
Pagi hari
Alleta membuka matanya perlahan, "Badan ku terasa tidak enak, kenapa udara hari ini sangat dingin yah ?" batinnya, dia menempelkan telapak tangan nya di dahinya, "*T*ernyata aku demam" . setelah mengumpulkan 70% dari nyawanya alleta menyadari kalau semalam aditya pasti datang, karena melihat selimut yang kini ia kenakan dan hanya tersemyum.
Alleta bangun menuju kitchen untuk mengambil segelas air, sambil mengecek handphonenya.
kring kring
"MAS ADITYA"
Sedikit tersenyum lalu mengangkatnya
"Pagi al, "
"Pagi"
Canggung*
"Hmmm semalem aku ke apart, kamu tidur" ucapnya sedikit canggung
"Iya aku tau, terimakasih yah"
"Iya sama-sama, hmmm kamu masih marah?" tanya nya ragu
"Hmmm apa yang harus aku jawab ? aku marah tapi aku kangen, ah sial ! aku paling benci perasaan seperti ini!!" batinnya menggerutu dan belum menjawab pertanyaan aditya.
__ADS_1
"Al?????"
"Hmmm iya mas, aku bohong kalau aku bilang aku udah ga marah, aku masih sedikit kesel aja."
"Maaf"
Alleta tidak menjawab, ia hanya tersenyum
"Kamu lagi apa?" tanya alleta mengalihkan obrolan
"Suara kamu kenapa? kamu sakit? aku lagi di perjalanan, tadinya aku mau ke apart, tapi aku harus ke kantor dulu, sore nanti aku jemput kamu yah, kita makan sama-sama"
"Ngga, aku cuma baru bangun aja, mas, nanti malem gabisa, aku di aj ......"
"Oh, gpp ko ga penting juga, kamu angkat aja, hati hati di jalan"
"Oke, aku tutup ya, i love u"
"Love you too" ucapnya lemas
"Yah, padahal aku mau mengajak nya pergi kesana*" batinnya sambil melihat ke arah undangan dari witta
Alleta berjalan ke arah sofa lalu duduk dan kembali memegang dahinya, "Gue bener-bener demam", sambil melihat ke arah jam dinding, "masih ada waktu buat gue minun obat dan tidur sebentar lagi" ia pun menelan obat dan kembali berbaring.
Ternyata alleta tidur cukup lama, ia suara panggilan dari farrel menyadarkannya.
__ADS_1
Kring kring kring
"Hallo" sapa nya terdengar lemah
"Letta kenapa suara mu?kamu sakit?" tanya farreldengan nada khawatir.
"Iya, badan dan tenggorokan ku sedikit ga enak ka, kayanya aku ga bisa kesana, tolong sampaikan ke witta" uhuk uhuk
"Kamu dimana ini? sama siapa?!!!"
"Aku di kamar ka, aku mau ke rumah sakit, salam untuk witta ya"
Alleta menutup sambungan teleponnya.
Tut .. tut ... tut ...
"Badan ku sangat lemas, apa aku telepon mas adit yah? tapi kayanya sibuk, ahh sudahlah alleta, kau jangan manja, pergilah sendiri"gumamnya.
Ia mengambil swetter dan tasnya lalu keluar, ternyata farrel sudah ada di lobby, karena janjinya kemarin akan mengajak alleta pergi ke acara JFW dari siang hari untuk melihat persiapan sebelum acara.
"Alleta !!!" sapanya panik, begitu melihat wajah alleta yang pucat pasi dan sangat terlihat lemas.
"Ka, farrel?" ucap alleta lemas, wajah nya pucat dan badannya mengeluarkan banyak keringat dingin, tanpa berfikir panjang farrel langsung menggendong alleta dan membawa nya masuk ke mobil. alleta sudah terlihat sangat lemas, dia hanya duduk memejam kan matanya. farrel terus memegang tangan suhu tubuh alleta sangat tinggi, farrel mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit dan membawa alleta ke UGD.
"TOLONG DOK, TOLONG PACAR SAYA!!" ucapnya tegas.
__ADS_1