
Kringg kringg ...
Suara notifikasi handphone alleta membuyarkan lamunanya, diam diam sendy mengintip notifikasi alleta.
"BARRA"
"Siapa barra? napaknya saingan ku sangat banyak" batinnya.
"Hmmm ada apa?" tanya nya ketus
"Tapi nampaknya dia bukan saingan ku, dia sangat ketus hahhaha, eh , tapi dia juga sangat ketus padaku, ah wanita ini, sangat sulit di tebak,"batinnya.
Tring .. lift terbuka, sendy masih belum keluar.
"Bapak ngga keluar?" tanya alleta
"Oh sorry, kamu duluan aja" jawab sendy mempersilahkan, dan alleta pun keluar begitu saja dan melanjutkan pembicaraanya di telfon "Iya, nanti gue nyusul aja bar"
"Mau kemana dia ?" gumam sendy, sendy pun keluar dari lift, dengan disambut senyuman senyuman genit dari karyawan wanita lainnya.
Sendy bos yang cukup humble, sikap nya ramah, betul-betul definisi pria yang sempurna.
BRAKKKK !!! aditya kembali ke kantor, ia kembali mengamuk di ruangan meeting, semua berkas dia lempar dan membuat para karyawannya kembali frustasi, aku ingin laporan ini di buat ulang!!" ucap nya smabil meninggalkan ruangan.
"Ada apa dengan pak aditya, aku seperti de javu, sikapnya sama seperti 3 tahun kebelakang, dan sekarang dia lebih menakutkan". ucap salah satu karyawan aditya
Hazzel sudah tau ini akan terjadi, hazzel mengikuti aditya ke ruangannnya, aditya melepaskan jas nya dan menarik kasar dasinya
"Sial!! kenapa dasi ini sangat menyesakkan !!" ucapnya kesal
__ADS_1
"Tuan muda minum ini dulu". ucap hazzel memberikan segelas air pada aditya.
Aditya meminumnya lalu menjatuhkan dirinya ke kursi kebesarannya. aditya mengusap kasar wajahnya sendiri "KENAPA SEMUA ORANG DIKANTOR INI SANGAT BODOH !!! PECAT SEMUA ORANG YANG TIDAK KOMPETEN HAZZEL!" perintahnya.
Hazzel hanya perlahan duduk di sofa tamu aditya.
"Apa yang terjadi ? apa kalian bertengkar lagi?" tanya hazzel dengan hati-hati
Aditya terdian, dan memijat-mijat dahi nya, "Entah lah, kami seperti orang asing, dia sudah melupakanku hazzel! dia terlihat tidak menderita berpisah dengan ku, mungkin hanya aku yang bodoh, selama ini aku menderita sendirian",ucapnya sambil tertawa bodoh.
Hazzel hanya diam mendengarkan keluhan aditya tanpa bisa menjawab.
"Apa kau tau, apa yang paling sakit?, dia bilang hubungan kami hanya sebatas rekan kerja, ini terdengar lucu .. hahahha". "Baiklah, kalau itu yang dia mau, aku akan menurutinya." ucap aditya terdengar pelan, namun terdengar mengerikan.
"Apa yang ia fikirkan sekarang?" batin hazzel khawatir.
Alleta datang keruangan bu gemi, "Iya bu, ibu panggil saya?" tanyanya.
"Iya bu, pak aditya pratama sudah menyetujui proposal yang saya buat kemarin".
"Ternyata pak dewo memang tidak sembarangan merekomendasi kan mu". ucap bu gemi
Alleta hanya tersenyum mendengarnya.
"Oia, besok kita diundang meeting selanjutnya di Pratama Group, dan katanya pak sendy langsung yang akan mendampingi mu, bersiaplah" ucap bu gemi.
"Iya bu, kalao begitu saya pamit" ucap alleta, alleta pun keluar dari ruangan bu gemi,
Hufffttttt ... dia membuang nafas kasar,
__ADS_1
"Ada apa alleta, kau nampak frustasi?" tanya indie
"Hahha frustasi apa nya? ngga ko" jawabnya sambil menghindar
"Kau hebat sekali belum satu minggu kau disini kau sudah ditunjuk memegang proyek Pratama Group, mereka salah satu klien terbesar yang paling ketat dari dulu, aku sangat iri". ucap indie.
"Jangan iri, karena kamu juga akan aku libatkan" ucapnya sambil tertawa jahil
"Ahh jangan banyak-banyak alleta aku terlibatnya, CEO Pratama Group terkenal menakutkan, tapi katanya wajah nya sangat tampan, ah tapi tetap saja, dia menakutkan" .ucap indie polos
"Hati-hati kau akan dia makan "ucap alleta kembali jahil
"Ah males ah" jawab indie sambil pergi meninggalkan alleta.
Alleta hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala.
"Hebat juga lo, belum seminggu udah pegang proyek besar, jangan manfaatin atasan alleta, lo ga secantik itu " ucap mia sinis.
Alleta hanya tersenyum asam, "lantas,apa yang kau kerjakan selama ini ? kenapa aku yang hanya pendatang bisa langsung mendapatkan poyek ini ? itu tandanya kau tidak terlau berguna disini" ucap alleta tidak kalah pedas
"Sial!" ucap mia terlihat kesal."Lo jangan besar kepala, gue tau, lo ngga sepintar itu, lo sengaja mendekati pak sendy untuk mendapatkan proyek ini kan?, dasar murahan!" ucap mia ketus dengan nada marah.
Alleta mulai naik pitam, ia menatap tajam wajah mia, ia menarik kerah baju mia dengan satu tangannya "Eh mia, denger yah, kalo otak lo ga secerdas gue, paling ngga hati lo baik, jangan dua-dua nya lo tanam ******! Busuk lo lama-lama!" ucap alleta sambil mendorong tubuh mia lalu pergi.
"Dasar Cewe gila lo !" teriak mia.
Alleta hanya genleng-geleng melihat kelakuan temannya, sedangkan sendy hanya tertawa dibalik tirai ruangan nya.
"Pak, apa mengintip sudah menjadi kegiatan favoritmu sekarang?" tanya mario malas
__ADS_1
"Hahhaha kau tadi tidak lihat, pertengkaran alleta dan si mia? dia sangat menakutkan saat marah .. aku semakin menyukainya".
Mario hanya geleng-geleng kepala mendengarkan omong kosong bos nya.