
Di apartement
Alleta masuk dmasih dengan perasaan kesal,dan langsung menjatuhkan tubuh nya ke sofa.
"Aditya jahat hiks hiks" Tiba tiba air mata nya jatuh.
"Tapi, mereka cuma pegangan tangan alleta, engga- engga tari yang megang, adit ga pegang dia ko, iya bener, aditya ga salah, salah adit cuma satu dia ga ngabarin, selebih nya tari yang salah, tapi kenpa mas adit ga ngomong? tapi tari ga salah juga, dia sakit, tapi aditya ga seharusnya masih perhatian kaya gitu, " fikiran alleta 80% kacau* ...
ia memijat kepalanya yang terasa berat, lalu mengambil undangan dari witta, memandang dalam undangan untuk nya dan aditya.
*Berfikir kerassss
"Apa aku harus ajak adit? Ahh terserah lah" ucapnya kesal sambil mengusap kasar wajahnya
Alleta terbaring lalu menyilangkan kedua tangan dan menepuk nepuk lembut kedua bahunya.
"Baik alleta, di saat kamu sedang kesal, ingatlah bahwa tidur adalah investasi terbaik untuk energi yang kamu butuhkan untuk menghadapi hari esok" batinnya pada diri sendiri,
__ADS_1
Kalimat itu seakan menjadi mantera terbaik untuk tubuh nya, dalam kurun waktu 5 menit alleta sudah tertidur lelap.
Dan sekarang giliran aditya yang frustasi memikirkan alleta yang sudah lebih dari 3 jam tidak bisa ia hubungi.
Aditya sangat frustasi karna alleta sama sekali tidak menghubunginya dan memutuskan untuk mendatangi alleta ke apart nya.
"Hazel, kau jaga tari, kau tidak boleh pulang sampai dia benar bener sembuh, aku tidak mau lagi di ganggu oleh nya, kau cari-cari saja alasan agar dia tidak menghubungi ku, mengerti ? "
"Baik tuan muda"
"Bahkan saya tidak mau tau anda akan pergi kemana tuan muda" batin hazel
"Iya tuan muda"
"Oia satu lagi apa yang harus aku bawa bila pacarku marah?" tanya aditya polos
"Berdasarkan yang anda ceritakan, sepertinya anda cukup membawa kata maaf saja tuan muda,"
__ADS_1
"Benar, aku hanya harus melakukan itu saja dan mempersiapkan kaki ku saja untuk dia tendang, haha kamu sangat pintar hazel, " ucapnya dengan nada senang lalu pergi.
"Seandainya aku bisa melakukan hal yang bisa nona alleta lakukan aku ingin sekali menendang mu tuan muda, tapi aku tidak bisa" batinnya sambil menahan tawa.
Sampai di depan pintu apart alleta aditya tidak langsung masuk seperti biasa nya
"Kalau aku masuk sekarang dia masih ngamuk ga yah? ahh sudahlah aditya terimakan saja, apapun alasannya kau memang salah, terima lah hukumanmu, berikan satu kaki mu untuk dia tendang, setelah itu meminta maaf lah lagi dengan manis" batin aditya kemudian dia mengangguk-nganggukan kepala nya sendiri, namun saat akan memencet kode pintunya, aditya kembali tertahan dan brfikir kembali, "Apa benar, dia hanya akan mengamuk sebentar saja" gumamnya. sebelum masuk dia mengusap ngusap kaki nya "berkorban lah sedikit untuk kesalahan ku hari ini"ucap nya sambil mengelus kaki nya.
Aditya pun menekan tombol pin pintu perlahan, mendongkakan dulu bagian kepala nya "Kemana dia, kenapa sepi sekali ? batinnya, lalu ia masuk,
Pemandangan dan situasi yang sangat jauh dari expetasi nya, sebelum nya dia membayangkan bahwa alleta akan sangat marah, tetapi yang ia lihat malah pacar tersayang nya itu sedang terlelap dengan posisi tidur yang sangat jauh dari kata anggun, satu kaki yang jatuh ke bawah sofa, tidur dengan mulut yang sedikit terbuka, dan kaos kaki yang masih melekat di kaki nya.
Aditya tersenyum melihat nya "Apa yang sudah ia lakukan padaku, gadis kecil ini benar-benar membuat ku gila, lihat dirinya bahkan dia tidak mengganti bajunya sebelum tidur. Batinnya sambil tersenyum.
Aditya mengeluarkan ponselnnya lalu memotret alleta, ia masuk ke kamar alleta membawakan selimut untuk alleta, aditya melepaskan kaos kaki yang masih di pakai alleta, dan membetulkan posisi tidur alleta. aditya menyelimuti alleta lalu berjongkok tepat di depan wajah alleta
"Maaf" bisik nya. lalu mencium kening alleta dan pergi.
__ADS_1