
Alleta memutuskan untuk pergi kerumah sakit menggunakan taxi, sepanjang perjalan alleta terus menangis sambil memegang tangan farrel, rasa bersalah, rasa kesal dan marah bercampur menjadi satu, tiba dirumah sakit farrel dilarikan ke UGD, alleta terus menemani farrel.
Handphone alleta terus berbunyi, tanda panggilan masuk dari aditya yang muncul tanpa henti, bukan diangkat, alleta lebih memilih untuk mematikan handphonenya.
alleta terus menemani farrel yang masih berbaring, air matanya terus mengalir tanpa henti melihat keadaan farrel yang babak belur karena ulah aditya.
Aditya tiba dikantor, penampilannya sedikit berantakan, dia berjalan dengan penuh marah, pandangan nya seolah mematikan, aditya tampak sangat marah saat ini sampai membuat seisi perusahaan gaduh karena penampilan nya cukup berantakan. Tiba di ruangannya, aditya langsung membanting handphonenya dengan kasar lalu menyisir bersih setiap barang yang ada di meja nya dengan marah. Suasana sangat kacau, riuh gemuruh para karyawan lain yang mulai bergosip mendengar kekacauan yang terjjadi, termasuk hazzel, hazzel adalah orang yang paling tertekan dalam situasi ini.,.
"KAU LIHAT KAN ? ALLETA MALAH PERGI BERSAMA SI BRENGSEK FARREL ! DAN SEKARANG HANDPHONENYA MATI ! APA YANG MEREKA LAKUKAN ? MEREKA BERSELINGKUH, DAN ALLETA LEBIH MEMILIH PRIA BUSUK ITU DARI PADA GUE !!!SIAL !!!" ucap aditya sambil membanting pintu dan masuk kedalam ruangan pribadi di ruangannya. Aditya menjatuhkan tubuhnya ke ranjang yang ada di ruangan pribadinya. Fikirannya sangat kacau saat itu. setelah beberapa saat tidak bersuara, hazzel pun keluar dari ruangan aditya.
"Pak hazzel, apa yang terjadi?" tanya amanda dan beberapa karyawan di perusahaan.
Hazzel membuang nafas kasar, "Kembali lah bekerja, ini bukan urusan kalian" ucapnya sambil pergi dan memijat-mijat kepalanya sendiri
"Apa yang terjadi dengan nya, kenapa ia terlihat sangat marah?" batin amanda penasaran
Hazzel pun memnaggil OB dan memerintahkan untuk membersihkan ruangan aditya.
Dirumah sakit,
Farrel bangun, ia tersenyum melihat alleta yang tertidur sambil memegang tangannya.
"Alleta"ucapnya pelan sambil tersenyum, farrel mengusap lembut kepala alleta dan membuat alleta terbangun
"Kak," ucapnya pelan dan kembali menangis.
"Jangan nangis, aku ga apa-apa" ucap farrel sambil mengusap air mata alleta.
Alleta menundukan kepalanya, "Maaf" ucapnya lirih
"Hei, jangan minta maaf, kamu ga salah" ucap farrel sambil mencoba memperbaiki posisi duduknya.
"Gara-gara aku kamu di pukul adit, maafin aku ka" tangis nya kembali pecah,
"Ngga gitu al......"
Wita tiba-tiba datang, "farrel ! lo gak apa-apa?" tanya nya khawatir sambil memegang wajah sepupu kesayangannya.
"Pelan- pelan witta" ucap farrel
pandangan wita teralih kearah alleta, pandangannya tidak seperti biasa, pandangan wita sangat menyeramkan, wita menarik lengan alleta dengan kasar,"ikut gue!"ucapnya
Farrel terlihat kaget melihat witta menarik alleta "Wit.. awwww "ucap farrel ingin menghentikan wita
Witta membawa alleta ke tangga emergency, dan mebhempaskan lengan alleta dengan kasar.
__ADS_1
"PUAS LO ?!!!!" ucap witta marah.
"Wit, ngga gitu". ucap alleta lirih
"Alleta, lo tau kan farrel suka sama lo? aditya juga tau kan?seharusnya lo bisa jaga sikap lo ! lo jangan dong kasih harapan sama sepupu gue ! liat sekareang, liat farrel dipukulin udah kaya hampir mati ! apa penjelasan lo ?!!!" tanya witta dengan penuh marah
"Maaf wit, gue gatau bakal kaya gini, maaf". ucap alleta merasa bersalah
//Hufftttt// witta membuang nafas kasar, kemudian memegang kasar kepala nya sambil mondar mandir "jauhin sepupu gue ! gue minta tolong sama lo kali ini, tolong jauhin farrel, kita ga bisa menjamin kejadian kaya gini ga bakal terjadi lagi, apa permintaan gue berat ?"
Alleta menggelengkan kepalanya, "Ngga gitu witta, ini cuma kesalah fahaman," ucap alleta
"Ini udah jadi kesekian kalinya aditya pukul farrel. gue takut. farrel ga bisa berhenti sayang sama lo, jadi tolong, lo aja yang jauhin dia." bisa kan?" ucapnya kembali melunak.
"Wit..." lirih alleta
"Tolong ya alleta, lo langsung balik aja. gue gamau pacar lo bikin keributan juga disini". ucap witta lalu keluar dari tangga emergency dan kembali ke ruangan farrel.
"Alleta mana wit? "tanya farrel
"Tadi dia pamit pulang, salam katanya" jawab witta mencoba menghindari pertanyaan farrel
a mungkin, pasti witta ngomong sesuatu ke alleta" batin farrel
Aditya hendak mentelfon alleta, tapi dia baru ingat kalau handphonenya telah rusak. aditya keluar dari ruang pribadinya, dan duduk di meja kerjanya, lalu menekan tombol nomer alleta, dan handphone nya masih tidak aktif, "aditya mengusap wajahnya " no nya masih belum aktif, dia lagi dimana ya? apa gue udah keterlaluan sama dia? "batinnya mulai gusar.
"Sebaiknya gue ke apart" batinnya lalu pergi
Alleta sudah ada di apart, alleta duduk di sisi tempat tidurnya dan masih menagis, alleta merasa sangat bersalah dan sangat marah dengan kelakuan aditya, alleta memutuskan untuk membereskan barang-barangnya, dan kembali duduk di sudut kasurnya sambil mengelap air matanya.
Aditya tiba di apart alleta, aditya sudah sampai di depan pintu, namun aditya ragu untuk masuk, saat aditya hendak memutuskan untuk masuk, alleta terlebih dahulu membuka pintunya.
Kaget dibuatnya, "Alleta" ucapnya ucapnya lalu melirik sebuah koper di belakang tubuh alleta.
Alleta keluar dengan kopernya, alleta hanya diam beberapa saat, lalu memberikan sebuah kunci pada aditya,
"Ambil ini, terimakasih untuk tumpangannya" ucapnya.
"Kamu mau ke tempat cowok itu? , masuk dulu kita mesti ngomong" ucapnya sambil mencoba menarik tangan alleta,alleta kembali menahan tangan aditya, "Mau ngomong apa lagi adit?" ucapnya datar
"Adit? ucap aditya sambil memandang heran wajah alleta
"Kita harus ngomong, aditya kembali menarik tangan alleta sedikit kasar, Mereka pun masuk kembali kedalam apart, "Mau kemana kamu malam-malam gini? kenapa handphone kamu mati ? kamu barengan terus kan sama si farrel hari ini ? kamu bilang sama aku mau pergi sama temen-temen kamu, terus kenyataan ya kamu malah ketangkap basah sama aku, kurang apa aku sama kamu alleta?"nadanya kembali meninggi.
Alleta masih tetap diam, "kenapa diem? sadar kamu, kamu salah?" ucap aditya.
__ADS_1
Alleta masih tetap diam, "oh jadi sekarang udah gamau jawab aku? ga ngerasa salah kamu? kamu ngga akan minta maaf sama aku?!"JAWAB !!!" aditya kembali memanas sambil memegang kedua lengan alleta dengan kasar,
"KITA PUTUS !" ucap alleta dengan wajah datar.
Aditya tiba-tiba terdiam, perlahan melepaskan tangannnya di lengan alleta.
"Apa?"ucapnya pelan, sambil tersenyum hambar
Alleta berbalik, lalu mengambil kembali kopernya.dan berjalan perlahan keluar.
Aditya terdiam beberapa saat, kemudian kembali menghampiri alleta, aditya berdiri meghadang jalan alleta. alleta hanya menunduk dan diam.
Aditya memegang tangan alleta tanpa bicara,
"Apalagi dit?" tanya nya pelan menahan air matanya,
Aditya menggelengkan kepalanya, "Ngga al, ngga, kamu lagi marah aja kan ? kamu ga serius? adit yang salah, adit minta maaf, adit yang salah, tarik ucapan kamu yah"ucap aditya yang mulai panik
Alleta melepaskan pelukan aditya,dengan menahan tangis nya, "Ngga bisa adit, aku ga bisa bareng sama orang yang ga pernah percaya sama aku" maaf" ucapnya,
Aditya kembali memohon,"aku salah, aku minta maaf al"
"Kamu ga salah sama aku, jangan minta maaf sama aku, minta maaf sama farrel dit, bukan aku".
"Iya, aku bakal minta maaf sama farrel, aku janji, tapi kamu janji, tarik ucapan kamu yang barusan" ucap aditya panik
alleta tidak bisa menahan tangisnya, sambil menggelengkan kepalanya,
"Aku gabisa sama kamu yang kaya gini, yang tempramen, yang ga pernah mau denger penjelasan, yang ngga pernah mau bertanya, apa salah aku makan sama farrel dit? aku ga lakuin hal yang aneh, aku tau batesan aku, aku tau aku punya kamu, dan farrel pun tau, dimana masalahnya? dan kamu tiba-tiba ukulin farrel di tempat umum, farrel luka parah, gara-gara siapa ? aku dit ? gara-gara rasa cemburu kamu yang berlebihan, ini bukan kali pertama kamu kaya gitu, ini udah kesekian kalinya, kamu ga mikirin rasa bersalah aku? kita ga bisa bareng lagi. aku bawa pengaruh buruk buat kamu. aku gamau kamu kamu semakin menjadi-jadi. aku gamau masalah seperti ini terus terjadi"ucapnya smabil menutup wajahnya menahan tangis
"Adit salah,, adit berubah, adit janji."
"Sebaiknya kita instrokpeksi diri kita masing-masing dulu, bukan cuma kamu, tapi aku juga harus coba perbaiki diri aku sendiri. Adakala nya kita harus berhenti adit,aku udah capek sama cemburu kamu. aku gamau kamu terlibat lagi sama pertengkaran kaya tadi". ucap alleta
"aku ngga mau," ucap aditya pelan
"Aku fikir ini yang terbaik, aku pergi, jaga diri kamu."
Aditya kembali memeluk alleta, dan mencium nya dengan paksa, "Kamu masih sayang sama aku, kamu masih rasain perasaan yang sama kan? " ucap aditya kemudian menarik kerah kemeja alleta. "Kamu masih rasain hal yang sama kan?" suara aditya semakin melemah.
Alleta mendorong aditya, mengelap kasar bibirnya, "Ini juga salah satu alasan aku buat kita putus, kamu selalu memaksakan kehendak kamu ! aku benci kamu aditya!"
"Aku benci kamu aditya!"
Kali ini alleta benar-benar pergi.
__ADS_1