ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#57


__ADS_3

Sendy semakin penasaran pada alleta, ia tidak kehabisan cara, sendy menelepon bu gemi kepala team creative untuk mengajak seluruh team creative dan humas untuk makan di restoran, alih-alih untuk mengadakan pesta penyambutan. Bu gemi pun mengiyakan dan menyampaikan informasi itu pada team nya.


"Ah, aku malas sekali dengan acara seperti ini" batinnya, namun apa daya, ia hanya bisa meng iya kan tanpa bisa menolak.


Di Restoran.


Alleta duduk bersama rekan lainnya, alleta nampak canggung dan pendiam, bagaimana tidak, ini adalah hari pertamanya, ia benar-benar berada di lingkungan yang baru, alleta hanya sibuk makan dan sesekali memeriksa ponselnya.


Sendy diam-diam memperhatikannya, "kenapa dia diam saja, apa dia tidak menyukai restoran ini?" batin sendy. .


Alleta terlihat sangat bosan, ia sempat brfikir untuk kabur dari acara, namun niat nya terhenti begitu ia melihat sahabatnya di SMA dulu. Alleta tersenyum lebar ... BARAAAAAA !!!!! ucapnya sambil memeluk barra


"Alleta" ucapnya membalas pelukan alleta.


"Bara gue beruntung ketemu lo" ucap alleta


"Sama dong, parah sih, lo ilang gitu aja, Gue baru balik dari Singapore, beberapa minggu lalu gue ketemu metta, dia cerita dikit sih tentang lo"


"Heheh,ceritanya panjang, gue asti ceritain sama lo, lo ngapain kesini?" tanya alleta


"Gue cuma mau beli coffee, gue ada rencana ketemu metta. di jalan xxx . jawab barra,


"Ketemu metta ? gue ikut barr, bentar yah gue pamitan dulu ke orang kanto".ucapnya bersemangat.


"Oke"


Diam-diam sendy memperhatikan alleta dari kejauhan, "Siapa laki-laki itu, kenapa dia sangat akrab dengan nya? kenapa ia memeluk pria itu?, sedangkan saat bersama ku ia sangat membatasi diri?" batinnya cemburu.


Alleta pamit terburu-buru lalu pergi begitu saja.


"Gue ga suka ama anak mutasi itu, anak nya sombong, so pinter" ucap gama

__ADS_1


"Sama, anak nya sombong banget" timpal temannya.


Barra pun pergi bersama alleta menemui metta, mereka mengobrol sangat seru dan berpamitan.


Barra mengantar alleta pulang, sesampainya di lobby, barra bertanya dengan serius, "Lo yakin gamau ketemu aditya?" tanya barra.


Alleta hanya tersenyum hambar, "Ngga barr"  jawabnya singkat.


"Baiklah"


keesokan pagi nya.


Dikantor aditya.


Suasana selalu panas setiap kali meeting berlangsung, tapi tidak merubah ketampanan nya dimata para karyawan wanita. perusahaan aditya akan launching produk baru mereka, dan ingin membuat sebuah acara besar beserta iklan nya. semua proposal ia tolak membuat seluruh team nya kewalahan. hingga meeting selesai, seluruh karyawan keluar dengan beban di wajah mereka.


"Kenapa pak aditya semakin sini semakin keras ya?" tanya pegawai nya saat keluar dari ruang meeting.


Hazzel masuk ke ruangan aditya.


"Tuan muda, ada tamu yang menunggu anda" ucap hazzel


"Tamu?" tanya aditya bingung


"Ini aku" .. ucap seseorang di balik pintu sambil tertawa jahil


Membuat aditya membuang nafas lega dan ikut tersenyum mereka pun berpelukan.


"Sudah lama sekali dit" ucapnya


"Bagaimana kabarmu? kapan kau kembali ke indonesia?" tanya adit sambil mempersilahkan sendy duduk.

__ADS_1


"Beberapa hari lalu lah" jawab sendy.


"Kau pulang untuk meneruskan perusahaan atau kau sudah bosan dengan gadis bule disana?" tanya adit mengajukan pertanyaan menggelitik.


"Hahaha, aku sudah berubah dit, aku sudah bukan pemain hati lagi, hatiku tertangkap kemarin, udah ga bisa belok" ucapnya setengah berbisik


"Hahahaha sayangnya aku tidak percaya seorang sendy kusuma bisa setia" ucap aditya.


"Jangankan kau, aku juga tidak mengerti, kenapa aku bisa seperti ini" jawab nya ngambang.


"Ahh sudahlah, aku aggap perkataan mu benar, ngomong-ngomong, ada apa kau kemari?" tanya aditya.


"Oia, aku mendengar perusahaan mu akan launching produk baru, aku ingin mengajukan kerjasama dengan mu" jawab sendy.


."Hahaha, apa aku tidak salah dengar? nampaknya kau benar-benar ingin bekerja kali ini." ucap adit meledek sendy


"Hahaha sialan kau adit" ucap sendy malu.


"Baiklah kita coba atur pertemuan berikutnya, bawakan aku ide yang sangat menarik agar aku tidak usah pusing memilih lagi, untuk materinya aku akan meminta hazzel untuk mengirimkan nya ke email mu" ucap aditya


"Nice , baiklah, kalau begitu aku pamit dulu, jangan lupa kirim kan aku materi produk mu secepatnya." ucap sendy sambil memberikan kartu namanya pada aditya.


"Baiklah". jawab aditya singkat


Sendy pun pergi meinggalkan ruangan aditya.


Sendy kembali ke kantornya, ruangan nya tepat di depan meja alleta, sendy tiba-tiba berhenti di depan meja alleta, dia melihat kearah alleta tanpa bicara apa-apa, alleta hanya mengangguk dan merasa terheran, tapi alleta tidak mengatakannya. Sendy tiba-tiba mengalihkan pandangan nya lagi dan masuk keruangan nya.


Sendy menyandarkan tubuhnya di balik pintu "Ada apa denganku, kenapa aku sangat kesal melihatnya, apa aku harus bertanya siapa pria yang kemarin bersama nya ? tapi apa dia tidak akan merasa aku orang yang aneh kalau aku tiba-tiba menanyakan itu ? ahhh dia membuatku gila!" batinnya


.

__ADS_1


__ADS_2