
Sudah sampai di mobil masing-masing, tapi aditya terlihat gelisah, pandangan nya terus tertuju pada mobil sendy yang membawa alleta, namira melihat dengan jelas rasa penasaran yang terpampang di wajah aditya.
"Kamu mau masuk mobil itu yah?" tanya namira.
Aditya langsung gelagapan mendengar pertanyaan namira yang bisa langsung mmbaca fikirannya. "Ah, ngga, aku cuma lupa tanya kita mau makan dimana, itu aja." jawab aditya canggung
"Hufft.... " namira membuang nafas kasar, lalu membuka pintu mobil dan keluar.
"Hei, kau mau kemana?" tanya aditya yang segera menyusul namira keluar.
Mobil sendy dan alleta sudah melaju, dan terhenti tepat di depan mobil aditya.
"Kenapa ?" tanya sendy dari setelah membuka kaca jendelanya.
"Rasanya ngga enak kalau kita pergi terpisah, gimana kalau kami berdua ikut mobilmu?" tanya namira.
Aditya menarik lengan baju namira, "Apa-apaan kau ini?" bisik nya, namun namira hanya mendelik tanpa menjawab.
"Boleh, itu lebih baik, ayok naik aja" jawab sendy, dan alleta pun tersenyum.
Akhirnya aditya dan namira pun naik ke mobil yang sama.
"Lebih seru ramean yah mbak nira?" ucap alleta mencoba basa-basi.
"Iya mba letta" jawab namira sambil tersenyum. Dan alleta pun fokus lagi memandang kedepan tanpa memperdulikan aditya.
"Cih, basa-basi nya sangat buruk." batin aditya
"Mbak namira lagi ngga diet kan ? atau mbak namira ingin makan sesuatu?" tanya sendy.
"Oh ngga kok, aku bisa makan apa aja, kecuali daging, aku lagi ngga makan daging." jawabnya
Alleta menahan tawanya "Kau bilang tidak masalah" batinnya, sendy seakan sudah satu frekuensi, ia hanya melirik dan sedikit tapi ia langsung mengerti.
__ADS_1
"Kita kan mau makan sama-sama, kau jangan rewel." ucap aditya ketus
"Ih." ucap namira
"Heehehe ga apa-apa ko mbak mira, jadi mau makan apa?" tanya alleta.
"Aku salad aja sih, jadi kita bisa datang ke tempat manapun yang ada menu salad nya." jawab namira
"Kau ini kambing?" tanya aditya.
"Hahah baiklah" ucap sendy.
"Alleta, kau benar-benar tidak menghiraukan ku?" batin aditya sambil terus memandang alleta dari belakang.
Seperti biasa, alleta sibuk membaca novel di handphonenya, sendy sedikit melirik nya "Apa yang lagi kamu baca?" tanya nya.
"Hah? oh ini, aku cuma lagi baca novel aja pak, kenapa? " tanya alleta
"Kamu suka baca novel?" tanya sendy
"Simpan handphone mu, jangan terus membaca, kau lelah, sandarkan saja kursi mu, lalau tidur" ucap aditya sambil mengatur kursi alleta.
Alleta langsung menahan tangan aditya, "Pak aditya, maaf biar saya aja, lagi pula saya sedang ingin membaca ucap aleta canggung. Suasana jadi canggung, alleta tidak merasa enak pada namira dan sendy. Aditya pun melepaskan tangan nya lalu melipat kedua tangannya ke dadanya. Dan alleta pun meletakan handphonenya di tas.
Semua orang didalam mobil menjadi canggung. "Kenapa sih dia harus melakukan itu, merusak suasana saja" batin alleta.
"Pasti kamu marah, maaf aku ngga bisa tahan buat ga peduli sama kamu al." batin aditya.
Sampailah di restoran.
"Kring .. kring ... "
Suara notifikasi panggilan dari handphone sendy. "Nenek". Sendy memberikan kode untuk alleta dan yang lainnya untuk masuk lebih dulu. Dengan penuh perhatian alleta menghampiri sendy lalu mengambilkan laptop yang ada di tangan nya. Sendy pun tersenyum melihat perhatian alleta. Aditya cemburu melihat alleta yang perhatian terhadap sendy, ia pun ingin membalas dengan cara menggenggam tangan namira. Namira nampak kaget dengan sikap aditya yang tiba-tiba, walaupun ia tau aditya melakukannya hanya untuk membuat alleta cemburu. Alleta melihat aditya menggenggam tangan namira. hatinya sedih namun ia tersenyum seolah tidak peduli.
__ADS_1
Mereka sudah masuk dan duduk. Aditya duduk di samping namira, dan alleta duduk tepat di depan aditya. Tidak lama sendy pun datang, kini giliran handphone alleta yang berdering
"Barra"
Tanpa berfikir panjang alleta langsung mengangkat nya.
"Hmmm"
"Dimana lo?" tanya barra dari seberang.
"Makan" jawab nya singkat.
"Siapa yang menelfon nya?" batin aditya.
Diam-diam dengan penuh perhatian sendy mengambilkan beberapa lauk untuk alleta, alleta tersenyum yang masih sibuk dengan telepon dan makanannya.
"Oke bar, besok yah." ucap alleta lalu menutup telfonnya.
"Barra?" tanya sendy.
"Iya, hehe" jawabnya singkat sambil tersenyum.
"Kenapa mereka terlihat akrab?" batin aditya.
"Pak, tadi aku langsung pesenin ini, kamu ga masalah kan pak?" tanya alleta.
"Ga apa-apa, aku suka ko." jawab sendy.
Perhatian sendy beralih ke arah aditya dan namira, "Kalian pacaran?" tanya sendy.
"Hihihi, iya, mas aditya kemarin nembak aku" hihi jawab nya sambil menggenggam tangan aditya.
"Oia? selamat ya." jawab alleta
__ADS_1
"Wah, bagus sekali. akhirnya si adit luluh ya mbak mira?" ucap sendy.
"hihihi" namira tersenyum.