
Ting tong ...
Suara bel di pagi hari membangun kan alleta yang telah begadang semalaman membuat sketsa untuk lombanya, dengan langkah berat alleta membuka pintu apartemennya. pintu pun di buka, "surprise .. "ucap aditya sambil mengangkat sarapan pagi yang khusus ia bawa untuk pacarnya, dengan mata berat alleta mencoba melihat aditya, rambut yang masih berantakan, wajah polos dan piyama pendek nya membuat alleta sangat menggemaskan dimata aditya.
Alleta tersenyum dengan wajah yang masih sangat mengantuk, "Aku ngantuk", ucap alleta memanyunkan mulutnya kemudian memeluk manja aditya,
"kasian". ucap aditya sambil memeluk alleta kemudian mengelus rambutnya, aditya menarik lembut alleta ke sofa, keadaan ruangan itu sangat lah kacau, banyak kertas dimana-mana , dan beberapa potongan bahan yang alleta gunting untuk sample nya, alleta tertidur di paha aditya, "Kamu begadang sampai jama berapa?" tanya aditya lembut,
"Aku baru tidur jam 6 pagi mas" jawabnya lirih karena masih merasa mengantuk, hingga akhirnya dia tertidur kembali di sofa, aditya hanya tersenyum melihat kelakuan kekasihnya itu, aditya membawakan bantal untuk alleta, setelah itu da membereskan ruangan itu kemudian menyimpan makanan yang telah ia bawa untuk alleta.
Hingga waktu menununjukan pukul 11.00 wib alleta pun terbangun, pemandangan yang ia lihat pertama kali adalah sosok aditya yang sedang menghangatkan sarapan yang telah ia beli tadi pagi untuk kekasihnya. alleta tersenyum melihat kekasihnya "Tampan sekali aditya hari ini" batinnya
Aditya yang sadar alleta telah terbangun melihat ke arah alleta sambil tersenyum "Kamu udah bangun?"
Alleta hanya mengangguk, kemudian menghampiri aditya dan duduk di meja makan sambil memperhatikan kekasihnya, "manis banget kamu masak buat aku" ucap alleta.
Aditya tersenyum "Cuma kamu loh yang bisa bikin aku masuk dapur, sana cuci muka kamu, kamu bau" ucap aditya
__ADS_1
"Cihh, enak aja" ucapnya kesal tapi terdengr menggemaskan, tetapi karena perkataan aditya dia langsung pergi ke toilet untuk mandi, beberapa saat alleta kembali dengan tubuh yang segar.
Aditya memberikan semangkuk sup untuk alleta, dan tanpa basa-basi alleta langsung melahapnya. mereka pun sarapan yang kesiangan bersama sambil berbincang.
"Kamu ga ke kampus?" tanya alleta
"Ngga, nanti siang aku mau ke kantor papa sebentar, kebetulan kantor nya deket sini jadi aku mampir dulu liat kamu". jawab aditya menjawab pertanyaan alleta namun tetap fokus dengan makanannnya.
"Oh ... " alleta hanya ber oh saja.
"rencana kamu hari ini apa?" tanya aditya, "mau ikut ke kantor papa ku?"
"Yahhh, kamu sibuk banget, oia al, kamu bisa nyetir ngga?" tanya aditya
alleta menganggukan kepalanya, "Kenapa?" tanya alleta
"Aku perlu beliin kamu mobil ga? tanya aditya cuek
__ADS_1
"Uhuk-uhuk" alleta tersedak mendengar kata-kata aditya, aditya dengan sigap mengambilkan segelas air putih untuk alleta. "Pelan-pelan makannya" ucapnya lembut.
Alleta minum, lalu menatap aditya, "Kamu ga akan sekalian beliin aku pesawat aja?" tanya nyasambil tertawa.
"Papa ku punya, kamu mau kemana? tanyanya polos. "Aku serius alleta, atau aku suruh supir aku aja yang temenin kamu hari ini gimana? aku ga bisa temenin kamu soalnya, pasti aku bakal lama di kantor papa". ucap aditya
"Mau kemana aku pake pesawat mas?" tanyanya kesal.
"Ga usah mas adit, aku bisa sendiri, dan please, kamu jangan berlebihan yah, please .." ucap alleta memohon
"oke, tapi kalau ada apa-apa kamu langsung telfon aku yah, jam berapa kamu pergi ke rumah bude okta?" tanya aditya
"Ini bentar lagi" ucap alleta sambil melihat jam tangannya
"Ya udah sekarang aja yuk aku anterin kamu dulu" ucap aditya
"Oke, aku beresin dulu barang barangku yah, bentar" ucap alleta dan aditya hanya mengangguk.
__ADS_1
Sampailah di halaman rumah bude okta ,"thank you, kamu hati-hati ya". ucap alleta sambil melepakan safetybelt nya.
"Kamu juga" ucap aditya mengelus lembut kepala alleta kemudian mencium keningnya. Alleta hanya membalas dengan senyuman dan sesegera mungkin bergegas keluar kemudian mereka sambil melambaikan tangan. Alleta melihat kepergian aditya, kemudian dia tersenyum geli sendiri, mengingat pria yang menurutnya sangat menyebalkan dulu sekarang jadi kekasihnya.