
Malam hari
Tring ... suara notifikasi handphone alleta
-No tidak kenal -
"Ayo bicara, aku tunggu dibawah" -aditya-
"Mas adit? darimana dia tau tempat ku tinggal? mudah sekali baginya menemukanku?" batinnya
Tringgg ..
"Kamu udah baca, tapi kenapa kamu ga bales pesen ku ?"
Tringgg ..
"Tuh, kamu baca lagi"
Pesan beruntun dari aditya membuat alleta tersenyum heran "Kamu masih ngga berubah mas" batinnya
"Iya, aku turun" jawab alleta singkat
Aditya sudah menunggu alleta di samping mobilnya
Alleta berjalan mendekati aditya sambil tersenyum " kau menemukanku" ucap nya
"Aku bahkan akan menangkap mu lagi" jawab aditya
Alleta hanya tersenyum mendengar kalimat aditya lalu ikut bersandar di saming mobil aditya, mereka berdiri bersampingan.
"Masuklah" ucap aditya lembut
Alleta hanya tersenyum "pria ini tadi siang dia sangat menyeramkan, malam ini dia kembali seperti aditya yang aku kenal" batinnya
Mereka berdua pun masuk kedalam mobil.
Aditya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang "Kita mau kemana mas?" tanya alleta.
__ADS_1
"Nanti kamu juga tau" jawab aditya lembut
"Oke" ucap alleta lalu kembali memeriksa handphone nya.
Tibalah di temapat tujuan aditya. Aditya membawa alleta ke cafe tempat ia dan aleta dulu berkencan.
"Cafe ini?" gumam alleta
Aditya hanya mengangguk, "Yuk masuk " ajaknya.
Mereka duduk bersama sambil meminum kopi, suasana sedikit agak canggung saat itu.
"Maaf" ucap aditya pelan
"Untuk?" tanya alleta.
"Tadi siang, sikap ku sangat buruk padamu". ucap aditya
Alleta tersenyum "Ngga apa-apa mas, itu sangat wajar, kamu kan klien aku" jawab alleta
Alleta tersenyum tanpa menjawab
"3 tahun lalu, aku datengin dimas al, aku minta maaf sama dia, dia udah jelasin semuanya, maaf, aku udah salah faham dan bertindak sesuka ku"
Alleta kembali tersenyum tanpa mejawab.
"Kenapa kamu ga coba jelasin juga sama aku dulu, dan malah milih buat langsung tinggalin aku?" tanya nya ragu.
"Apa kamu pernah kasih aku kesempatan buat ngomong waktu itu, kamu selalu ikutin amarah kamu, gak ada gunanya aku membela diri." jawab nya santai.
"Tapi kenapa kamu langsung pergi ninggalin aku ?aku menderita al" ucap aditya sambil menunduk
"Bukan cuma kamu yang menderita, aku juga sama, tapi aku fikir ini yang terbaik buat kita, kita ga cocok mas" jawab alleta
"Ga cocok? apa yang bikin kamu berfikir kita ga cocok?"
"Semua, sifat kita, latar belakang kita, kehidupan kita, kita berdua beda, kehidupan ku pasti akan banyak di kelilingi banyak orang, aku takut kedepannya hal yang menimpa dimas terjadi sama orang lain. aku butuh bersosialisasi dengan orang lain, dan kalau aku terus sama kamu, aku takut kebebasan ku akan hilang, kuliah, karir dan semuanya, aku memegang banyak tanggung jawab besar di depan, aku ngga bisa kalau aku harus hidup dengan banyak ketakutan, aku takut kalo nanti aku bekerja kamu mungkin akan kembali salah faham, dan kembali melakukan itu, lagi pula aku merasa tidak pantas kamu perlakukan seperti itu, mulai sekarang baiknya kita jalanin aja kehidupan kita masing-massing, aku dengan kehidupanku, dan kamu sama kehidupan kamu, kita masih bisa menjadi teman mas, kaya dulu, mungkin kalau kita berteman, hubungan kita bakal jauh lebih baik. itu yang aku fikirkan. Dan yang paling aku khawatirin, kamu udah mulai masuk perusahaan papa mu, aku gamau ngerusak karir kamu, aku takut nanti malah membuat mu tngga bisa kerja di kantor papa dengan baik, dan menurutku pergi adalah keputusan yang paling benar." jawab alleta lembut dan hati-hati.
__ADS_1
Aditya tersenyum lemas "gimana kalau aku ga mau berteman?"
"Itu pilihan kamu"
"Adit mau kita balikan al"
"Kita coba berteman aja dulu mas, bisa kok, kita belum coba aja."
"Aku gabisa."
"Kita coba aja dulu" ucap alleta meyakinkan aditya
"Apa karena sendy?" tanya nya tiba-tiba
"Hahaha" alleta tertawa kesal, "Belum 1 menit kita bahas ini, kenapa ada nama pak sendy ada di pembahasan kita?" tanya alleta
"Jawab aja, apa karena sendy kamu nolak aku?"
"Mas, pak sendy itu bos aku, dia bos di perusahaan aku bekerja, tolonglah mas, ini nih maksud jawaban aku tadi,, kamu selalu membuat kesimpulan sendiri, cape aku mas" ucap alleta dengan penuh penekanan.
"Bukan gitu maksud aku al, ...."
"Udah mas, aku mau pulang, aku ngantuk, aku cape, besok aku harus kerja" ucapnya sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Tunggu dulu, kita belum selesai al,"ucap aditya menahan lengan alleta
"Kamu anterin aku atau aku pulang jalan kaki?"
Aditya membuang nafas kasar "Baiklah, kita pulang, puas?" ucap aditya yang menuruti permintaan alleta.
Mereka pun masuk kedalam mobil, alleta mengalihkan pandangan nya keluar jendela, tanpa berkata apa-apa, begitu pula aditya yang masih tidak bicara sepatah katapun.
Sampailah di parkiran apartemen alleta. Alleta membuka pintu mobil tetapi kembali ditahan oleh aditya "Al, aku ga mau cuma temenan" ucapnya lemas
"Aku cape mas, aku mau istirahat, kamu hati-hati di jalan" jawabnya lalu keluar dari mobil aditya.
Aditya memandangi punggung alleta yang semakin lama semakin menjauh "Aku bakal terus ngejar kamu sampai kamu mau maafin dan balik sama aku alleta" gumanya lalu pergi.
__ADS_1