
Sudah tiga hari berlalu, alleta sudah lebih ceria di desa menikmati pemandangan, pergi berkebun bersama ibu dan makan masakan bunda, bunda tengah sibuk memasak, dan alleta hanya duduk manis menunggu hidangan nya datang.
"Silahkan tuan putri bunda" ucap bunda sambil meletakan sop iga kesukaan alleta.
"Wahhhh, makasih bunda, aku makan yah." ucapnya dan langsung menyantap makanan nya.
bunda hanya memperhatikan alleta sambil tersenyum sambil menopang dagunya.
"Hmmm, bun, bunda ga nanya kenapa aku pulang?" tanya alleta.
"Tidak, kenapa bunda harus bertanya, kalau kamu mau kamu pasti sudah menceritakannya. kalau kamu belum cerita artinya kamu masih belum mau cerita kan?" ucap bunda.
"Hehe bunda emang paling ngerti aku banget, cuma bunda yang bisa ngerti aku. huhu" ucap alleta.
"Bunda ngga tau masalah kamu kali ini apa, tapi bunda yakin, kamu pasti bisa ngatasin nya.dan kamu tau apa yang terbaik buat kamu" ucap bunda. Alleta tersenyum sambil memeluk bunda.
"Bude ... ada tamu nih dari jakarta bude" Seru seseorang diuar.
Alleta langsung terperanjat "Mas Adit?" ucapnya sambil berlari ke luar
Betapa kaget nya alleta, ternyata dua pria yang ia hindari kini ada di hadapannya.
Sendy yang terlihat tenang, sedangkan aditya yang sedang sibuk dengan lumpur disepatunya. Pandnagan aditya langsung menuju kearah alleta. Selama beberapa saat mereka bertiga mematung dan saling memandang satu sama lain,
Dalam hati alleta ingin rasanya ia memeluk aditya namun itu tidak bisa ia lakukan, karena sendy ada tepat disamping aditya.
Dari kejauhan bunda seperti memberikan kode pada pakde akung untuk pergi meninggalkan mereka bertiga.
Sendy memulai percakapan. "Lama ga ketemu alleta" ucapnya lembut.
Alleta nampak bingung untuk menjawab.
"Kenapa jauh banget sih kamu kabur?" ucap aditya dengan nada khas nya.
Mendengar aditya mengomel malah membuat alleta tersenyum.
__ADS_1
"Cih dasar." ucap nya sambil tersenyum
Aditya menghampiri alleta, dan tiba-tiba memeluknya. "Jangan pergi jauh dari adit, adit ngga bisa jauh dari kamu." ucap nya lembut
Alleta diam tanpa menjawab, karena ia bingung dengan situasi yang baru saja terjadi, namun ia masih berada dalam pelukan aditya.
"Mas adit" ucap nya pelan, Aditya tidak menjawab dan masih tetap memeluk alleta.
"Ah kalian membuat ku kesal," ucap sendy dengan santai.
Alleta dibuat semakin bingung dengan sikap sendy. Sendy tersenyum.
"Jangan bingung, dan jangan berpelukan di depanku, aku cemburu." ucap sendy.
Alleta kembali menunduk dan diam. "Hahahah jangan di tekuk lagi dong mukanya." Aditya langsung merangkul alleta langsung menghindari aditya, menghindari aditya memelukya kembali, namun sendy malah mendorong lembut alleta kearah aditya.
"Diam disampingnya, kamu nampak bahagia" ucap sendy.
"Mas sendy?"...
Alleta kini duduk berdua dengan alleta, seolah melihat kebingungan alleta sendy yang akhirnya kembali memulai pembicaraan.
"Jangan bingung, aku udah memikirkan ini dengan matang, dengan semua pertimbangan berat, seberat beratnya, aku benar-benar akhirnya mau lepasin kamu sama orang gila itu, kamu bisa lebih bahagia sama aditya. Aku datengin aditya ke kantornya, dia lebih tertekan dari pada aku, kami bicara dari hati ke hati loh." ucap nya sedikit mendramatisir. "Kembali sama aditya al, aku yakin kamu juga bakal lebih bahagia." ucap sendy.
"Kenapa kamu mikirin mas aditya? gimana sama perasaan kamu sendiri?" tanya nya
"Aku? aku sedih tapi aku ga mau maksain kamu tetep disamping aku, kecuali sebagai pathner." ucapnya.
"Mas Sendy???" ucap nya lirih.
"Ah, jangan pasang wajah seperti itu, aku jangan buat aku menarik kata-kata ku" ucapnya sambil menutup matanya.
Alleta tersenyum lalau memeluk sendy, "Makasih mas sendy." ucapnya dengan anda tulus. Sendy hanya tersenyum dan diam.Ia melepaskan pelukan alleta.
"Peluk dia.." ucap nya sambil menunjuk kearah aditya yang tengah sibuk menepuk nyamuk seperti anak kecil.
__ADS_1
Alleta tersenyum lalu lari menghampiri aditya, dan memeluknya. aditya tersenyum lalu menepuk kepala alleta dengan lembut.
"Sayang nya aku" ucapnya. alleta pun tersenyum sambil menanggah kearah aditya dan tersenyum.
"Adit jaga dia baik-baik, jangan sampe ntar gue ambil lagi." ucap sendy
"Eits enak aja, gue bakal jaga baik-baik alleta, bikin balik nya aja susah." ucap aitya sambil mengelus kepala alleta.
"Cihh dasar." ucap alleta sambil memukul lembut dada aditya.
Mereka pun masuk ke dalam rumah. dan alleta memutuskan untuk mau ikut bersama aditya dan sendy kembali ke jakarta. tanpa di duga aditya meminta izin pada bunda,
"Bunda di kesempatan ini, aditya mau minta izin sama bunda buat ngelamar alleta. adit harap bunda bisa kasih restu bunda." ucap aditya sambil menggenggam tangan alleta. Alleta cukup kaget mendengar nya.
"Mas adit, kamu lagi ngapain?" batinnya.
"Nak adit, bunda sebagai orang tua hanya bisa emberikan doa dan restu, tapi ada baiknya nak adit sebelum minta izin sama bunda, nak adit tanya alleta dulu, liat, anak bunda keliatan bingung tuh." ucap bunda.
"Heheh tenang aja bunda, kalau dia mah dah pasti mau." ucap aditya.
"Cih siapa yang bilang mau?" ucapnya
"Bener yah?"
"Hahaha ngga, ngga"jawab alleta.
Tawa pun pecah di rumah itu, akhirnya mereka bertiga pergi ke jakarta.
Aditya mengantar sendy sampai ke depan rumah nya, ia turun mengantarkan sendy sampai kedepan pintunya.
"Hmmmm, thank you send." ucap aditya dengan nada sedikit gengsi.
Sendy tersenyum, "jaga dia baik-baik kalau lo nyakitin dia lagi, jangan salahin gue kalau dia ntar gue ambil lagi." ucap nya sambil tersenyum
"Cihh.. jangan terlalu berharap." ucap aditya. dan mereka pun tertawa lalu aditya memeluk sendy dengan gentle dan berterimakasih.
__ADS_1