ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#2


__ADS_3

dikolam renang rumah aditya


"Masih kesel dit ? tanya galih.


Aditya hanya mendelik tanpa menjawab.


"Gal, gal, tapi tuh cewe boleh juga tau gal, belom pernah kan ada cewek yang secuek itu sama dia ".ucap iqbal


"Bener dit, cewek langka tuh cakep lagi ". timpal galih


"Cakep dari mana ? lo galiat, matanya besar, cebol lagi" ucap adit kesal.


"Cebol dari mana deh, cakep gitu. jawab iqbal.


"Tau, awas jangan kesel kesel ntar lo naksir." ucap galih.


//Cihhh// . aditya hanya berdecih lalu pergi meninggalkan mereka di kolam.


"Lih gue yakin, anak baru itu pasti ganggu fikiran si adit tuh " ucap iqbal


"Iya, feeling gue juga gitu, gue suka sih ama tuh anak kalo si adit sampe naksir, pasti seru." ucap galih.

__ADS_1


"Iya, tapi gue suka tuh sama temennya yang dikantin, yang rambutnya sebahu (metta).


"Ngga bal, cakepan yang rambut nya panjang" timpal galih ..


"Semua cakep sih hahha"ucap iqbal mereka pun tertawa.


Dirumah alleta


Disebuah rumah sederhana yang di penuhi dengan berbagai tanaman membuat suasana rumah terlihat sangat sejuk, terlihat sesosok wanita paruh baya dengan wajah lembut yang sedang sibuk dengan gunting kain, penggaris kain  dan meteran yang tergantung dilehernya.


"Assalamualaikum bunda, alleta pulang," sapa nya sambil mencium punggung tangan ibu nya,


Namanya bunda nita, bundanya alleta, seorang single parent yang bekerja sebagai penjahit rumahan untuk bertahan hidup bersama anak tersayangnya, ayah alleta telah meninggal  5 tahun lalu akibat kecelakaan lalu lintas, semenjak itu ibunya berjuang sendirian membesarkan alleta dan mereka hidup berdua di rumah sederhana itu


"Baru pulang nak, Capek nak?, mandi dulu baru makan yah." ucapnya lembut.


"Iya bun, ini pesanan siapa bun?" tanya alleta sambil menunjuk bahan yang sedang  bunda nya pola.


"Pesanannya temennya bu rosi. Kemarin katanya pas arisan temannya suka dengan dengan jahitan bunda, jadi dia ingin juga di jahitkan. jawab bunda


Alleta berdecak kagum sambil menggelengkan kepalanya, "Bunda memang yang terbaik".  ucapnya kagum.

__ADS_1


"Hahhaa, terimakasih anak bunda, cuci muka mu dan makan.  ucap bunda.


"Baiklah" jawab alleta singkat


Di meja makan rumah alleta


Alleta menceritakan kejadian a-z hari ini dengan penuh semangat di meja makan sederhan nya dengan hidangan seadanya, bunda nita hanya setia mendengarkan cerita anak tersayangnya yang terdengar sangat seru.


Sangat berbeda dengan dengan suasana di meja makan rumah aditya. Di rumah mewah dengan segala hidangan yang sangat menggugah selera aditya hanya duduk sendiri di meja makan besarnya,dia hanya di temani oleh pak tan, kepala pelayan rumahnya.


Aditya membuang nafas kasar.//Huffttt//


"Ada apa tuan ? apa hidangannya kurang enak?" tanya pak tan dengan nada sedikit khawatir.


"Suananya yang ga enak"jawab aditya datar sambil meninggalkan meja makan.


Pak tan hanya menunduk tanpa bicara, setelah aditya pergi, pak tan memerintahkan pelayan lain untuk membereskan sisa makanan nya.


Aditya masuk kedalam kamar, menjatuhkan dirinya ke kasur ...


Aditya merebahkan tubuhnya, dengan melipat satu tangannya untuk dijadikan penyangga kepalnya, aditya diam, fikirannya mengawang dan tiba tiba dia teringat sosok alleta, Wanita yang tiba tiba mengambil minumannya, mengejeknya tiba-tiba dengan menjulurkan lidahnya hingga menendang kakinya.

__ADS_1


Tanpa sadar aditya tersenyum sendiri.


__ADS_2