ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#33


__ADS_3

Pagi hari


Ting tong ting tong


Suara bel apart alleta terdengar sangat nyaring, dengan langkah berat alleta membukakan pintu,


Grekkkk ..... pintu terbuka, aditya yang masih ngambek langsung masuk tanpa permisi, alleta hanya tersenyum melihat tingkah pacarnya. aditya langsung duduk di meja makan alleta,


"Kamu udah sarapan belum?" tanya alleta


"Belum" jawab nya singkat


Alleta tersenyum, ia duduk di sebelah aditya kemudian membuatkan rpti selai kacang kesukaan aditya, dan  menyuapi pacarnya yang masih ngambek, aditya langsung melahap makanannya.


"Enak?" tanya alleta


Aditya mengangguk, alleta sudah sangat mengerti cara untuk menghadapi kemarahan aditya,


Alleta tersenyum, dan pamit untuk pergi mandi sembari menunggu aditya menghabiskan sarapannya.


Selang beberapa lama, alleta pun kembali dan duduk di samping aditya yang tengah sibuk dengan handphonenya, Aditya langsung bangkit dari kursinya dan menarik lembut tangan alleta , lalu mengajak nya untuk pindah duduk di sofa, alleta hanya menurut, karena tau pacarnya masih marah, aditya pun masuk ke kamar alleta dan kembali dengan hair dryer di tangannya. Alleta tersenyum melihat aditya, aditya kini berdiri di belakang alleta,  Aditya membuka handuk yang masih melingkar di kepala alleta, lalu mengeringkan rambut panjang alleta dengan sangat hati-hati.


"Aku keringin yah, nanti kamu masuk angin" ucap aditya


"Hehe, terima kasih " ucap alleta sambil tersenyum.


"Dasar adit" batinnya


Setelah rambutnya kerng alleta pergi untuk mengganti pakaiannya,.


"Yuk mas" ajaknya.


"Oh udah siap?" jawab aditya sambil menoleh kearah alleta.


"Cantik banget sih pacar adit" ucap nya sambil tersenyum


"Cihh, apa sih?" jawab alleta malu-malu.


"Semalem kamu pulang jam berapa ? tanya aditya sambil mengelus lembut kepala alleta.


"Jam 3, aku dianter farrel semalem, kamu mau tanya itu kan ? aku langsung jawab kan" Ucap alleta sambil memegang kedua tangan aditya,


"Mas, percaya sama aku yah, aku ga akan aneh-aneh, aku deket sama farrel, tapi aku ga punya perasaan apa-apa sama dia, jadi kamu ga usah repot-repot cemburu, oke?" ucapnya


"Tapi dia suka kamu, masa kamu gatau, gimana aku ga was-was kalau kamu bareng dia terus" ucap aditya


Alleta tersenyum , "kamu ga percaya diri yah?" ucap nya sambil menggoda aditya.

__ADS_1


"Enak aja, di liat dari sisi mana aja aku paling unggul dari dia" ucap aditya sombong kemudian merangkul pacarnya untuk keluar


Alleta pun tertawa melihat tingkah pacarnya.


Di dalam mobil,


"Lomba kamu tinggal 3 hari lagi, gimana persiapan kamu al ?" tamya aditya


"Aman-aman" jawab nya percaya diri


Aditya tersenyum sambil mengelus rambut panjang pacarnya


"Ada yang masih kurang ga ? ada yang masih kamu butuhin?" tanya aditya


"Ada." jawabnya


"Apa ?" tanya aditya


"Aku butuh kamu nemenin aku nanti " ucap alleta


Aditya tersenyum lalu menggengam tangan alleta .


"Oia al, mami sama papa ajak kamu makan malem hari ini , kamu bisa izin kerja kan?" tanya aditya


"Hah? malu mas" ucapnya


"Emang ngga apa-apa yah?" tanya alleta khawatir


"apa nya yang ga apaapa? ya ngga apa-apa lah, apaan sih kamu" ucap aditya


"Ngga sih, cuma aku canggung aja" jawabnya


"Ga usah canggung, papa ku orang yang baik, mami apalagi" jelas aditya


"Iya, cuma kamu aja yang ga baik" jawab alleta asal


"Dih, enak aja"


"Emang iya, kamu mah ngambekan"


"Lah, emang kamu ngga?"


Mereka pun tertawa bersama, seolah masalah kemarin sudah berlalu begitu saja.


Di kampus


Alleta turun dari mobil aditya ,"Bye mas" ucap nya sambil berlalu meninggalkan mobil aditya, aditya keluar dari mobil nya.

__ADS_1


"Adit" sapa tari yang tiba tiba muncul di hadapan aditya.


"Kamu lagi, luang banget yah waktu nya, ga capek?? tanyanya kemudian pergi.


Tari tipikal orang yang tidak pantang menyerah, berlari kecil mengikuti langkah aditya,


"Iya adit, aku sekarang lebih batasin jadwal aku biar aku lebih bisa nemenin kamu " jawab tari


"Ga usah, gue udah ada alleta" jawab nya singkat


"Tapi aku juga ada" ucap tari


Aditya menghentikan langkah nya, tersenyum sinis "gila " lalu berlalu


"Aku bisa lakuin hal yang lebih gila adit kalau sikap kamu terus-terusan dingin sama aku" ancam tari


Aditya hanya berbalik dan tersenyum sinis tanpa mengatakan apa-apa.


Alleta masuk dalam kelas


Alleta duduk sebelah kedua sahabatnya yang sedari tadi melihatnya dengan seribu pertanyaan,


"Hahahha iya-iya gue cerita" ucap alleta yang sudah mengerti maksud dari pandangan mereka, metta dan inggit pun langsung tersenyum mendekat


"Jadi gimana?" tanya metta


"Iya gue pacaran ama aditya, sekitar sebulan ini lah" ucapnya


"Hah? sebulan ?????" ucap inggit dan metta bersamaan


"Shuttttt jangan kenceng kenceng" ucap alleta setengah berbisik.


"Terus-terus... lo udah ngapain aja? udah ciuman?" tanya meta


"Ih mett, pertanyaannya" ucap inggit


"Iya, tau nih metta" ucap alleta


"Tapi udah belum?" tanya metta masih penasaran


Alleta mengangguk malu,


"AAkkkkkkkkkk " jerit metta dan inggit sambil tertawa.


"Terus-terus?" tanya nya masih penasaran.


Belum sempat alleta menjawab dosen masuk jadi terpaksa mereka menghentikan cerita nya.

__ADS_1


__ADS_2