
Di kantor aditya
Namira, brandamasador produk fashion perusahaannya datang.
"Hazzel, mas adit ada di dalam?" tanya nya dengan senyum lebar dan cerah
"Tuan muda ada di dalam, tapi seperti nya diaaa ....." ...
"Oke- oke yang penting dia dalam, aku akan menghampirinya" ucapnya yang langsung berlari masuk ke ruangan aditya
"Baby !!!!" sapa nya ceria.
Aditya menoleh kearah sumber suara, nada bicara nya kembali dingin, " kau ingin mati?" ucapnya sinis
"Asal mati di tangan mu aku rela" ucap namira sedikit berbisik
"Cihhh dasar gila" jawab aditya.
"Ada apa kau kesini? biasakan buat janji dan masuk dengan sopan, jangan seperti kucing liar".
Namira menyipitkan matanya, "Mulut mu sangat tajam mas, aku akan terus jadi kucing liar disini, karena ada ikan yang ingin aku tangkap disini" jawab namira.
"Cihh, berhenti lah berkhayal, aku tidak menyukai mu, keluarlah, aku masih banyak pekerjaan". ucapnya dingin
"Kenapa masih disini? sana pulang" Ucap aditya.
"Aku ingin kau menemaniku makan siang, mau yah?" ajak namira
"Tidak, aku sibuk" jawabnya datar.
"Oke fine, kali ini aku tidak akan memaksamu menemani ku, tapi lain kali kau tidak akan aku biarkan lolos" ucap nya
Aditya hanya tersenyum asam.
"Oia, ini aku bawa vitamin buat kamu, di minum yah?" ucap namira sambil meletakan vitamin untuk aditya.
Aditya meliirik botol vitamin yang namira bawa, namun tatapan masih sangat datar,"Thanks" ucapnya.
"Aku ga akan nyerah buat rebut hati kamu mas adit" batin namira. Dan ia pun pergi.
Tok tok tok ... hazzel mengetuk ruangan aditya dan masuk.
"Apa dia sudah pergi?" tanya aditya
"Nona namira?" tanya hazzel.
Aditya meletakan pulpen nya kemudian menatap kesal kearah hazzel, "siapa lagi kalau bukan dia yang selalu mengganguku?!"
"Oh maaf tuan muda, iya dia sudah pergi, tadi manager nya menjemputnya".
__ADS_1
"Bagus lah, lain kali tahan dia jangan sampai masuk ke ruangan ku tiba-tiba seperti tadi. aku tidak suka ada orang asing". ucapnya dengan tatapan menerawang.
"Sampai kapan anda tidak akan mengizinkan orang lain masuk ke hati anda tuan muda?" tanya hazzel
"Entah lah", jawabnya dengan pandangan yang masih menerawang.
"Kenapa kau sangat banyak bicara hari ini ?! keluar atau aku akan memotong gajimu!" ancam aditya
"Baik, saya keluar tuan muda".
Dikamar sendy.
Sendy tengah sibuk dengan ponsel nya "Hmmm, apa yang sedang alletalakukan yah? apa dia sudah makan? atau malah sedang tidur? ahh aku sangat penasaran, apa aku telepon dia? astaga ada apa denganku, kenapa aku merasa sangat grogi, baik sendy sekarang atur nafas mu, dan cari lah alasan terbaik agar kau bisa menjemputnya ke kantor siang ini" ucapnya pada diri sendiri. "Oia, bagaimana aku bisa menelfonnya, aku sama sekali tidak tau no nya, ahh sial, hmmm oia, mario, benar, aku telepon mario saja". ,
Kringg... kringgg sendy menelfon mario
"Iya pak sendy, apa anda ingin pergi sekarang?" tanya nya
"Tidak, tidak"
Mario mengerutkan dahinya, "Lantas?"
"Carikan aku no alleta, aku beri kau waktu 1 menit untuk mendapatkannnya!! Tuttt tuttt telfon terputus.
Mario tertawa kesal sambil melihat keponsel yang ada di tangan nya.
Tringggg ... satu buah notifikasi dari mario
"Creative alleta chevionita 08Xxxxxxxxxxx"
Senyum sendy begitu lebar setelah membaca isi pesan mario, tidak menunggu lama, sendy langsung menelepon alleta.
Kringgg .. kring ...
"Hallo" .. sapa alleta dari sebrang.
"Alleta ini aku" jawabnya
"Aku siapa?" tanya nya datar
"Sendy". jawabnya
"Hah? pak sendy? ada apa pak sampai menelfon saya? apa ada hal penting pak ?" tanya alleta sedikit was-was
"Sial, kenapa dia bertanya seperti ini? apa yang harus aku jawab" batin sendy bingung
"Hallo?" sapa alleta kembali.
"Iya, tidak, aku hanya penasaran, bagaimana respon bu gemi tentang proposal kita semalam?"tanya sendy bingung,
__ADS_1
"Oh itu, saya belum dapat info apapun lagi dari bu gemi, ini saya baru mau pergi setelah makan siang nanti, saya pasti info ke bapak tentang perkembangan proposalnya. terimakasih".
Ttuttt tuttt tuttt ...
Sambungan terputus ..
"Hahahahhaahaha" sendy tertawa sangat keras sampai mario masuk kedalam kamarnya.
"Ada apa pak?" tanya nya panik.
"Apa kau tau ? dia baru saja mematikan telfon ku, hahhaa dia benar-benar sudah gila, dia mematikan panggilanku ? hahahaahhaha" sendy kembali tertawa kesal
Mario benar-benar terdiam, ia takut apa yang ia fikirkan benar terjadi, ia takut sendy benar-benar menyukai alleta yang sangat sulit didekati.
Kring.. kringgg... suara notifikasi panggilan masuk
"Aditya Pratama"
Sendy mengerutkan dahinya, "Tumben" gumamnya, lalu mengangkat telpon dari aditya.
"Hallo" sapanya.
"Apa siang ini kau ada waktu untuk membahas produk baru ku?" ucap aditya to the point.
"Hahahaha, komunikasi mu sangat buruk aditya, kau tidak bisa menanyakan kabarku terlebih dulu?" tanya sendy bercanda
"Ah, aku tidk biasa basa-basi, jadi kau ada waktu atau tidak?"
"Baiklah kita bertemu di kantor mu" ucap sendy
."Tidak, kita bertemu di luar saja" jawab adit
"Baiklah, aku akan membawa karyawan terbaikku,ia yang membuat perencanaanya, sekalian aku akan memperlihatkan gadis yang sangat aku suka sekarang".
"Ah, aku sama sekali tidak tertarik pada kisah cinta membosankan mu, lebih baik kau bersiap, aku tidak suka menunggu dan pastikan ide mu terbaik."
"Baik tuan muda aditya!" ucapnya sigap kemudian tertawa.
"Dasar gila" ucap aditya datar.
Tuttttttttt .. panggila terputus.
"Wah, ada apa denganku? hari ini kenapa orang-orang menutup teleponnya untukku? hahhaa" gumamnya sambil melihat ke arah handphonenya.
"Tapi ga apa-apa, akhirnya aku punya pembahasan dengan mu"ucapnya sambil mengetik pesan singkat untuk alleta. "Siang inli temani aku untuk discus dengan calon klien kita di cafe xx pukul 13.00. apa kau ingin aku jemput?"
"Baik , tidak, terimakasih, saya akan datang pukul 13.00" jawab alleta singkat.
"Ahhh sial ! kenapa kau sangat sulit didekati!" gumamnya kesal.
__ADS_1