
Aditya datang ke ruangan papa nya membawa beberapa file yang janggal yang ia temukan. Papa masih duduk tenang sambil memperhatikan wajah aditya yang gusar.
Papanya tiba-tiba tersenyum "Apa yang sudah kau temukan di hari pertamamu?" tanyanya tenang
"Papa, kenapa perusahaan sangat berantakan? banyak sekali data yang tidak beres disini? kenapa papa masih diam saja? hazel bilang padaku, papa sudah mengetahui ini sejak lama, kenapa papa masih diam saja?" tanya aditya
Papa kembali tersenyum tenang "Jadilah wakil papa ,papa percayakan perusaha ini padamu, lakukan apapun yang menurutmu benar" ucap papa lalu pergi meninggalkan aditya di ruangan nya.
Aditya terdiam mendengar kata-kata papanya tanpa bisa sedikitpun membantah.
Jam 16.00 WIB, tiba-tiba aditya membatalkan rapat nya bersama semua kepala divisi, dan hanya memanggil manager perencanaan Ke ruangan nya di temani oleh hazzel.
Prakkkk !!! aditya melemparkan file nya kedepan wajah pak anwar yang sudah dipenuhi dengan keringat dingin
"Kenapa anda diam saja? Jelaskan! " ucapnya dengan nada ketus
"Maaf pak, begini, sebenarnya ini hanya salah faham," ucapnya terbata.
__ADS_1
Aditya tersenyum masam sambil menatap wajah pak anwar dengan tatapan membunuh, "Dimana letak kesalah fahamku?"
"Ternyata tuan muda sangat pandai" batin hazzel
"Aku hanya memberikan mu 2 pilihan, 1 kau kembalikan dana yang kau ambil, yang ke 2 urus surat pengunduran dirimu" ucapnya dengan nada datar
"Jangan pecat saya pak saya mohon" ucap pak anwar dengan nada memohon sambil berlutut di hadapan aditya.
"Sudahi drama mu, pergi dan fikirkan lah ucapanku. kembalikan? atau pergi?" ucapnya sambil membetulkan blazernya lalu pergi diikuti oleh hazzel
Di lift aditya bertemu dengan amanda, "Sudah mau pulang pak?" tanya amanda
Didalam mobil aditya memijat kepalanya sendiri, karena masih sangat kesal dengan ulah orang-orang di perusahaannya.
"Hazzel, apa yang aku lakukan sudah benar?" tanya nya tiba-tiba
"Menurut saya, apa yang tuan muda lakukan sudah benar, tapi apa boleh daya mengajukan pertanyaan lain? " tanya hazzel
__ADS_1
"Hmmmm" aditya hanya berdehem
"Kenapa anda tidak memenjarakan pak anwar? kenapa anda memberikan pilihan pada nya?" tanya hazzel penasaran.
Aditya menghela nafas kasar "Sebenarnya aku sangat ingin memukulnya dan memenjarakannya, tapi dia teman papa sejak lama, aku yakin dia akan memilih untuk memgundurkan diri, jika aku memenjarakannya, papa akan merasa sangat bersalah, dan si penggila uang itu tidak akan bisa melanjutkan hidup nya dengan keluarganya, setidaknya dengan dia mengundurkan diri dia bisa menggunakan uang yang telah dia ambil untuk melanjutkan hidup nya dan tidak lagi mengganggu perusahaan" ucap aditya.
"Ternyata dia tidak seburuk yang aku fikirkan" batin hazzel.
"Tuan, saya harus antar anda kemana?" tanya hazzel kemudian.
Aditya melihat jam nya, "Kau turun saja di depan, pakai taxi, aku akan menemui alleta di tempat kerja nya." jawab aditya
"Baik tuan". jawab hazzel tanpa membantah.
Shift alleta sudah selesai, aditya sudah menunggu pacar kesayangannya di luar cafe, aditya berdiri disamping mobil nya melambaikan tangan kearah pacar kecilnya.
Alleta berlari dan menghamburkan pelukan ke tubuh aditya
__ADS_1
"Ahh nyamannya" ucap aditya lembut sambil memeluk erat tubuh mungil alleta, alleta mendongkakkan wajahnya ke arah aditya, "Ada apa? apa hari mu sangat berat?" tanya alleta
Aditya hanya mengangguk, lalu kembali memeluk alleta. dan alleta membalas pelukan aditya. " 2 menit aja, adit pengen peluk kamu kaya gini" ucapnya lembut, dan alleta mengangguk tanpa bicara sambilĀ menepuk-nepuk punggung aditya dengan lembut.Dan mereka pun pergi, di perjalanan aditya tidak banyak bicara, aditya hanya fokus menyetir sambil menggenggam tangan alleta.