
Kring kring ... Handphone alleta kembali berdering, "Mas Gino Editor"
"Ya hallo mas gino, gimana mas?" tanya alleta
Entah apa yang mereka bicarakan, alleta tampak tergesa-gesa seperti bersiap akan pergi.
"Mau kemana?" tanya sendy
"Aku harus segera kembali ke lokasi. ada yang harus aku bereskan, kalian makan aja, aku udah pesen kendaraan ko" ucapnya lalu pergi.
"Seharusnya dia menghabiskan makanannya dulu." batin aditya
"Mbak alleta itu cekatan ya mas sendy, kamu beruntung punya karyawan yang hebat kaya mbak alleta" ucap namira.
Sendy hanya tersenyum tanpa menjawab.
"Mir, tutup mulut mu dan habiskan makanan mu" ucap aditya.
"Iya mas" jawabnya, dan lagi- lagi sendy hanya tersenyum.
Mereka bertiga sudah sampai. namun setelah turun aditya berpamitan untuk langsung mengantar namira pulang, dan mereka pun pergi.
Sendy masuk kembali kelokasi shooting, dan melihat alleta sedang berbincang seru dengan sesosok orang yang paling dia sayangi. "Nenek?" gumam nya tersenyum dan menghampiri ke dua wanita yang tengah asik mengobrol.
__ADS_1
"Nenek? nenek lagi ngapain disini?" tanya sendy.
"Hei kau jangan kurang ajar, ini juga perusahaanku" jawab nenek sambil memukul pundak sendy, membuat alleta tertawa kecil. Ia pun bangun dari tempat duduk nya. "Baiklah nek. alleta tinggal yah, pak sendy nya udah dateng." ucapnya sambil tersenyum.
"Kau mau kemana?" tanya nenek dengan nada ketus khas nya.
"Waduh, kenapa nenek menghentikan alleta ?" batin sendy panik.
Lain dengan alleta yang masih tersenyum pada nenek, "Apa yang bisa aku bantu lagi nek?" tanya nya.
"Kau sudah menikah?" tanya nenek tiba-tiba.
"Menikah? belum.." jawab nya singkat.
"Bagaimana dengan pacar?" lanjut nenek.
Alleta melirik kearah sendy, "Hehe belum juga nek".jawab nya canggung.
"Kenapa aku merasa sedang intrograsi calon mertua?" batin alleta.
"Hahaha nek, jangan ganggu karyawanku, ia mau bekerja, alleta kamu pergi saja" ucap sendy.
Alleta pun tersenyum lalu mengangguk pamit.
__ADS_1
"Kau mau tidak dengan cucuku?" tanya nenek tiba-tiba.
Alleta menghentikan langkahnya lalu berbalik canggung.
"Ada apa dengan nenek nya? mengejutkanku saja" batin alleta
Sendy langsung berdiri di depan nenek sambil menghalangi pandangan nenek "HAHAHAHAHA, alleta jangan dengar kan nenek, lanjutkan pekerjaan mu" ucap sendy. alleta masih bengong sambil mengerutkan dahinya. "Cepat pergi"ucapnya pelan dan memberi kode agar alleta cepat pergi. Alleta pun meng iya kan dan segera pergi.
Brukkkk!!! serangan belakang baru saja mendarat ke punggung sendy dari nenek .
"Awww," rintihnya sambil mengusap punggung nya.
"Kenapa kau membiarkannya pergi?" tanya nenek kesal.
"Itu gadis yang kau suka kan?" tany nenek.
"Hahaha apa sih nenek, jangan melantur, aku tidak menyukainya"
"Jangan bohong, aku nenek mu, aku sering memperhatikan mu akhir-akhir ini, kau selalu tersenyum setiap mendapat panggilannya, lalu tadi aku melihat dengan jelas tatapanmu pada gadis itu berbeda, nenek tau kau playboy tapi kali ini kau sangat menjaga kata-katamu padanya, nenek menyukai nya" ucap nenek lalu pergi.
Sendy terpaku mendengar kata-kata nenek, setelah tersadar sendy mengejar nene. "Eh nyonya widya mau pergi kemana?" ucapnya sambil menggandeng tangan nenek tersayangnya.
"Cih kau ini" ucap nenek sambil memukul lembut lengan cucu nya. "Hehehe" sendy hanya tersenyum.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke ruangan sendy. Dan berbincang, entah apa yang mereka bicarakan, alleta bisa melihat keakraban mereka dari balik pintu kaca di mejanya. mereka berdua tampak sangat akrab.