ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF

ALLETA DAN TUAN MUDA POSESIF
part 71


__ADS_3

"Lelah sekali" gumam alleta sambil menggeliatkan tubuhnya


alleta merebahkan tubuhnya di atas sofa, ia melihat jam tangannya "Pantas saja, ternyata aku tidak tidur selama 2 hari, aku akan tidur sebentar disini sebentar ah. Alleta pun tertidur di ruangan crew.


Di ruang ganti namira, terlihat aditya sedang duduk sendiri sambil memejamkan matanya, perlahan namira menghampiri aditya dan mencium pipi aditya dengan lembut, aditya terperanjat kaget, "Alleta" itu kata yang keluar pertama kali dari mulutnya.


"Ini aku, namira" ucap namira


Aditya bangun sambil memegang pipinya, "Maaf, aku kira kau...."


"Alleta? " ucapnya sambil tersenyum masam, "Kamu masih belum bisa lupain alleta? kamu yang mengajaku memulai hubungan ini, tapi kamu masih aja mengingat alleta, apa aku ga pernah berarti buat kamu?" tanya namira dengan suara bergetar.


"Bukan itu maksudku" jawab aditya


"Lalu apa lagi? apa aku ngga berarti buat kamu? liat aku adit!" ucapnya lirih, jauh dari bayangan aditya, namira perlahan menanggalkan pakaiannya di hadapan aditya.


Aditya tersenyum sinis, aditya mendekati tubuh namira yang sudah setengah bugil, "Jangan berbuat hal bodoh seperti ini". ucap aditya kemudian mengambil baju yang baru saja namira lepaskan dan menutupi kembali tubuh namira.


"Pakai kembali bajumu" ucapnya lalu meninggalkan namira yang menanagis saat itu.


Aditya berjalan keluar,  kebetulan lewat di ruangan yang bertuliskan "CREW" pintunya sedikit terbuka, aditya yang bermaksud menutupnya malah menemukan alleta yang tengah tertidur di dalam "Alleta" gumamnya.


Perlahan aditya masuk, ia memandangi wajah alleta yang sedang tertidur lelap. aditya mengelus kepala alleta dengan lembut, "Kau sangat terlihat lelah, alleta ku"


Adit melepaskan jas nya lalu menyelimuti alleta, ia menggenggam tangan alleta, dalam tidurnya alleta pun balik menggenggam tangan adit "Mas adit" gumamnya dengan mata terpejam.


Aditya tersenyum, hati nya sangat bahagia dalam tidurnya alleta menyebut namanya.


Hazzel tiba-tiba datang "Tuan muda" ucapnya.


"Shuttt,  pergilah, urus semua urusanku, aku mau menemani alleta disini" ucapnya


"Baik tuan muda" hazzel pun pergi dan mengurus urusan aditya yang belum selesai.


Cukup lama aditya memandang alleta, aditya memutuskan untuk tidur disamping alleta, aditya memeluk alleta, alleta pun balas memeluk aditya dalam tidurnya. mereka berdua saling berpelukan di sebuah sofa sempit.


Alleta membuka matanya perlahan "Mas adit," ucapnya pelan,

__ADS_1


Aditya membuka matanya, wajah mereka sangat dekat,tatapan mereka saling terkunci. tubuh mereka pun saling berpelukan, pelukan yang sangat hangat yang sudah lama sekali tidak mereka berdua rasakan,


Alleta meneteskan air matanya "Aku kangen" ucapnya lirih


Aditya mengelap lembut air mata alleta, "Aku  juga" ucapnya sambil mencium lembut kening alleta


"Jangan tinggalin adit lagi, adit gabisa kalau ngga ada kamu"


"Aku juga, jangan dekat dengan wanita lain, aku gabisa liat kamu sama orang lain"


"Ngga akan, adit cuma milik kamu, ngga ada yang lain"


Alleta tersenyum, pelukan nya semakin erat, adit mencium lembut bibir alleta, dan mereka pun saling berpelukan sampai kembali tertidur.


Entah apa yang terjadi saat itu, dalam lelah mereka malah bisa saling jujur dengan perasaanya.


Bbrukk .. pintu terbuka mengagetkan keduanya sampai terperanjat.


Salah satu crew yang tidak sengaja masuk membangunkan mereka,


"Tidak, aku tertidur disini, kenapa ? tanya nya canggung, begitu pula aditya, ia sangat terlihat salah tingkah.


"Tadi pak sendy mencarimu, tapi kata staff pak adit , bu alleta sudah pulang"


Alleta melihat kearah aditya dengan sedikit menyipitkan matanya, aditynya malah tersenyum polos seperti anak kecil yang baru saja ketahuan berbohong oleh ibunya.


"Baik bu, kalau begitu, saya pamit juga, semua nya sudah bere"


"Baiklah, hati-hati ya pak" ucapnya


Alleta kembali melihat aditya, "Ini pasti rencana mu" ucapnya


"Kemari lah, duduk disini,"ucap aditya sambil menepuk pahanya.


"Ngga mau" ucap alleta yang malah duduk di samping aditya


"Kenapa? kita kan tadi sudah berciuman? ucap adit polos

__ADS_1


"Shutt mas adit, jangan kenceng-kenceng ngomongnya" ucap alleta sambil menutup mulut aditya


Adiya tersenyum lalu menurunkan tangan alleta. "Cium aku lagi" ucapnya


Alleta tersenyum "Ngga mau"


"Please al, cium adit lagi" kembali senyuman merekah di bibir aditya.


Alleta memegang kedua pipi aditya dengan kedua tangan nya "Kiss, mata ini punya ku, kiss jidat ini punyaku, pipi ini, hidung ini, bibir ini, semua milik alleta !! ucapnya dnegan penuh penekanan. aditya kembali tersenyum


"Kiss mata, hidung, jidat bibir ini, rambut ini, tubuh ini semuanya miliku !!!!! ucapnya dengan penuh penekanan. mereka berdua tersenyum


Aditya memeluk tubuh alleta "Terimakasih telah kembali alleta, aku sangat kangen sampai aku merasa hampir mati" ucapnya.


"Terimakasih telah bersabar menghadapiku"


Suasana romantis tiba-tiba rusak, aditya memegang kedua bahu alleta "Al, kamu sedang sadar kan ? kamu serius kan ? kita balikan kan ? atau jangan -jangan kamu mau punya rencana ninggalin aku lagi? tanya nya serius


Alleta tersenyum jahil "mas, apa sebegitu cintanya kamu sama aku ? hahha ucapnya


"Bukannya kamu juga sebegitu sayangnya sama aku ? tadi kamu yang dluan bilang kangen loh"


"Enak aja, ngga" ucap alleta meninggalkan aditya.


Aditya tersenyum melihat tingkah alleta, lalu mengejarnya, "Dih ngga ngaku, sayang kan kamu sama aku?


"NGGA NGGA NGGA" jawab alleta sambil menutup telinga. aditya kembali tertawa lalu mengejar alleta dan memeluk alleta dari belakang sambil tersenyum bersama.


"Ayo pulang" ajak aditya, alleta mengangguk sambil tersenyum.


Meraka pulang, pulang ke apartement mereka dulu. apartemen yang penuh dengan kenangan mereka dulu.


Namun begitu masuk aditya langsung menghentikan langkahnya, "Kenapa? tanya alleta lembut


"Jangan kemari, disini kamu ninggalin aku waktu itu" ucap aditya dengan nada sedikit bergetar


Alleta masih menggenggam tangan aditya, ia menaikan tangan nya dan tangan aditya "Lain kali, kalau aku pergi seperti itu, kamu cuma cukup kejar aku lagi, dan pegang tangan aku kaya gini,aku pasti akan kembali" jawabnya lembut memnenangkan hati aditya. Aditya tersenyum lalu mereka berpelukan. Aditya benar- benar bahagia.

__ADS_1


__ADS_2