ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#55


__ADS_3

Bukan cuma aditya, tapi alleta pun merasakana patah hati yang luar biasa, begitu pula farrel,yang hanya mendapatkan pesan pamit melalu pesan eletronik.


Keeseokan harinya, aditya mencari alleta di kampus, tapi ternyata alleta cuti dari kampus nya tanpa memberikan penjelasan pada orang-orang sekitarnya termasuk metta dan inggit.


Aditya menjadi gusar setiap harinya, aditya kembali menjadi adit yang dulu, aditya yang dingin, pemarah dan arogan.


Aditya sempat mendatangi desa tempat bunda alleta tinggal, namun tampak nya bunda tidak tahu alleta cuti dari kampus nya, dan malah balik bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya. aditya pun pamit tanpa memberitahu bunda apa&apa karena khawatir bunda akan panik. Tidak berhenti disitu, aditya mencari alleta ke tempat biasa dia bekerja tapi alleta sudah mengundurkan diri, alleta menghilang bagai di telan bumi, tanpa mengabari satu orangpun.


Farrel memutuskan untuk pindah keluar negri bersama witta, meninggalkan semua kenangan nya di jakarta, termasuk meninggalkan cinta nya yang tak terbalas.


3 tahun berlalu,


Aditya yang semakin sibuk dengan urusannya di perusahaaan. aditya cukup sukses memimpin perusahan milik papanya, dia sangat terkenal sebagai CEO muda yang sukses, tampan, dingin dan kejam dalam dunia bisnis hingga mampu membuat lawan bisnis nya menciut. semakin aditya sukses, semakin banyak gadis cantik yang mendekatinya. termasuk putri dari beberapa rekan bisnis nya.


Hazzel masih menjadi asisten nya, inggit melanjutkan s2 nya di paris, sedangkan metta memutuskan untuk membuka butik di jakarta.


Dan alleta masih menjadi seorang pekerja keras, selama ini alleta bersembunyi di Yogjakarta, dia bekerja disebuah perusahaan advertising yang cukup besar di Yogjakarta sebagai team creative.


Alleta terkenal rajin dan pekerjakeras, kehidupannya mulai membaik, alleta telah berubah menjadi sosok yang lebih dewasa, selain itu, alleta berubah menjadi seorang wanita cantik yang hebat.


Sampai lah dimana pak dewo, sang manager memanggilnya ke ruangan nya untuk memutasikan alleta ke kantor pusat dijakarta.


"Ini kesempatan kamu untuk bisa lebih sukses, kantor pusat adalah harapan untuk semua karyawan, disana akan lebih banyak pengalaman yang menunggu mu. fikirkan lah" ucap pak dewo


"Jakarta ? apa aku harus kembali ke kota itu? bagaimana kalau aku bertemu dia? batinnya risau.


"Al".... ucap pak dewo membuyarkan lamunan nya,


"Hah? iya pak baik, saya akan memikirkan saran bapak, kalau begitu saya pamit pak".pamit alleta


"Baiklah silahkan, tapi saya harap kamu bisa mengambil kesempatan baik ini", silahkan" ucap pak dewo.


Alleta pulang,kemudian duduk di ruang tengah rumah kontrakannya dan menyalakan televisi, kebetulan acara yang iya putar adalah acara bisnis, entah kenapa begitu ia mendapat kabar kepindahan nya, sebuah acara telvisi itu sedang membahas CEO termuda yang sukses di indonesia, dan ternyata yang sedang mereka bahas adalah aditya, ya Aditya Pratama, mantan pacarnya.


Alleta tersenyum melihat kesuksesan aditya, entah apa yang di fikirkan alleta, dia hanya tersenyum lalu mematikan televisinya kemudian membersihkan diri dan tidur.


Keesokan harinya, di ruangan nya tiba-tiba membahas acara tv semalam, "Eh lo nonton acara indonesia sukses ga? duhh oleng gue , lo liat ga CEO pratama global? gue sih ga bisa bayangin kalo dia jadi jodoh gue,,,,," ucap salah satu team alleta


"Emang mau lo apain?" tanya karyawan lainnya


"Mau gue laminating biar ga di ambil orang" hahahaha" jawabannya membuat semua orang tertawa, sedangkan alleta hanya tersenyum


"Letta, ko lo ga semangat sih? lo masih normal kan? lo tau adityaborama kan ?"tanya salah satu team nya.


" Hahahha iya lah gue normal, enak aja" jawabnya.


"Ya kali gue kenal lo 3 tahun , tapi kayanya gue ga pernah liat lo pacaran deh" ucapnya


"Hahaha, gue terlalu sibuk untuk pacaran" jawabnya asal.


"Huuuuuu" ucap mereka di ruangan itu menyoraki alleta,


"Tapi sayang nya si aditya itu ga punya medsos, coba kalo ada pasti gue love semua isi IG nya" ucap nani


"Dasar tukang spam! ucap andini dan lagi-lagi semua orang diruangan itu tertawa.


Tapi katanya dia lagi deket sama model blasteran yang jadi brandambasador kantor nya.


Alleta kembali tersenyum, "Syukurlah aditya sudah membuka hatinya dan sudah melupakanku" batinnya gusar "Ahhh .. apa yang aku fikirkan" batinnnya


"Alleta, lo di panggil pak dewo" ucap salah satu teman team nya.


"Oke. thanks"


Dikantor aditya, aditya sedang menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya. aditya memandang langit, fikirannya seolah mengajak nya pergi ke masa lalu, mengingat semua yang terjadi beberapa tahun kebelakang. termasuk alleta.


"Alleta, kamu dimana? dimana kamu sembunyi?aku kangen kamu" batinnya sambil memandang wallpapper handphonenya.


"Tuan muda, sebentar lagi kita harus meeting." ucap hazzel membuyarkan lamunan aditya.


"Oh oke" ucap aditya.


Di Yogjakarta,

__ADS_1


Alleta menerima tawaran untuk di mutasikan ke kantor pusat jakarta,


"Baik alleta, lusa kau sudah harus ke jakarta, sudah banyak pekerjaan yang menunggu mu disana" ucap pak dewo sambil tersenyum lalu mengajak alleta bersalaman.


"Siap, laksanakan pak " ucapnya sambil menggapai tangan pak dewo


Hari H aleta pergi.


Di dalam pesawat, "Jakarta, aku kembali" ucapnya lalu tidur


sesampainya di jakarta, alleta langsung pergi ke apartemen yang sudah disiapkan oleh kantor nya,


Alleta bersandar di sofa miliknya "Ahhhh nyamannya, kenapa aku merasa asing dengan kota ini", alleta tiba-tiba mengambil ponsel nya, lalu menghubungi metta.


" Hallo siapa ini? "sapa metta,


"Ta, ini gue, alleta" ucapnya


Metta sangat kaget ... "ALLETA DIMANA LO ? KENAPA LO NGILANG GITU AJA ! GUE KANGEN !! LO JAHAT " ucapnya sambil menangis.


"Uuuuuu sayang, maafin gue yah, lo lagi dimana ? gue di jakarta, makan yuk?" ajak alleta. dan metta langsung mengiyakan.


Alleta dan metta bertemu, mereka bercerita dari a sampai z ... sampai akhirnya metta mengajak alleta ke sebuah bar, metta mabuk di sana , tidak dengan alleta, alleta tidak sama sekali tidak minum, "Ada apa sama bocah ini, kenapa dia jadi pemabuk?" batinnya ...


Metta terus menerus minum, sampai ia benar-benar mabuk,


"Aduh gimana cara nya gue bawa dia balik, lagi bocah kenapa sih pake acara mabok berat, argh metta??? batin alleta sambil melihat kearah metta yang sudah mulai ngaco.


"Oia, gue telfon ka damar aja, gue liat di medsos nya metta dia udah balik ke indonesia"


Kring kringg


"Ya kenapa dek? " sapa damar dari sebrang


"Ka damar, ini gue alleta,"


"Wahh anak ilang, apa kabar lo dek?" sapa damar


"Hehe aku baik , kak damar, ade lo mabok ... jemput dia di xxxx dong, gue ga sanggup gendong ade lo pulang" teriak nya


"oke"


Telepon terputus ...


Beberapa waktu berlalu, ada seorang pria yang mencoba menggoda metta, alleta marah sampai akhirnya terjadi keributan di bar, Damar dan temannya datang.  mereka berdua membawa metta keluar, sedangkan alleta masih di dalam,


"Lah, mana si letta?" tanya damar pada sendy temannya setelah mendudukan adiknya yang mabuk parah.


"Lah, kaya nya masih di dalem der mar." jawab sendy teman damar.


"Coba tolong lo cek deh sen"


"Oke" sendy langsung mengiyakan.


Sendy masuk kembali ke dalam bar, ia melihat alleta yang masih dalam pertengkaran, pertengkaran antara pria pengganggu tadi dan aleta berakhir dengan tendangan kaki khas alleta, setelah menendang alleta pun langsung kabur keluar, sendy yang mau menyusul akhirnya hanya tertawa melihat alleta mengakhiri pertengkaran dengan jurus tendangan andalannya lalu kabur begitu saja.


"Lucu sekali dia" batin sendy,


Alleta berlari keparkiran, nafas nya terengah-engah sambil celingukan mencari mobil damar, "Mobil nya yang mana?" gumamnya bingung


"Itu mobilnya" jawab sendy tiba-tiba sambil menunjuk mobil Rubbicon berwarna coklat.


Alleta langsung menoleh dengan tatapan curiga, ia pun segera menjaga jarak.


"Hahaha, kenapa kamu liat aku kaya gitu? tenang, aku temannya damar, barusan aku disuruh mencarimu ke dalam" jelas sendy


"Oh" ucap alleta,


"Aku sendy" ucap sendy sambil mengajak alleta bbersalaman


"Iya, Gue alleta" ucap alleta canggung


Mereka pun bersalaman, sendy tersenyum, namun alleta masih tersenyum canggung karena ia masih kelelahan.

__ADS_1


"Yuk ke mobil" ajak sendy


"Iya" jawab alleta singkat lalu mengikuti sendy.


"Lama amat lett? berantem dulu ya lo?" tanya damar


"Dikit mas" Jawab nya singkat


"Ini kenalin, sahabat gue, sendy" ucap damar sambil menunjuk kearah sendy.


"Udah kenalan barusan" jawab alleta,


"Judes sekali dia" batin sendy sambil menatap alleta dan tersenyum.


"Jutek mulu lo dari dulu, tapi gemes" ucap damar menggoda alleta


"Cihh dasar gila" ucap alleta datar, membuat damar tertawa, dan sendy hanya tersenyum


"Tiati sen, jangan deket-deket, galak" ucap damar polos sambil menyalakan mesin mobilnya.


Sendy hanya menjawab dengan senyuman.


"Ahhhh bocah, pake mabok segala " ucap alleta sambil menoyor kepala metta.


"Awww, mas damar, aleta kembali, ahh aku senag sekali sahabatku yang rese kembali" " ucap metta mgelantur sambil memeluk alleta.


"Tutup mulutmu, kau menyusahkan sekali" ucap alleta sambil membungkam mulut metta dan metta malah tertawa.


"Aduhhh alleta, sakit tau" gumamnya, ia kembali mendongkangkan kepalanya di tengah,  "Mas damar, ini si anak hilang balik lagi"


"Ihh bawel banget sih metta, duduk" ucap alleta sambilmencoba menyandarkan tubuh metta yang terus menerus mndongkak kedepan.


"Alleta, jangan pacaran lagi yah, gue gamau kehilangan lo lagi" ucap metta dengan nada sedih


"Ahh,utup mulutmu, diam" alleta kembali membungkam mulut metta lalu mendorongnya ke belakang. Tingkah kedua sahabat ini memecah tawa kabin mobil.


"Lo lagi lett, putus cinta langsung ilang, gimana perasaan lo sekarang? udah baikan? tau gitu gue aja yang pacarin lo dek" ucap damar asal


"Cihh, mendingan gue jomlo seumur idup dari pada pacaran ama lo" jawab alleta sambil tertawa


"Hahahah sialan lo" ucap damar sambil tertawa.


"Oh dia ga punya pacar, bagus deh" batin sendy


"Wah-wah  kacau nih, nyokap bokap ada dirumah lagi, kita cari angin dulu deh sampe metta sadar bener, gimana ? ajak damar.


"Setuju ka, let's go" timpal alleta,


"Lo gimana? "tanya damar pada sendy,


"Gue ngikut aja" jawab sendy


Damar pun berhenti disebuah cafe outdoor. 


Dicafe


Metta sedikit demi sedikit sudah lebih tenang, alleta terus mengganggu metta, dengan memencet-mencet pipi chubby metta. Diam-diam sendy memperhatikan setiap gerak- gerik alleta. Metta pun tersadar, "hmmm ini siapa?" tanyanya sambil menunjuk sendy.


"Oia, kenalin ini temen gue, baru balik dari amrik, namanya sendy, hari ini dia pindah ke jakarta, dia ada kerjaan disini.


"Oh, jangan naksir gue ya" ucap metta membuat semua tertawa.


"Eh sen, lo udah ngubungin supir lo?" tanya damar


"Udah ko, dia udah sampe" jawabnya


"Bagus deh, oia ta, lo gue titip sendy yah, gpp ?" tanya damar pada alleta


"Emangnya gue barang di titip titip? ga usah, gue balik sendiri aja." jawabnya


"Bareng aja, gak apa-apa, kamu bareng aku , tenang kita sama supir ko, tenang, aku gajahat" ucap sendy setengah berbisik.


"Lagian kalo lo mau jahat, lo keburu babak belur sen,".timpal damar,

__ADS_1


"Sialan lo ka" ucap alleta dan membuat semua tertawa. Metta sudah nampak lebih baik, Damar pun pergi bersama adik kesayangan nya. tinggal alleta dan sendy yang masih berdiri melihat kepergian kedua saudara itu.


__ADS_2