
Aditya masih mencium bibir mungil alleta, setelah beberapa detik alleta tersadar, matanya membulat, kemudian alleta mendorong tubuh aditya sampai terjatuh.
"Aditya !!!" ucapnya sambil sesegera mungkin dia berdiri dengan wajah yang sangat merah, mengelap bibirnya kemudian keluar dari kamarnya tanpa bicara apa apa. aditya tampak kaget dengan sikap alleta, tetapi setelah menyadari alleta sudah keluar dari kamar nya, wajah tanpa expresi aditya berubah. Senyum bahagia terpancar di wajah aditya, dia memperbaiki posisi tidurnya dengan nyaman, aditya masih konsisten dengan senyumannya, Aditya mengambil bantal guling alleta, aditya memeluk bantal guling nya dengan gemas.
Dia menutupi wajahnya sendiri dengan bantal guling milik alleta, tertawa bahagia mengingat kejadian tadi, "alleta" ucapnya sambil memegangi bibir nya sendiri, aditya nampak sangat bahagia. lain halnya dengan alleta, wajahnya masih merah merona, kaget dan masih tidak percaya dengan apa yang dia lakukan, bukannya masuk ke kamar bunda nya, alleta malah masuk ke dapur, sesegera mungkin mengambil segelas air putih dingin dan langsung meminum nya dengan sekali teguk, berharap fikirannya akan bisa jernih. alleta meletakan gelasnya dengan perasaan panik , sambil memukul-mukul pipinya sendiri,
"Sadar alleta sadar" Gumamnya sambil berjalan mondar-mandir, seketika alleta mengingat kejadian tadi, tubuhnya langsung bergidik "Aditya emang brengsek" ucapnya sambil mengelap bibirnya, alleta kemudian duduk di meja makan, badannya terasa lemas, dia menjatuhkan kepala nya ke meja makan sambil terus menerus mengumpat aditya. "Dasar aditya sialan, aditya gila, aditya kurang ajarrr" gumamnya saking kesalnya alleta sampai tidak menyadari kalau bunda nya sudah duduk di hadapan nya.
"Ada apa nak ? tanya bunda "astaga bunda !!!! ucap alleta kaget.
"Eh kamu kenapa kaya orang baru liat hantu" ucap bunda,
"Bukan hantu bunda, tapi iblis" ucap alleta asal.
"Eh anak gadis ga bagus ngomongnya kaya gitu " ucap bunda sambil mengelus kepala alleta, alleta pun diam "maaf bun" ucap nya lemas,
__ADS_1
"Iya, eh ngomong-ngomong gimana keadaan teman mu?apa dia sudah sadar? tanya bunda lembut,
"Gatau bun, mati kali dia"jawab alleta asal.
"Eh, ko anak bunda hari ini kasar, ga boleh gitu ah, bunda ga ngajarin kamu jadi anak yang kasar" ucap bundanya.
Alleta memandang wajah bunda nya dengan perasaan bersalah,
"Maaf bunda alleta khilaf," ucapnya sambil nyengir yang di paksakan,
"Eh iya, nih berikan baju alm ayah buat teman mu, dia sudah sadar kan ? suruh dia ganti baju, kasian bajunya kotor, pasti dia merasa tidak nyaman". ucap bunda lembut.
"Mampus, gue mesti ketemu dia lagi setelah apa yang terjadi " batin alleta,
"Kenapa nak? tanya bunda,
__ADS_1
"Ngga kenapa-kenapa kenapa bun" ucap alleta yang baru tersadar dari lamunannya.
Dengan wajah nya yang bingung dan nampak berfikir alleta menolak permintaan bunda, "Gamau ah, bunda aja yang kasih" ucapnya sambil mendorong kembali baju alm ayahnya ke arah bundanya.
Bunda mengerutkan dahinya "Loh ko jadi bunda, temannya kan kamu, yang di tolong kan kamu, masa bunda yang ngasih?" ucap bundanya tetap dengan nada lembut.
Alleta memanyunkan bibir nya, tanpa bicara apa apa. bundanya memasang wajah tersenyum jahil,
"Dia suka sama kamu ya? atau kamu yang suka sama dia ? anaknya ganteng nak, baik lagi " ucap bunda "ganteng baik dari hongkong" batin alleta.
"Ih ngga, enak aja alleta ngga suka sama dia, gakan pernah suka malah" ucap alleta tegas, bundanya hanya tersenyum,
"Jangan benci benci ah, nanti kamu suka beneran loh", ucap bunda dengan jahil.
"Ihh bunda" ucap alleta malas,
__ADS_1
Tanpa mereka sadari aditya ada di balik pintu tersenyum mendengar obrolan ibu dan anak itu, aditya tersenyum seakan mendapat angin segar setelah mendengar pujian dari bunda alleta.