
Keesokan harinya.
Alleta, inggit dan metta duduk dikelas berdekatan, "Al, liat deh ada kompetisi fashion Design, lo kan berbakat, mau coba ga? "tanya metta
"Ikut aja al, lumayan tuh, trus liat hadiah nya lumayan" timpal inggit
"Oia bener, lumayan juara pertama dapet hadiah 10 juta" ucap alleta semangat.
Alleta tampak bersemangat,senyumnya memudar ketika sesosok wanita cantik tiba-tiba masuk kedalam kelas yang sama dengan nya, iya , itu tari yang duduk di kursi kosong agak berjauhan dengan alleta.
"Tari" batin alleta, dosen pun datang, mata kuliah kali ini agak sedikit berbeda untuk alleta, alleta tidak merasa konsen selama mata kuliah berlangsung.
Selesailah mata kuliah tersebut, metta buru-buru pamit pada alleta dan inggit, karena dia sudah ada janji dengan ibunya,
Alleta dan inggit mengiya kan, saat alleta dan inggit akan keluar kelas, tari memanggil alleta. "Alleta, bisa ngobrol sebentar?" ucapnya lembut
Alleta melirik ke arah inggit, inggit pun mengangguk mengerti, kemudian pergi meninggal kan alleta dan tari.
__ADS_1
"Kenapa lagi kak? kalau masih mau bahas masalah aditya kayanya udah ngga ada yang harus di bahas lagi deh". ucap alleta
Tari menggelengkan kepala ya "kita duduk aja dulu yuk " ucap tari
Mereka berdua pun duduk.
"Aku gak nyangka bisa satu kelas sama kamu, aku baru pindah hari ini" terang tari menjelaskan tanpa alleta bertanya
"Oh" alleta hanya bisa ber oh saja.
Alleta menggerutkan dahinya " minta tolong? kenapa? tanya alleta.
"Bantu aku bisa balik sama aditya, aku gabisa lupain aditya, aku sayang banget sama dia, aku gak bisa kalau liat aditya suka sama orang lain" ucap tari sambil memegang tangan alleta. Alleta melepaskan tangan tari perlahan, alleta tersenyum, "Maaf ka tari, aku gak bisa bantu apa-apa. lebih baik kamu langsung ngomong sama aditya. aku bukan siapa-siapa nya aditya". jawab alleta.
"Justru kamu bisa sangat bantu aku, dengan jauhi aditya al". ucap tari yang berhasil membuat alleta tidak bisa menjawab apa-apa.
Tiba-tiba aditya masuk menyela obrolan kedua wanita itu, "Ayo al" ucap aditya sambil menarik tangan alleta, hingga alleta berdiri. aditya menarik tangan alleta kemudian keluar,
__ADS_1
"Adittttt !!!" teriak tari sambil menarik tangan aditya
Aditya membuang nafas kasar. "Apa lagi?!!!!" ucap aditya kasar dan masih menggenggam tangan alleta
"Adit, maafin aku, ayo kita balikan dit" ucap tari lembut sambil meneteskan air matanya, suasana menjadi sangat canggung untuk alleta, terlebih mereka bertiga menjadi pusat perhatian para mahasiswa yang sedang berada di sekitar lorong kelas. alleta pela-pelan melepaskan genggaman tangan aditya, "Sorry, gue harus pergi, kalian selesaikan aja urusan kalian" ucap alleta canggung.
"Ngga" ucap aditya menahan alleta.
Alleta hanya bisa melihat tajam aditya sambil menahan tangis nya" " please dit, gue cemburu" batin alleta
Tiba-tiba seseorang menarik tangan alleta, "Ayo lett, " ucap farrel menarik tangan alleta pergi. alleta langsung mengikuti farrel tanpa bicara apa-apa.
Farrel menarik alleta ke belakang gedung, mereka pun berhenti di belakang gedung yang sangat sepi. farrel berada tepat di depan alleta. beberapa detik mereka terpatung. terdengar isakan tangis alleta, farrel ingin berbalik "Jangan berbalik, aku gamau kamu liat aku nangis kak " ucap alleta pelan.
Farrel menuruti permintaan alleta. farrel hanya bisa terdiam mendengar tangis alleta "*Damn ! kenapa tangis nya terdengar sakit di telingaku,*kenapa tangis nya untuk aditya" batin farrel kesal
Farrel pun berbalik ke arah alleta, ia memeluk alleta tanpa bicara sepatah katapun dan membuat tangis alleta makin pecah di pelukannya.
__ADS_1