
Mereka pun berpisah ari restoran, alleta berjalan menujuhalte bus sendirian dan menunggu bus nya datang.
Alleta sedikit mengantuk, lalu tertidur dalam bus selama perjalanan."
"Assalamualaiakum," salam alleta begitu memasuki rumah.
"Waalaikum salam, bunda nita terlihat sedang duduk di ruang tamu, wajahnya terlihat sedikit tegang.alleta menghampiri bundanya sambil mencium punggung tangannya,
"Bunda kenapa belum tidur?" tanya nya sambil duduk sebelah bunda nya.
"Iya, bunda tidak bisa tidur nak, ucap bunda.
"Ada masalah apa? apa ada hal yang menggangu fikiran bunda?" tanya alleta sedikit khawatir.
Bundanya menatap mata alleta, "Nak, bunda mau bicara". ucap bunda sedikit tegang.
Alleta hanya menganggukan kepala, "satu bulan lalu paman mu di desa menelpon bunda, paman mengajak bunda membeli sawah disana, dan membuka usaha di desa, dengan penuh pertimbangan bunda mengiya kan saran pamanmu, dan bunda menjual rumah ini, kebetulamn pembelinya sudah datang tadi siang, dan merasa cocok dengan rumah kita tadi siang pemeblinya sudah membayar nya. dan besok lusa kita harus pindah". terang bunda.
Seperti tersambar petir , alleta sangat kaget di buatnya... "bunda, kenapa hal sebesar ini ngga bunda bicarakan dulu sama letta? ucap nya lemas. "rumah ini satu satunya warisan dari ayah, kenapa bunda harus menjualnya? tidak terasa air mata alleta mulai menetes.
"Bunda tau nak, ini keputusan yang sangat besar, tapi bunda berfikir, apa yang dikatakan paman mu itu benar, hasil penjualan rumah ini bisa bunda pakai untuk membeli rumah kecil didesa, membeli sawah dan membuka usaha disana, dan juga sisa nya bisa bunda simpan untuk biaya pendidikan mu disini. "jelas bundanya.
__ADS_1
"Disini ? maksud bunda? apa alleta harus tinggal sendirian disini ? alleta gamau bunda". ucapnya sabil memeluk tubuh bundanya dan terisak.
"Dengan sangat menyesal nak, kita tidak bisa hidup di jakarta hanya dengan pekerjaan bunda yang seperti ini, biaya sekolahmu harus bunda fikirkan, belum lagi biaya hidup kita sehari-hari, bunda sangat sedih melihatmu harus bekerja setiap hari, dan menurut bunda ini keputusan sangat tepat. kamu anak yang sangat cerdas, bunda tau pasti kamu mengerti". ucap bundanya lembut
"Tapi bunda, letta gamau tinggal sendirian", ucapnya lirih.
"Kamu bisa nak, anak bunda anak yang kuat, iya kan?" ucap bunda sambil menangis.
"Gamau, alleta mau ikut sama bunda"ucap alleta lirih, "kalau masalah nya adalah kehidupan kita sekarang, dan biaya sekolah alleta, alleta lebih baik berhenti kuliah saja bun, lalu alleta kerja aja bantu bunda, bagaimana?" ucap alleta penuh harap bunda nya meng iya kan.
Bunda melepaskan pelukan alleta, dengan nada kecewa bunda nya bilang, "ayahmu pasti sedih mendengar ini nak, cita cita ayahmu ingin kau menyelesaikan kuliah mu dengan baik dan mendapatkan pekerjaan yang baik pula, ayah mu pasti sangat sedih ayamu pasti sangat kecewa,sama seperti bunda yang kecewa dengan kata katamu". ucap bunda lemas
"Tidurlah, besok kita bicarakan lagi" ucap bunda lalu pergi ke kamar nya.
Keesokan pagi nya dengan penuh perasaan malas, alleta pergi ke kampus, bunda sudah tidak ada dirumah, bunda nya meninggalkan pesan di atas meja makannya, memberitahu kalau bundanya sedang pergi kepasar. Alleta hanya membuang nafas kasar, lalu pergi ke kampus, dia masuk kelas tanpa semangat. selesai kelas alleta pergi ke kantin mencari kedua temannya. alleta sudah menemukan kedua temannya yang sibuk berselfie, alleta langsung duduk lemas sambil meminum minuman milik metta." kebiassan ucap metta" inggit hanya tertawa,
"Kenapa lemes amat? abis di pecat yah?" tanya inggit polos. alleta mendelik kearah inggit, "sembarangan !!!! ucapnya.
Alleta hanya diam saja hari itu,
"Alleta" sapa seseorang, aleta menoleh dengan wajah malas.
__ADS_1
Dia hanya melongo lemas "hai ka"... sapa ya dengan sedikit senyum yang memaksakan.
"Ada apa? tumben banget, ko lemes? tanya farrel kemudian duduk sebelah alleta
"Ngga apa-apa" jawabnya singkat.
"Lemes dari mana? orang dia lagi galak!" ucap metta,
"Enak aja", ucap alleta lalu tiba tiba tertawa setelah melempar metta dengan tissue.
"Tuh kan". ucap metta kesal. akhirnya mereka tertawa.
"Syukurlah, mood nya udah kembali baik" batin farrel yang sebenarnya sudah memperhatikan alleta sejak alleta datang ke kampus.
"Oia letta, ko whatsapp ku ga kamu bales?" tanya farrel.
"Hah? jawab alleta bingung sambil memeriksa whatsapp nya, "oh kamu wa aku kak?" ucapnya
"Alleta mah keajaiban kalo dia periksa-periksa ponselnya kak" ucap metta.
/Cih/ ucap alleta sambil kembali melempar tisu pada metta.
__ADS_1
"Ahh elu" ucap metta agak kesal.
"Iya semalem, aku nungguin balesan kamu, aku khawatir, kemarin hujan deras kan, gimana kamu pulang kemaren?" tanya farrel.