ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
#52


__ADS_3

Hari sudah pagi,matahari seolah tidak rela mereka masih berpelukan, aditya bangun terlebih dahulu, memandang wajah wanita yang sangat ia cintai, alleta pun sadar, ia menutup wajah nya dengan selimut karena malu, aditya tertawa menggoda sambil mecolek colek tubuh alleta untuk mengganggunya, "hei kenapa kamu masih malu, hei hei hei"


"ahh, mas adit udah dong, aku malu .. sana kamu ke toilet duluan" ucap alleta di balik selimutnya


aditya memeluk alleta "jangan malu, aku sudah melihat semuanya, kamu milik aku sekarang"


"ahh bodoh sekali kenapa aku melakukan nya, apa yang harus aku lakukan ??? batinnya


aditya perlahan membuka selimut yang menutupi wajah alleta yang sangat merah, " jangan khawatir, kamu jangan ninggin aku yah, keperjakaan ku udah kamu rampas, kamu harus tanggung jawab. ucap aditya membuat alleta sedikit agak tenang "bodoh, harusnya aku yang bicara seperti itu," ucapnya sambil tersenyum

__ADS_1


aditya pun tersenyum sambil menggerinyitkan hidungnya menyentuh hidung alleta. "aku mencintaimu alleta" ucap aditya dan kembali mencium alleta.


aditya sudah selesai mandi, giliran alleta yang mandi "aww" rintihnya, aditya langsung mengetuk pintu, "kenapa al ? tanya nya khawatir. alleta keluar dari kamar mandi, " mas, itu ku sangat perih" ucapnya,


"maafkan aku, aku kebawah dulu yah cariin kamu obat, " ucap aditya hendak keluar dan alleta menahannya. "gausah sayang, nanti biar aku yang cari, kamu siap siap aja ke kantor, ucapnya sambil membetulkan dasi aditya, " kamu yakin? tanya aditya sambil memegang pipi alleta, alleta hanya mengangguk sambil merapikan dasi adit. aditya melingkarkan tangan nya ke pinggang alleta, aku seperti sedang di layani seorang istri, bagaimana kalau kita menikah ? ucapnya


"cihhh ... caramu melamar sangat buruk, ucap alleta sambil mencubit pinggang aditya. " sini sarapan, ucap alleta sambil memeberikan sandwitch pada aditya, yang sedang tersenyum, "duduk disini,.. " ucap aditya sambil menepuk pahanya.


"aku berangkat kerja yah nyonya aditya, telfon aku kalau kamu butuh apa apa, aku berangkat yah," pamit aditya sambil mengecup kening alleta, dan alleta memcium tangan aditya, suasana ini seperti sepasang pangantin baru yang berpamitan di pagi hari.

__ADS_1


suasana hati aditya sangat bagus hari ini, wajahnya sangat cerah, sangat lain dengan kemarin, namun nuansa dingin nya masih sangat terasa saat ia sampai di kantor.


di apart, alleta minun kopi sambil menatap ke arah matahari pagi mengingat kejadian semalam , dan mengingat masa masa ia bertemu aditya , bertengkar sampai akhirnya kejadian semalam seolah membuat alleta sendiri tidak percaya, pria yang ia benci sekarang memjadi pria yang ia sayangi.


dikantor aditya


seperti apa yang diperkiran aditya, pak anwar akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan, kembali, tiba-tiba ia berlutut kembali, "terimakasih nak, sudah memberika om kesempatan menata kembali hidup om, om minta maaf sudah serakah, maafkan om dan terimakasih nak adit" ucap pak anwar setelah memberikan surat pemgunduran dirinya,


"minta maaf lah sama papi, papi adalah korban mu om, bukan aku. ucap aditya

__ADS_1


pak anwar kemudian berdiri, "bagaimana pun, nak adit sudah bantu om hidup kembali di jalur yang benar, om janji akan mencicil kerugian kantor yang om buat selama ini pada perusahaan" ucap nya dengan penuh penyesalan.


__ADS_2