, kenapa mas? "

__ADS_1


"Aku laper"


"Makan"


"Ga mau"


"Ga usah berarti"


"Ahhh .... "


"Hahaha masih aja kekanak-kanakan'


" Maaf, aku udah coba berubah"


"Buat apa ? "


"Buat kamu"


"Jangan mulai deh, aku capek mau istirahat, kamu juga kan capek"


"Aku ga cape"


"Ya udah ngapain kek, aku capek, udah dulu yah"


"Hmmm bye mas adit"


Tut .. tut ... tut...


Aditya malah tersenyum "Tenang sekali abis denger suara alleta".


Alleta hanya geleng-geleng kepala "Dasar mas adit"


"Ahh capek banget". ucap nya sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


Pagi hari, alleta kembali ke kantor.


"Aduh jangan sampe ketemu pak sendy deh" batin alleta.


Tetapi yang ia khawatirkan malah berbanding terbalik, seseorang menepuk bahu alleta dari belakang, "Selamat pagi" sapa sendy dengan wajah dan nada ceria nya.


"Eh bapak. " ucapnya canggung.

__ADS_1


"Alleta, jadwal kita hari ini ke meeting di kantor aditya, kita pergi setelah makan siang ya. " ucap sendy kemudian pergi menghampiri salah satu pegawainya.


"Kenapa ia sama sekali tidak canggung? apa aku yang terlalu kekanak-kanakan? " batinnya.


"Alleta" sapa indie


"Eh indie, kenapa di? ".


" Ngga, iseng aja manggil. Oia hasil editing launching kemarin dimana? bu gemi nanya in tuh" ucap indie


"Oia ntar aku ke ruangan bu gemi".


"Oke"


Semenjak sendy mengutarakan perasaan nya, alleta jadi sedikit memperhatikan sendy. Sesekali ia tersenyum melihat tingkah sendy yang terkadang konyol. Sesekali juga ia merasa sendy sosok yang keren saat bekerja, sendy terlihat profesional dalam bekerja, tapi kadang terlalu bodoh juga bila sedang berdua dengan alleta.


Dikantor aditya.


Tok.. tok .. tok ...


"Ya masuk, ada apa ? "


"Nona namira datang pak untuk mengajak anda makan siang katanya" ucap hazzel


"Baiklah, suruh dia masuk" ucap nya.


"Baik pak"


"Mas aditttt.. " ucap namira dengan nada ceria nya.


"Tumben ga langsung masuk. "


"Kamu kan ga suka aku langsung masuk, makanya aku minta tolong hazzel.


"Oh"


"Masih jutek aja, mas ayok kita makan " ajaknya.


"Tidak bisa, aku mau meeting "


"Aku juga kan akan ikut meeting kita gak akan telat kok kalo kita makan nya cepet"

__ADS_1


"Berisik sekali dia" batin aditya tapi meng-iyakan. dan mereka pergi makan siang bersama.


__ADS_2