
Setelah kejadian tadi siang, sendy memilih untuk duduk di kursi VOH dan tidak melakukan apa-apa. Terbesit di ingatannya saat melihat aditya dan alleta yang sedang berciuman, ia perlahan menutup matanya, "Tidak, alleta hanya terbawa suasana, alleta melakukan itu bukan dari hatinya." batinnya
Tring... suara notifikasi dari handphone alleta,
"Mas aditya"
"Alleta, temuin adit di tangga darurat tadi siang, aku ngga akan pergi kalau kamu ngga datang kesini buat ngomong sama aku"
Alleta terlihat sangat bingung, "Apa lagi yang mau dia bicarakan? kenapa ia sangat keras kepala, dan kenapa aku harus membalas ciumannya tadi siang, kau memang idiot alleta!!" umpatnya pada diri sendiri.
"keluar lah, semua orang mencarimu" balas alleta.
"Aku ngga akan kemana-mana sampai kamu datang."
Alleta membuang nafas kasar, namun demi kelancaran acara, alleta pun memutuskan untuk mendatangi aditya,sendy melihat alleta pergi dari kejauhan. ia menjadi sangat penasaran kenapa alleta pergi ke arah tangga darurat lagi, ia melihat kesekitar untuk mencari sosok aditya, ia pun tidak ada dalam ruangan, ia yang penasaran memutuskan untuk mengikuti alleta.
"Alleta, kamu dateng," ucap aditya sambil tersenyum bahagia.
"Kenapa sih harus selalu kekanak-kanakan, ini acara besar mas, naik sekarang" ucap alleta sambil menarik tangan aditya.
"Aku mau naik kalau kamu mau balikan sama aku."
"Mas, tolong, jangan kaya anak kecil, kenapa sih harus dengan balik-balik-balik kamu ngga capek apa?'
"Iya makanya balik sama aku ..." ucap aditya
"Kenapa sih, kenapa aku harus balik sama cowok yang kekanak-kanakan kaya kamu?, aku udah bilang, kita ga cocok mas, kita ngga akan bisa bareng, apalagi dengan sifat kamu yang kaya gini, ngga bisa, maaf."
"Dulu kita cocok, kenapa sekarang ngga? alleta, balik sama aku, aku bakal kasih semua yang kamu mau, aku bakal kasih kehidupan mewah buat kamu, aku bakal bikin kamu bahagia, apapun yang kamu mau pasti aku bakal penuhin, asal kamu balik sama aku, kalau kamu minta aku buat berubah, aku bakal lakuin apapun buat kamu."
__ADS_1
"Lepasin aku, itu yang mau aku minta dari kamu." jawaba alleta.
"Apa sih al, susah banget buat kamu maafin aku, masih gara-gara dimas? ngga ada sisa-sisa sayang kamu ke aku buat kita balikan? terus kamu bisa jelasin, apa maksud ciuman kita tadi?"
"Kalau kamu nanya aku masih sayang atau ngga sama kamu, masih besar sisa sayang aku sama kamu, tapi kita udah bukan mahasiswa lagi mas, kita berdua udah dewasa, aku punya ibu yang harus aku bahagiain, perjalan aku masih sangat panjang, aku ngga perduli dengan tawaran kamu jadiin aku ratu di masa depan, aku masih punya ibu, ibu aku sendiri, siapa yang mau bahagian ibu aku kalau aku harus balik sama cowok posesif dan pencemburu kaya kamu. aku mesti harus kerja, kalau aku balik sama kamu, aku ngga akan bisa menikmati kehidupan aku, aku ngga akan bisa bekerja dengan baik, aku ngga akan bisa wujudin semua mimpi aku di masa depan. segimana cerahnya mimpi yang kamu janjiin sama aku aku ga bisa kalau aku gak bisa bebas mas."
Aditya tersenyum masam, "Jadi selama ini kamu ingin bebas?"
"Iya, karena dari semua yang kamu tawarkan ke aku, ngga ada kebebasan dalam aku berpendapat dan melakukan segalahal yang aku suka. , apa yang aku lakuin selalu buat kamu curiga, aku ngga bisa punya teman, kamu ngga pernah sadar, di dunia ini bukan cuma ada kita berdua, kita masih butuh orang lain, kalau aku balik lagi sama kamu, banyak banget pertimbangan yang harus aku ambil. Apalagi dengan seorang aditya pratama sekarang, seorang pemimpin perusahaan besar, aku ngga mau sifat posesif kamu ke aku bisa ngerusak karir kamu sendiri dengan berbagai macam perbuatan bodoh kamu. apa penjelasan aku cukup buat kamu ngerti kenapa aku ngga bisa balik sama kamu?"
"Alasan kamu klise alleta, ini semua pasti karena bos kamu"
"Terserah, aku ngga bisa ngerubah fikiran kamu yang sempit.,terserah juga kamu mau naik atau tidak aku udah ga perduli."
"Kalau aku melamar wanita lain apa kamu masih ngga peduli?" tanya aditya tiba-tiba yang mampu menghentikan langkah alleta yang hendak meninggalkannya.
Ia memejamkan matanya, dan membuang nafas perlahan."Kalau itu yang terbaik buat kamu, aku bakal dukung"
"Aku tanya sekali lagi, apa benar kamu ngga masalah kalau aku melamar wanita lain?"
"Lakukan apa yang menurut kamu benar mas" ucap alleta sambil melepaskan genggaman tangan aditya dan pergi.
"Baik al, kita liat, apa kali ini kamu serius?" batin aditya.
Sendy diam-diam tersenyum mendengar semua kata-kata alleta, apalagi saat tau alasan kenapa alleta tidak bisa kembali kepelukan aditya.
Sampai acara berakhir, aditya sama sekali tidak muncul.
Tidak dipungkiri, alleta merasa sedikit khawatir. tapi ia tidak mau menunjukannya. ia pun melakukan aktifitas nya seperti biasa.
__ADS_1
"Alleta, terimakasih, acara hari ini sukses berkat mu"ucap sendy.
"Sama-sama pak, bukan karena aku, tapi karena semua orang yang membantu, termasuk bapak." jawab nya.
"Oia alleta, ada seseorang yang ingin di kenalkan padamu, bisa ikut aku sebentar?"
"Siapa?" tanya alleta bingung.
"Ayo ikut saja."
"Pak andys,kenalkan ini alleta staff ku yang mengerjakan event ini, mulai dari iklan dan launching ini." ucap sendy.
"Oh jadi ini otak dari semua kesuksesan acara ini? wahh anda masih sangat muda tapi sangat cerdas." puji pak andys begitu bertemu alleta.
"Bapak terlalu memuji." ucap alleta
"Tidak, karena saya melihat sendiri, kebetulan perusahaan saya juga akan membuat produk baru, saya harap pak sendy bisa melibatkan ibu alleta di dalam nya sebagai team A."
"Dengan senang hati pak andys." jawab sendy.
"Baiklah, nanti sekertaris ku akan menghubungi perusahaan mu untuk menentukan jadwal meeting kita, sampai bertemu di kantor ku yah." ucap pak andys sambil menepuk bahu sendy.
"Baik, terimakasih pak andys"
Pak andys hanya tersenyum dan pergi.
Ia tersenyum penuh kemenangan pada alleta, "Semua berkat kau alleta." ucap nya sambil memegang kedua bahu alleta. Alleta pun ikut senang mendengar berita itu.
"Aku yakin, kita akan sukses bersama." ucap sendy.
__ADS_1
//Deg// apa yang aku rasakan? kenapa aku sangat bahagia mendengar ucapannya ? kita akan sukses bersama? kalimat yang sangat indah yang pernah aku dengar" batin alleta, kemudian ia tersenyum sambil memandang sendy.