ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#85


__ADS_3

Di kantor.


"Alleta, kamu di panggil pak sendy tuh." ucap indi.


"Oh oke. Thank you indi" jawab alleta


Tok .. tok ..


"Bapak panggil saya ?" tanya alleta sambil menghampiri sendy.


"Iya, alleta berkas yang aku minta tadi siang udah kamu siapin?"


"Tadi pak mario yang ambil ke meja saya pak, kayanya masih di cek pak mario deh. bapak butuh urgent?"


"Lumayan sih, tapi aku sangat memerlukan ini sekarang." jawab sendy yang kemudian memeluk alleta. Alleta tersenyum membalas pelukan sendy sambil menepuk-nepuk punggung sendy.


"Ada apa? kamu ada masalah yah?" tanya nya lembut.


"Masalah ku bertambah tadi siang." jawab sendy lemas dengan posisi tubuh yang masih memeluk alleta.


"Kenapa?"


"Aku baru aja cemburu tadi siang."


"Hahaha dimas?" tanya alleta setengah tertawa.


Sendy melepaskan pelukannya lalu menyipitkan matanya. "Itu pria yang dulu ngerebutin kamu sama aditya yah?" tanyanya.


"Hahaha apa sih ngga. sini." ucap alleta lalu memeluk sendy dengan lembut.


"Bohong."


"Dimas itu dulu suka sama aku, tapi itu dulu loh waktu aku masih kuliah, pas aku masih cakep." jawab alleta asal.


Sendy memegang tangan alleta, "Makanya, itu yang aku takutin, sekarang kamu makin cakep al."


"Ih apaan sih, udah ah, pulang yuk. atau kamu masih ada urusan?"


Sendy menggelengkan kepalanya. "Ngga ada, berkas nya biar mario aja yang urus aku tinggal tanda tangan aja besok."


"Oke."


'Mas kamu mau aku masakin?" tanya nya di dalam mobil.


"Ga usah, kita pulang aja yah. aku mau beresin rumah kamu istirahat aja di rumah.


"Aku bantuin kamu aja gimana? besok kan sabtu, kita libur. boleh?"


"Yakin? ntar kamu capek loh."


"Yakin, udah ayok."


"Baiklah."


Mereka pun pergi menuju rumah barusendy.


"Wah.. bagus banget ma rumahnya." ucap alleta dengan nada terpukau.

__ADS_1


"Kamu suka?"tanya sendy lembut.


"Iya, tapi apa nggak kegedean yah? kamu kan sendiri?" tanya alleta.


Sendy tersenyum lalu memeluk alleta dari belakang.


"Kan nanti ada kamu." ucap sendy lembut.


"/Deg/ apa maksud mas sendy?" batin alleta.


Sendy memutar tubuh alleta dengan lembut. "Al.. kapan kamu siap aku lamar? aku udah siapin rumah dan semuanya.tinggal kamu nya. kamu mau gak nikah sama aku?" tanya sendy lembut.


"/Deg/ kenapa dia tiba-tiba ngomong gitu?" aduh aku harus jawab apa?" batinnya.


Sendy tersenyum, "Apa lagi-lagi aku bikin kamu bingung? kamu gak usah jawab sekarang, yang paling penting kamu tau kalau aku serius sama kamu, itu yang paling penting." ucap nya lembut.


"Aku.... "


"Jangan di jawab buru-buru, fikirin aja dulu"


"Iya mas, tapi ..."


Sendy kembali tersenyum lalu mengelus rambut alleta, "Jangan di jadiin beban, fikirin aja pelan-pelan, oke?"


Alleta mengangguk.


"Hehehe pacar aku emang pinter" ucap sendy lalu mengecup kening alleta lalu kembali membereskan kembali barang-barangnya.


Alleta menatap sendy dari belakang dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Dia baru aja melamarku, tapi kenapa aku merasa sedih?" batinnya.


"Iya, aku dateng" jawab alleta.


Mereka cukup kelelahan, sendy merebahkan tubuhnya di sofa. "Ah lelah sekali."


"Iya, hehe"


"Sini..." ucap sendy sambil menepuk ruang kosong di sebelahnya.


Alleta pun tersenyum lalu menghampirinya.


"Tidur disini, aku pengen meluk kamu." ucap sendy


Alleta pun meng iyakan. Mereka tidur di sofa, sendy memeluk alleta dengan erat. Beberapa saat mereka diam. posisi mereka saling berhadapan.


"Al."


"Iya."


"Aku sayang banget sama kamu."


Alleta hanya tersenyum.


"Al.."


"Hmmm"

__ADS_1


"Kalau suatu hari aditya tiba-tiba dateng, apa kamu bakal goyah?"


"Kenapa bahas mas adit? jangan berfikir hal-hal yang belum terjadi."


Sendy menundukan kepalanya lalu menyandarkan kepalanya ke dada alleta. dengan tangan yang masih memeluknya. "Aku gatau, tapi aku masih ngerasa aditya terlalu kuat buat aku kalahin." Ucap nya dengan nada lemah dan terdengar menyerah.


"Ada apa dengannya? kenapa aku merasa mas sendy sangat sedih mengatakannya? apa aku terlalu memperlihatkannya.? batin alleta.


"Ah, nyaman banget." ucap sendy yang masih memeluk alleta seperti anak kecil.


Alleta tersenyum lalu menepuk lembut bahu sendy.


Sendy terlelap dengan posisi memeluk erat alleta, sampai alleta tidak bisa bergerak. alleta pun pasrah dan akhirnya mereka tertidur di sofa sampai pagi.


Sendy terbangun duluan, ia membuka matanya, betapa bahagianya ia ketika melihat gadis yang ia sayangi tidur tepat di sisinya, bahkan di pelukannya.


Sendy tersenyum sumeringah.


"Cantik sekali" Gumamnya.


Alleta mulai terbangun. "Mas sendy?"


Sendy menjawab dengan senyuman.


"Kamu udah bangun?" tanya nya dengan wajah bantalnya.


"Kasian, pasti badan kamu sakit yah? maaf yah?" ucap sendy lembut.


"Hehe ngga apa-apa."


"Sebagai permintaan maaf aku, aku bikinin kamu sarapan yah?"


Alleta tersenyum jahil. "Dengan senang hati." heheh"


Sendy tersenyum lalu bergegas pergi menyiapkan sarapan untuknya dan alleta. Alleta yang penasaran datang menghampiri sendy ke dapur.


"Waw, senangnya punya pacar baik." ucap alleta. Sendy pun tersenyum.


"Duduk aja, tunggu disitu."


"Ngga, aku mau bantuin aja." jawab alleta ceria.


"Aw.." rintihnya saat tidak sengaja memegang wajan.


"Kenapa?" tanya sendy panik sambil meniup jari alleta. Mereka saling berhadapan, wajahnya mereka berdekatan, mata mereka saling mengunci, entah angin apa, untuk pertama kalinya sendy memberanikan diri untuk mencium bibir alleta. //Cup// bibir tipis sendy sudah mendarat di bibir mungil alleta. ya untuk pertama kali ya sendy dan alleta berciuman. Sendy terus mencium bibir alleta dengan lembut, alleta yang awalnya kaget pun terbawa suasana. sendy sangat lembut mencium alleta, perlahan ia memegang pipi alleta, dan alleta pun melingkarkan kedua tanganya ke pundak sendy. Mereka terus berciuman, sampai akhirnyaterhenti karena mereka mencium bau gosong dari makanan yang sendy buat. Alleta dan sendy pun saling memandang, dan tertawa bersama.


"Hahahhaha" suara tawa mereka terdengar ceria.


"Kamu sih." ucap alleta sambil mematikan kompor.


"Hehehe kamu sih, aku bilang duduk malah ga nurut."


"Yee nyalahin aku."


"Heheh iya iya aku yang salah, yahhh gimana dong makanannya malah gosong. ayok." ucap sendy sambil  menuntun alleta.


"Eh mau kemana mas?" tanya alleta.

__ADS_1


"Kita pergi sarapan diluar." ucap sendy dengan semangat. Alleta pun mengikutinya. Dan mereka memutuskan untuk sarapan diluar.Sampai kemarin malam, susana hati sendy sangat gelisah, namun pagi ini suasana hatinya berubah menjadi sangat baik. Alleta, si gadis mungil in mampu membolak-balikan hati nya.


__ADS_2