
Alleta sudah mulai tenang, alleta sedikit demi sedikit melepaskan pelukan aditya. aditya pun melepaskan pelukannya "Maaf". ucapnya lembut.
Alleta hanya diam, begitu pula aditya, namun rasanya aditya sudah mulai tidak tahan, "Kenapa kamu bersikap kaya tadi? ada apa? aku mencarimu terus menerus, aku udah kaya orang gila pas kamu ninggalin aku, tapi kenapa begitu kita ketemu, sikap kamu kaya gini al?"
Lagi-lagi, bukan menjawab, alleta malah terus menangis, "Tunggu disini, adit bawain kamu minum" ucapnya lembut
Alleta hanya mengangguk, dengan kondisi yang masih segukan.
Aditya kembali, ia membukakan tutup botol minuman alleta, "minum pelan-pelan" ucapnya lembut.
Alleta meneguk minumannya, alleta sama sekali belum bicara, aditya duduk kembali di kursi kemudi nya, pandangan mereka lurus ke depan, selama beberapa saat mereka berdua hanya diam tanpa bicara.
"Kamu apa kabar?" tanya aditya tanpa memandang alleta
"Kabar ku baik, aku sangat baik mas" jawabnya berusaha tegar "Giimana kabarmu?"
"Aku juga baik", jawab aditya pelan
Situasi terasa sangat canggung saat ini, mereka berdua sudah seperti orang asing, sulit untuk keduanya bicara satu sama lain.
"Aku kangen kamu al" ucap aditya pelan sambil memandang alleta
__ADS_1
"Aku harus kembali ke kantor, tolong antar aku kesana", ucapnya mengalihkan pembicaraan
"Al ...." aditya menekan nada bicaranya
"Tolong mas, please, aku lagi kerja," ucapnya.
"Apa aku bukan menjadi prioritasmu lagi ?" tanya aditya tiba-tiba
"Prioritasku saat ini adalah diriku sendiri" ucap alleta
Jawaban alleta membuat aditya sangat kecewa,bukan itu jawaban yang ia mau, aditya pun langsung memakai safety belt nya lalu kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. sunyi, mereka tidak bicara satu sama lain selama perjalanan, sampailah di depan gedung Kusuma Group, alleta melepaskan safety beltnya, aditya masih belum bicara sepatah katapun, sampai saat alleta akan keluar aditya hanya berkata "Apa kita sekarang udah jadi orang asing?" tanya aditya.
"Baik lah, mulai saat ini hubungan kita hanya sebatas rekan" ucap aditya berusaha tegar.
Alleta pun turun dari mobil aditya dengan perasaan yang tidak karuan, aditya langsung menancabkan gas nya melaju dengan kecepatan tinggi.
Alleta memandangi kepergian aditya dengan perasaan yang tidak karuan, namun alleta masih tetap berusaha agar semua terlihat baik-baik saja, alleta pun berjalan menuju lobby dengan fikiran kosong.
Brukkkkk!!!
"Aw" rintihnya yang tidak sengaja menabrak pintu kaca "Sial banget gue!" umpatnya sambil mengelus-ngelus jidatnya.
__ADS_1
"Hahahahhaa, apa yang ada dalam isi kepalamu? mata mu sedang liburan yah, sampai kaca sebesar ini tidak kau lihat" ucap sendy sambil tertawa
"Dasar jahat, seharusnya bapak prihatin, melihat karyawan bapak kesakitan" ucapnya dengan nada kesal sambil berjalan.
"Hahaha, apa yang sedang kau fikirkan? kau darimana saja? kenapa lama sekali sampai disini? lalu kenapa matamu bengkak? tadi matamu tidak sbesar itu" sendy mengajukan pertanyaan yang bertubi-tubi.
Alleta mengeluarkan kacamata hitam, lalu memakainya, "Bagaimana sekarang? mataku tidak terlihat mengerikan kan?" tanyanya
"Hahha kau lucu sekali, hei kau mau kemana? kau belum menjawab pertanyaan ku". tanya sendy sambil mengejar alleta
Alleta membuang nafas,"Bapak cerewet sekali, yang penting sekarang aku sudah ada disini kan? tadi aku kembali ke cafe, laptop ku tertinggal" jawab nya asal , "lalu, apa yang bapak lakukan disini? bapak menungguku?". tanya nya tiba-tiba.
Sendy pun diam, dia bingung harus menjawab apa, karena memang dia sengaja menunggu alleta di bawah.
"Hahhaha, kau geer sekali, aku ini orang yang sibuk, untuk apa aku menunggumu disini, aku juga mau keatas,kebetulan saja bertemu dengan mu" jawabnya berbohong.
"Oh" aleta nya be-oh saja.
"Dingin sekali kau alleta". batin sendy.
Di dalamlift,sendy berdiri tepat disebelah alleta yang sedang melamun, "kenapa kamu bohong, apa hubungan mu dengan aditya, kenapa dia mengantar mu?" batin sendy.
__ADS_1