
Alleta sangat kesal dengan sikap pencemburu aditya, alleta menghempaskan tangan aditya dengan kasar
"Lepas, gue ada kelas!!" ucap alleta kesaldan langsung berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang.
Aditya pun merasa kesal dan ikut pergi juga, mereka berjalan berlawanan arah dengan rasa kesal masing-masing.
Alleta sudah masuk dalam kelas, tapi dia memasang wajah yang asam sehingga inggit dan metta jadi enggan untuk bertanya tentang segala rasa kepenasarannya akan hubungan alleta dan aditya. kelas pun selesai.
alleta segera meninggalkan kelasnya dan pergi, di koridor dia bertemu dengan tari "Eh alleta, gue mau ngomong " ucap tari menghalangi jalan alleta
Alleta membuang nafas kasar , "Hufttt lain kali aja, gue lagi ga mood" ucapnya lalu berlalu meninggalkan tari
tari nampak mematung kebingungan melihat sikap alleta yang sangat kasar.
Alleta bertemu dengan farrel di parkiran "Lett, ntar sore jadikan?" tanya farrel .
"Kayanya ngga usah deh ka, aku gamau malah jadi masalah, kaka tau kan aditya kaya gimana ? kalo aku pergi aku takutnya malah bikin kamu berantem sama adit, maaf ya ka, tapi makasih loh perhatiannya. aku duluan yah" ucap Alleta kemudian meninggalkan farrel, farrel menahan tangan alleta, "Lett, kamu serius udah pacaran ama aditya?" tanya farrel hati-hati.
Alleta tersenyum canggung lalu mengangguk sambil melepaskan tangan farrel kemudian pergi. farrel kembali mematung sambil melihat langkah alleta yang semakin menjauh.
"Ga apa-apa, masih pacaran, aku masih belum nyerah buat dapetin kamu lett" batin farrel
Di dalam bus
Alleta menghubungi bude okta,
__ADS_1
Kringgg .. kringg
"Hallo assalamualaikum nak, ada apa?" tanya bude okta dari seberang.
"Waalaikumsalam bude, bude, alleta hari ini harus kerja dulu, boleh ga alleta pinjem ruangan jahit bude seabis alleta pulang kerja?" tanya alleta
"Boleh dong sayang, kamu bebas pake ruangan bude" jawab bude okta ramah
Senyuman mengembang di bibir tipis alleta, "Makasih banyak bude, maaf ya alleta banyak repotin bude " ucap alleta senang.
"Sama-sama sayang" jawab bude
"Ya udah kalo gitu, makasih bude assalamualiakum" ucapa lleta
Telepon pun terputus, baru saja telfon bude di matikan , handpone alleta kembali berdering "ADITYA"
Alleta membuang nafas kasar tapi tetap dia angkat telepon aditya.
"Dimana kamu?" tanya aditya
"Bulan" jawab alleta asal
"Please al, kamu dimana?" tanya adit dengan suara yang mulai melemah.
"Bulan ! udah ah, bete aku sama kamu dit, aku matiin yah " ucap aleta kemudian mematikan handphone nya.
__ADS_1
"Argh!!" kesal aditya lalu melempar kasar tangannya sendiri.
"Dasar cemburuan! " gumam alleta sambil menatap kesal handphone nya.
Alleta sampai di tempat kerja nya, tepat pukul 19.00 wib, terlihat seseorang melambaikan tangan nya sambil tersenyum, dia farrel, bersama sepupunya, alleta pun membalas lambaian tangan nya sambil tersenyum, farrel menghampiri alleta sambil memesan,
"Letta, aku tunggu kamu selesai yah, aku bareng wita sepupuku", ucap farrel sambil menunjuk ke arah sepupunya. Alleta menganggukan kepalanya sambil tersenyum ke arah wita, wita pun membalas senyuman alleta.
Selesai shift nya alleta menghampiri keduanya,
"Hai wit, maaf yah nunggu lama, aku ga enak jadi kamu yang kesini" ucap alleta
"Gak apa-apa alleta, aku udah denger ceritanya dari farrel, hebat banget sih, kuliah , kerja, suka fashion juga, salut deh" ucap wita
"Heheh kamu berlebihan ah, biasa aja" jawab alleta
"Pantes aja, sepupu aku kelepek-kelepek banget sama kamu " ucapnya tiba" membuat farrel dan alleta menjadi canggung.
"Hahahaha" tawa farrel canggung, "gausah di dengerin lett, wita emang agak asal " ucap farrel
"Heheh iya, eh gimana kalo kita langsung ke tempat jahitnya, biar kita bisa diskusi disana?" ajak alleta mengalihkan pembicaraan .
"Boleh tuh, ucap farrel sigap
Wita hanya bisa menahan tawa, melihat sikap kaku sepepunya yang sangat terlihat malu.
__ADS_1